New York, KomentarNews – Elon Musk dikabarkan merombak pola penawaran umum perdana (IPO) tradisional dengan rencana memberikan porsi besar saham SpaceX kepada investor ritel. Langkah ini menjadi terobosan signifikan di tengah praktik IPO konvensional yang biasanya didominasi oleh investor institusi.
Berdasarkan sumber yang mengetahui rencana tersebut, Musk sedang membahas alokasi hingga sekitar 30 persen saham IPO SpaceX untuk investor individu. Angka ini setidaknya tiga kali lipat dari porsi ritel yang biasanya hanya berkisar 5 hingga 10 persen dalam IPO konvensional.
“Strategi ini memanfaatkan basis penggemar dan pendukung loyal Musk untuk membantu menstabilkan pergerakan saham setelah listing,” demikian laporan yang dikutip oleh Reuters, Jumat (27/3/2026). Dengan porsi ritel yang besar, diharapkan investor ritel akan bertahan lebih lama dan tidak sekadar mengejar keuntungan jangka pendek atau “pop-and-dump”—fenomena di mana investor menjual saham segera setelah harga melonjak di hari pertama perdagangan.
Selain strategi alokasi saham, SpaceX juga menerapkan pendekatan tidak biasa dalam memilih bank penjamin emisi. Berdasarkan informasi dari Bloomberg, peran setiap bank dibagi dalam “jalur” khusus berdasarkan hubungan dan wilayah geografis.
Bank of America dipilih secara khusus untuk fokus distribusi ke investor ritel domestik Amerika Serikat. Sementara itu, bank-bank lain kemungkinan akan mendapatkan porsi berbeda sesuai dengan keahlian dan jaringan mereka.
“SpaceX ingin memastikan bahwa proses IPO ini tidak hanya berhasil secara finansial, tetapi juga menciptakan basis pemegang saham yang lebih beragam dan loyal. Pendekatan ini sangat tidak biasa,” kata David Erickson, mantan eksekutif perbankan investasi di Lehman Brothers dan Barclays, yang kini menjadi profesor keuangan di Wharton School, University of Pennsylvania, dalam analisisnya.
IPO SpaceX diperkirakan menjadi salah satu yang paling diperhatikan dalam beberapa tahun terakhir. Dengan valuasi yang bisa mendekati 1,75 triliun dolar AS jika rencana penggalangan dana dan struktur penawarannya terealisasi, IPO ini berpotensi menjadi yang terbesar dalam sejarah pasar modal.
SpaceX sendiri belum memberikan komentar resmi terkait kabar ini. Namun, langkah Musk yang kerap membalikkan praktik konvensional—mulai dari cara pendanaan hingga strategi komunikasi dengan publik—kembali menjadi sorotan utama di kalangan investor global.
(*Reuters/ *Bloomberg/ *The Wall Street Journal)
