Sunday, April 12, 2026

Rp5,6 Triliun! ADB Kucurkan Dana Hasil-Based untuk Perkuat Layanan Kesehatan Primer di RI

Jakarta, KomentarNews – Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Kesehatan (Kemenkes) terus mengakselerasi transformasi sistem kesehatan dengan menggandeng Asian Development Bank (ADB) dalam program Supporting Essential Health Actions and Transformation (SEHAT) . Program ini merupakan instrumen pendanaan berbasis hasil (results-based lending/RBL) senilai US$350 juta atau setara Rp5,6 triliun yang dirancang untuk memperkuat layanan kesehatan primer di seluruh Indonesia .

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menegaskan bahwa program ini menjadi langkah strategis dalam mewujudkan transformasi layanan primer secara nasional, guna meningkatkan akses masyarakat terhadap layanan kesehatan yang berkualitas, responsif terhadap gender, serta adaptif terhadap perubahan iklim .

“Program SEHAT adalah bentuk komitmen pemerintah untuk memastikan setiap warga negara mendapatkan akses layanan kesehatan yang merata dan berkualitas, terutama di tingkat primer. Dengan dukungan ADB, kita bisa mempercepat pencapaian target transformasi kesehatan,” ujar Menkes dalam keterangan resmi .

Fokus pada Tiga Pilar Transformasi

Program SEHAT yang telah berjalan sejak November 2023 dan diperpanjang hingga Desember 2027 ini berfokus pada penguatan tiga pilar utama transformasi kesehatan:

  1. Pilar Transformasi Layanan Primer (Pilar 1) : Standarisasi dan penguatan Integrasi Layanan Primer (ILP) berbasis siklus hidup di seluruh fasilitas layanan primer, meliputi Puskesmas, Puskesmas Pembantu (Pustu), dan Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu). Penguatan mencakup pemenuhan alat kesehatan sesuai standar, seperti USG di Puskesmas dan alat antropometri di Posyandu, penyusunan SOP, serta akreditasi fasilitas sesuai standar terkini .

  2. Pilar Transformasi SDM Kesehatan (Pilar 5) : Peningkatan kapabilitas tenaga kesehatan melalui pengembangan kompetensi klinis tenaga layanan primer dan laboratorium. Program ini juga meningkatkan kesadaran terhadap isu perubahan iklim dan responsivitas gender melalui modul pelatihan komprehensif .

  3. Pilar Transformasi Teknologi Kesehatan (Pilar 6) : Perluasan integrasi fasilitas layanan primer dengan platform data kesehatan nasional SatuSehat guna meningkatkan efektivitas pelaporan, analisis data, dan koordinasi layanan .

Penguatan Laboratorium dan Digitalisasi

Selain penguatan fasilitas primer, program ini juga menyasar penguatan Laboratorium Kesehatan Masyarakat (Labkesmas) tingkat 1 di Puskesmas untuk mendukung deteksi dini dan pemantauan penyakit menular maupun tidak menular, termasuk penyakit yang dipengaruhi perubahan iklim .

Integrasi digital menjadi kunci dalam program ini. Peningkatan jumlah Puskesmas dan Labkesmas yang terintegrasi dengan SatuSehat menjadi salah satu indikator kinerja utama yang dipantau .

Pendanaan Berbasis Kinerja: Dana Cair Jika Target Tercapai

Keunikan program SEHAT terletak pada mekanisme pendanaannya yang berbasis kinerja. Pencairan dana dilakukan berdasarkan pencapaian indikator yang disebut Disbursement-Linked Indicators (DLIs) , yang telah disepakati antara ADB dan Pemerintah Indonesia .

Indikator DLIs meliputi:

  • Peningkatan layanan kesehatan ibu dan anak

  • Penurunan prevalensi stunting

  • Penguatan kapasitas Puskesmas dan Posyandu

  • Penguatan kapasitas Labkesmas primer

  • Penguatan kapasitas SDM layanan primer

  • Peningkatan jumlah Puskesmas dan Labkesmas yang terintegrasi dengan SatuSehat

Verifikasi pencapaian indikator dilakukan oleh Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) sebagai Independent Verification Agency (IVA) untuk memastikan akuntabilitas dan transparansi .

Monitoring dan Dampak di Lapangan

Program SEHAT telah melalui serangkaian evaluasi, termasuk Review Mission pertama pada 2024, Review Mission kedua pada April 2025, serta Mid-Term Review (MTR) pada November 2025. Kegiatan tersebut mencakup kunjungan lapangan ke Provinsi Aceh, termasuk ke Puskesmas dan masyarakat adat di Kabupaten Pidie Jaya dan Kabupaten Aceh Jaya .

ADB menyambut positif komitmen Pemerintah Indonesia dalam memperkuat sistem kesehatan. Melalui Program SEHAT, ADB dan Indonesia terus memperkuat fondasi layanan kesehatan primer yang terintegrasi, berkualitas, dan berkelanjutan sebagai langkah nyata menuju sistem kesehatan yang tangguh dan responsif terhadap tantangan masa depan .

(*)

Tinggalkan Komentar

Please enter your comment!
Please enter your name here

Berita terkait

FDA AS Kembali Tolak Obat Kanker Kulit Melanoma Replimune, Saham Anjlok 58 Persen

Washington D.C. KomentarNews – Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika...

Varian COVID Cicada Belum Terdeteksi di Indonesia, Kemenkes: Varian Dominan XFG dengan Risiko Rendah

Jakarta, KomentarNews – Kementerian Kesehatan (Kemenkes) memastikan hingga akhir Maret...

CEO Mars Poul Weihrauch Jadi Pengamat Dewan Novo Nordisk, Perkuat Keberlanjutan dan Tata Kelola

Kopenhagen, KomentarNews – Novo Nordisk, perusahaan farmasi asal Denmark yang...

Kemenkes Gratiskan Biaya Perawatan Andrie Yunus di RSCM, Korban Siram Air Keras Alami Luka Bakar 20 Persen

Jakarta, KomentarNews – Kementerian Kesehatan (Kemenkes) memastikan akan menggratiskan seluruh...

Tag # Terpopuler

Iklan

DiJual : Rumah di mountain view residen blok c1 no 9 paniki bawah kota manado - Asri, lokasi strategis dekat bandara, dekat pusat bisnis -Nego langsung dengan pemilik - tanpa perantara - SHM - Luas bangunan 125m2, luas tanah 330 m2, 4 kamar, 2 kamar mandi, ruang tamu, ruang keluarga, air perumahan, listrik 5500 watt, carport, security 24/7 - yang berminat bisa menghubungi: wa: 0811439028 atau email: advertisement@komentar-news.com