Wednesday, April 22, 2026

Varian COVID Cicada Belum Terdeteksi di Indonesia, Kemenkes: Varian Dominan XFG dengan Risiko Rendah

Jakarta, KomentarNews – Kementerian Kesehatan (Kemenkes) memastikan hingga akhir Maret 2026 varian COVID-19 BA.3.2 atau yang dikenal sebagai varian Cicada belum ditemukan di Indonesia. Meski demikian, Kemenkes tetap melakukan surveilans dan pelaporan rutin dari lapangan serta pengujian sampel di laboratorium sebagai langkah antisipasi.

Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik Kemenkes Aji Muhawarman mengatakan bahwa varian dominan yang beredar di Indonesia saat ini adalah XFG (57 persen), LF.7 (29 persen), dan XFG 3.4.3 (14 persen), yang semuanya tergolong dalam kategori risiko rendah.

“Sampai saat ini (akhir Maret 2026), belum ditemukan varian tersebut di Indonesia. Varian dominan di Indonesia adalah XFG 57 persen, LF.7 29 persen, XFG 3.4.3 14 persen dengan risiko rendah,” kata Aji di Jakarta, Kamis (2/4/2026).

Dikabarkan di media massa bahwa varian COVID Cicada sudah terdeteksi di sekitar 20 negara dan setidaknya 25 negara bagian Amerika Serikat (AS). Namun, Aji menegaskan bahwa situasi di Indonesia masih terkendali.

“Karena situasi masih terkendali dan berisiko rendah, maka tidak ada tindakan khusus pengetatan di pintu masuk negara, seperti bandara dan pelabuhan,” ujarnya.

Meski situasi terkendali, Kemenkes tetap mengingatkan publik untuk membiasakan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) , seperti rajin mencuci tangan pakai air mengalir dan sabun, mengonsumsi makanan bergizi, istirahat cukup, serta memakai masker jika sakit atau berada di keramaian.

Berdasarkan data dari surkarkes.kemkes.go.id, influenza dan COVID-19 dipantau rutin melalui sentinel-sentinel fasilitas pelayanan kesehatan di 39 puskesmas, 35 rumah sakit, dan 14 Balai Karantina Kesehatan (pintu masuk negara). Pemantauan ini dilakukan untuk memonitor kasus, karakteristik virus, serta gejala keparahannya.

Per minggu ke-12, dari 114 pemeriksaan COVID-19, tidak ditemukan kasus positif dengan positivity rate sebesar 0 persen.

“Varian dominan COVID-19 yang ada di Indonesia saat ini termasuk dalam kategori varian dengan risiko rendah, sehingga tidak perlu panik, namun tetap penting menjaga protokol kesehatan,” pungkas Aji.

(*Kemenkes/ *ANT)

Tinggalkan Komentar

Please enter your comment!
Please enter your name here

Berita terkait

Merck Gelontorkan Rp16 Triliun, Gandeng Google Cloud Percepat Riset Obat Lewat AI

Rahway, KomentarNews – Perusahaan farmasi raksasa Merck & Co mengumumkan kemitraan strategis...

Studi: Sayuran dan Buah yang Sehat Justru Bisa Tingkatkan Risiko Kanker Paru? Ahli Ingatkan Waspada Pestisida

Jakarta, KomentarNews – Para ahli mengingatkan pentingnya mewaspadai kemungkinan paparan...

Ilmuwan China Klasifikasikan Karsinoma Nasofaring ke 3 Subtipe Proteomik, Terobosan Pengobatan Presisi

Jakarta, Komentarnews – Para ilmuwan China berhasil mengklasifikasikan karsinoma nasofaring...

Studi: Tekanan Darah di Usia 30-an Bisa Prediksi Risiko Jantung di Usia 50-an, Naik 10 mmHg Picu Risiko 22 Persen

Jakarta, KomentarNews – Sebuah studi yang diterbitkan American Journal of Hypertension pada...

Panduan Per Jam untuk Tidur Malam Terbaik: Dokter Sarankan Bangun Konsisten hingga Matikan Lampu

Jakarta, KomentarNews – Sejumlah kebiasaan yang dilakukan sepanjang hari dapat...
Advertisementspot_img

Tag # Terpopuler

Iklan

DiJual : Rumah di mountain view residen blok c1 no 9 paniki bawah kota manado - Asri, lokasi strategis dekat bandara, dekat pusat bisnis -Nego langsung dengan pemilik - tanpa perantara - SHM - Luas bangunan 125m2, luas tanah 330 m2, 4 kamar, 2 kamar mandi, ruang tamu, ruang keluarga, air perumahan, listrik 5500 watt, carport, security 24/7 - yang berminat bisa menghubungi: wa: 0811439028 atau email: advertisement@komentar-news.com