Monday, November 2, 2026

Laporan Clemson: 62 Akun Medsos Terkait IRGC Iran Terungkap, Sebar Disinformasi Anti-AS dan Israel

Jakarta, KomentarNews – Sebuah laporan terbaru dari Clemson University mengungkap adanya puluhan akun media sosial yang terkait dengan Korps Pengawal Revolusi Islam (IRGC) Iran yang secara sistematis menyebarkan konten anti-Israel dan anti-Amerika Serikat untuk memicu perpecahan daring di tengah konflik yang sedang berlangsung antara Iran dan AS.

Menurut laporan yang dirilis pada Rabu (11/3/2026), setidaknya 62 akun di platform X, Bluesky, dan Instagram ditemukan memiliki kaitan dengan IRGC, meskipun akun-akun tersebut mengklaim sebagai pengguna dari Amerika, Inggris, Skotlandia, atau Irlandia. Sebagian besar akun berusia kurang dari satu tahun, namun beberapa di antaranya telah dibuat sejak Desember 2023.

“Semua akun ini secara sistematis memperkuat konten yang memecah belah secara politis dan disinformasi yang selaras dengan narasi IRGC. Mereka dirancang untuk mengeksploitasi celah-celah regional guna memajukan kepentingan rezim Iran,” demikian bunyi laporan tersebut.

- Advertisement -

Para peneliti menemukan bahwa sebelum serangan militer Presiden Donald Trump dan Israel terhadap Iran, sebagian besar akun tersebut lebih banyak berfokus pada isu-isu domestik yang memecah belah. Namun, setelah 28 Februari, ketika Israel dan AS melancarkan serangan udara mendadak terhadap Iran, akun-akun itu mulai gencar menyebarkan pesan-pesan pro-Teheran yang mendukung rezim.

“Ada kampanye media sosial tidak autentik yang terkoordinasi menargetkan diskusi daring seputar perang antara Israel, Amerika Serikat, dan Iran,” catat laporan tersebut.

Lebih mengkhawatirkan lagi, laporan itu menemukan bahwa akun-akun tersebut juga menggunakan sejumlah gambar hasil kecerdasan buatan (AI) dan video palsu untuk menyebarkan laporan yang tidak akurat mengenai serangan yang sedang berlangsung. Hal ini menunjukkan eskalasi taktik perang informasi di era digital, di mana teknologi AI digunakan untuk menciptakan narasi palsu yang meyakinkan.

Temuan ini menambah kekhawatiran tentang meluasnya perang proksi digital di tengah konflik fisik di Timur Tengah. Para ahli memperingatkan bahwa kampanye disinformasi semacam ini dapat memperburuk ketegangan dan mempengaruhi opini publik global.

Hingga berita ini diturunkan, perwakilan IRGC maupun pemerintah Iran belum memberikan tanggapan resmi terkait laporan dari Clemson University tersebut.

(*Clemson University/ *The Hill/ *Reuters)

Komentar :

Tinggalkan Komentar

Please enter your comment!
Please enter your name here

Advertisement

Berita terkait

Abpednas dan Aslinmas Sulut Diundang Khusus Hadiri Gala Dinner...

Bali, Komentarnews - DPD ABPEDNAS dan DPD ASLINMAS Sulut mendapatkan kehormatan dari Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Abpednas...

Berhasil Digagalkan! 16 KG Emas Batangann Senilai Ratusan Milliar...

MANADO, KOMENTAR-NEWS.COM — Keberhasilan besar kembali dicatat gabungan aparat keamanan Sulawesi Utara! Upaya menyelundupkan puluhan kilogram emas...

Rapat Pleno Diperluas DPD Srikandi Jaga Desa Sulut Digelar...

Minahasa - RAPAT PLENO DIPERLUAS DPD SRIKANDI JAGA DESA PROVINSI SULAWESI UTARA BERSAMA KSB DPC SRIKANDI JAGA...
Advertisement

Lainnya

Rekomendasi Berita