Saturday, March 28, 2026

Trump Teken Perintah Eksekutif Hapus DEI di Kontraktor Federal, Kontrak Berisiko Dibatalkan

Washington D.C. KomentarNews – Presiden Amerika Serikat Donald Trump menandatangani perintah eksekutif baru yang mewajibkan seluruh kontraktor federal untuk menghapus program diversity, equity, and inclusion (DEI) dari operasi mereka. Langkah ini memperluas kebijakan sebelumnya yang telah memerintahkan pembongkaran inisiatif DEI di lembaga-lembaga federal dan sektor swasta.

Perintah eksekutif yang ditandatangani di Gedung Putih pada Kamis (26/3/2026) ini mewajibkan kontraktor dan subkontraktor federal untuk tidak menjalankan inisiatif DEI. Klausul larangan DEI akan dimasukkan ke dalam kontrak pemerintah tertentu.

“Kontraktor federal seharusnya fokus pada kinerja dan kompetensi, bukan pada agenda ideologis. Program DEI justru memecah belah dan membuang-buang uang pembayar pajak,” kata Presiden Donald Trump dalam pernyataannya di Ruang Oval, seperti dikutip Reuters.

Perintah eksekutif ini memberikan kewenangan kepada lembaga pemerintah untuk membatalkan, mengakhiri, atau menangguhkan kontrak, serta menangguhkan atau mendiskualifikasi kontraktor yang terbukti melanggar aturan baru tersebut.

Kantor Manajemen dan Anggaran (OMB) Gedung Putih diminta untuk mengeluarkan panduan bagi lembaga pengadaan, sekaligus mengidentifikasi sektor ekonomi yang paling banyak menjalankan praktik DEI.

Perintah tersebut juga meminta Jaksa Agung AS untuk meninjau pelanggaran ketentuan kontrak terkait DEI dan melakukan “peninjauan cepat” atas perkara perdata yang diajukan individu terkait isu ini.

Langkah terbaru ini merupakan bagian dari agenda Trump yang konsisten menargetkan program DEI yang menurutnya diskriminatif terhadap kelompok tertentu. Sejak kembali menjabat, Trump telah mengeluarkan serangkaian perintah eksekutif yang membatasi atau menghapus inisiatif keberagaman di berbagai sektor.

Sejumlah kontraktor besar yang selama ini memiliki program DEI diperkirakan akan melakukan penyesuaian kebijakan untuk mempertahankan kontrak pemerintah mereka yang bernilai miliaran dolar. Sementara itu, kelompok advokasi hak sipil menyatakan kekecewaan dan berencana mengajukan gugatan hukum terhadap perintah eksekutif ini.

“Perintah ini adalah serangan langsung terhadap upaya menciptakan tempat kerja yang adil dan inklusif. Kami akan melawan kebijakan ini di pengadilan,” kata Maya Wiley, Presiden Leadership Conference on Civil and Human Rights, dalam pernyataannya yang dikutip oleh AP.

(*Reuters/ *AP/ *The New York Times)

Tinggalkan Komentar

Please enter your comment!
Please enter your name here

Berita terkait

Trump Perpanjang Jeda Serangan ke Infrastruktur Energi Iran 10 Hari, Klaim Pembicaraan Berjalan Baik

Washington D.C. KomentarNews – Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan...

Trump Hapus Tradisi 165 Tahun, Tanda Tangan Presiden Akan Muncul di Uang Kertas Dolar AS

Washington D.C.Komentarnews – Departemen Keuangan AS mengumumkan bahwa tanda tangan...

Musk Rombak IPO SpaceX, 30 Persen Saham untuk Investor Ritel, Tiga Kali Lipat dari Standar Pasar

New York, KomentarNews – Elon Musk dikabarkan merombak pola penawaran...

Uni Eropa Desak Negara Anggota Isi Gas Lebih Awal, Waspadai Gangguan Pasokan Akibat Perang Iran

Brussels, KomentarNews – Uni Eropa mendesak negara-negara anggotanya untuk mulai...

Hakim AS Tolak Gugatan X Corp atas Boikot Pengiklan: Keputusan Bisnis Independen, Bukan Konspirasi

Washington D.C KomentarNews. – Seorang hakim federal Amerika Serikat menolak...

Tag # Terpopuler