Beijing, KomentarNews – Aplikasi pesan instan dan media sosial asal China, WeChat, secara resmi melarang penggunaan kecerdasan buatan (AI) dan alat otomatis lainnya untuk penerbitan konten. Aturan baru ini bertujuan untuk melindungi kreativitas manusia sejati di platform yang dimiliki oleh Tencent Holdings tersebut, demikian laporan media Yicai, Sabtu (11/4/2026).
Juru bicara WeChat menyatakan bahwa platform tersebut mendorong kreativitas sejati manusia dan tetap mendukung penggunaan alat untuk membantu karya kreator. Namun, WeChat melarang konten yang sepenuhnya dibuat oleh program otomatis tanpa campur tangan manusia.
Perusahaan itu menyatakan telah memperbarui aturan operasional bulan lalu dengan melarang pengguna dan akun menggunakan AI, skrip, antarmuka (API), atau program otomatis untuk menggantikan manusia dalam produksi dan publikasi konten.
Aturan baru itu mencakup larangan konten yang dihasilkan atau digabungkan oleh AI tanpa ekspresi manusia yang nyata, serta publikasi massal melalui program otomatis.
Tencent menegaskan bahwa akun yang melanggar bisa dikenai sanksi, mulai dari pembatasan fitur, penghapusan konten, hingga pemblokiran permanen akun. “Kami berkomitmen untuk menjaga ekosistem konten yang autentik dan melindungi hak kekayaan intelektual kreator manusia,” demikian pernyataan Tencent dalam rilis resminya.
Tencent bukan satu-satunya perusahaan yang membatasi konten berbasis AI. Pemilik TikTok, ByteDance, juga meningkatkan penindakan terhadap konten yang dihasilkan AI dalam beberapa bulan terakhir, terutama setelah maraknya konten deepfake dan disinformasi.
Pakar media sosial dari Universitas Tsinghua, Dr. Liu Yang, menilai langkah Tencent ini sebagai respons terhadap membanjirnya konten AI berkualitas rendah. “Platform media sosial sedang berjuang melawan konten spam yang dihasilkan AI. WeChat mengambil langkah berani dengan melarang konten AI sepenuhnya, bukan sekadar memberi label. Ini bisa menjadi preseden bagi platform lain,” ujar Liu.
Kebijakan ini mulai berlaku efektif sejak awal April 2026. WeChat, dengan lebih dari 1,3 miliar pengguna aktif bulanan, merupakan salah satu platform media sosial terbesar di dunia, terutama dominan di China.
(*Yicai/ *Tencent)

