Tuesday, September 29, 2026

Trump Teken Perintah Eksekutif Hapus DEI di Kontraktor Federal, Kontrak Berisiko Dibatalkan

Washington D.C. KomentarNews – Presiden Amerika Serikat Donald Trump menandatangani perintah eksekutif baru yang mewajibkan seluruh kontraktor federal untuk menghapus program diversity, equity, and inclusion (DEI) dari operasi mereka. Langkah ini memperluas kebijakan sebelumnya yang telah memerintahkan pembongkaran inisiatif DEI di lembaga-lembaga federal dan sektor swasta.

Perintah eksekutif yang ditandatangani di Gedung Putih pada Kamis (26/3/2026) ini mewajibkan kontraktor dan subkontraktor federal untuk tidak menjalankan inisiatif DEI. Klausul larangan DEI akan dimasukkan ke dalam kontrak pemerintah tertentu.

“Kontraktor federal seharusnya fokus pada kinerja dan kompetensi, bukan pada agenda ideologis. Program DEI justru memecah belah dan membuang-buang uang pembayar pajak,” kata Presiden Donald Trump dalam pernyataannya di Ruang Oval, seperti dikutip Reuters.

Perintah eksekutif ini memberikan kewenangan kepada lembaga pemerintah untuk membatalkan, mengakhiri, atau menangguhkan kontrak, serta menangguhkan atau mendiskualifikasi kontraktor yang terbukti melanggar aturan baru tersebut.

Kantor Manajemen dan Anggaran (OMB) Gedung Putih diminta untuk mengeluarkan panduan bagi lembaga pengadaan, sekaligus mengidentifikasi sektor ekonomi yang paling banyak menjalankan praktik DEI.

Perintah tersebut juga meminta Jaksa Agung AS untuk meninjau pelanggaran ketentuan kontrak terkait DEI dan melakukan “peninjauan cepat” atas perkara perdata yang diajukan individu terkait isu ini.

Langkah terbaru ini merupakan bagian dari agenda Trump yang konsisten menargetkan program DEI yang menurutnya diskriminatif terhadap kelompok tertentu. Sejak kembali menjabat, Trump telah mengeluarkan serangkaian perintah eksekutif yang membatasi atau menghapus inisiatif keberagaman di berbagai sektor.

Sejumlah kontraktor besar yang selama ini memiliki program DEI diperkirakan akan melakukan penyesuaian kebijakan untuk mempertahankan kontrak pemerintah mereka yang bernilai miliaran dolar. Sementara itu, kelompok advokasi hak sipil menyatakan kekecewaan dan berencana mengajukan gugatan hukum terhadap perintah eksekutif ini.

“Perintah ini adalah serangan langsung terhadap upaya menciptakan tempat kerja yang adil dan inklusif. Kami akan melawan kebijakan ini di pengadilan,” kata Maya Wiley, Presiden Leadership Conference on Civil and Human Rights, dalam pernyataannya yang dikutip oleh AP.

(*Reuters/ *AP/ *The New York Times)

Komentar :

Tinggalkan Komentar

Please enter your comment!
Please enter your name here

Advertisementspot_img

Advertisement

DiJual : Rumah di mountain view residen blok c1 no 9 paniki bawah kota manado - Asri, lokasi strategis dekat bandara, dekat pusat bisnis -Nego langsung dengan pemilik - tanpa perantara - SHM - Luas bangunan 125m2, luas tanah 330 m2, 4 kamar, 2 kamar mandi, ruang tamu, ruang keluarga, air perumahan, listrik 5500 watt, carport, security 24/7 - yang berminat bisa menghubungi: wa: 0811439028 atau email: advertisement@komentar-news.com

Berita terkait

Abpednas dan Aslinmas Sulut Diundang Khusus Hadiri Gala Dinner...

Bali, Komentarnews - DPD ABPEDNAS dan DPD ASLINMAS Sulut mendapatkan kehormatan dari Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Abpednas...

Berhasil Digagalkan! 16 KG Emas Batangann Senilai Ratusan Milliar...

MANADO, KOMENTAR-NEWS.COM — Keberhasilan besar kembali dicatat gabungan aparat keamanan Sulawesi Utara! Upaya menyelundupkan puluhan kilogram emas...

Rapat Pleno Diperluas DPD Srikandi Jaga Desa Sulut Digelar...

Minahasa - RAPAT PLENO DIPERLUAS DPD SRIKANDI JAGA DESA PROVINSI SULAWESI UTARA BERSAMA KSB DPC SRIKANDI JAGA...
Advertisement

Lainnya

Rekomendasi Berita