Saturday, April 11, 2026

Percaya Kepada Dia Sekalipun Kamu Tidak Melihat-Nya – 1Petrus 1:3-12, MTPJ 12 – 18 April 2026

MTPJ, KomentarNews –

ALASAN PEMILIHAN TEMA

Ada pernyataan “Sebelum aku melihat aku belum percaya”! Pernyataan ini memiliki alasan yang sangat kuat, baik bagi seseorang maupun kelompok, karena untuk membuktikan suatu kebenaran, sangat diperlukan bukti atau kesaksian seseorang yang menyaksikan atau melihat peristiwa yang diperkarakan. Hal ini akan sangat memudahkan pengambilan keputusan tentang suatu perkara atau persoalan yang terjadi.

Seperti halnya kisah Alkitab tentang kebangkitan Tuhan Yesus,Tomas yang merupakan murid Tuhan Yesus meragukan kebenaran berita kebangkitan Tuhan Yesus, jika tidak secara langsung melihat dan berjumpa dengan Tuhan Yesus. Bagian ini jelas dalam Injil Yohanes 20:25 “Maka kata murid-murid yang lain itu kepadanya: “Kami telah melihat Tuhan!” Tetapi Tomas berkata kepada mereka: “Sebelum aku melihat bekas paku pada tangan-Nya dan sebelum aku mencucukan tanganku ke dalam lambung-Nya, sekali-kali aku tidak akan percaya.”

Gereja Masehi Injili di Minahasa (GMIM) mendasarkan kepercayaannya pada Alkitab Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru. Kebenaran yang ditulis dalam Alkitab adalah kebenaran yang tak dapat diragukan lagi. Walaupun bagi orang non-kristen tidak mengakui kebenaran yang ada dalam Alkitab. Sementara itu, bagi orang Kristen yang di dalamnya warga GMIM, sangat mengakui kebenaran-kebenaran dalam Alkitab, di antaranya kisah Yesus Kristus, mulai dari kelahiran-Nya sampai kebangkitan-Nya bahkan sampai pada kenaikan-nya ke sorga.

Sekalipun tidak menyaksikan dengan mata kepala sendiri peristiwa-peristiwa yang terjadi di sekitar kehidupan dan pelayanan Yesus Kristus.  Berkaitan dengan ini, maka perenungan kita di Minggu ini akan dituntun oleh

Tema: PERCAYA KEPADA DIA SEKALIPUN KAMU TIDAK MELIHAT-NYA

PEMBAHASAN TEMATIS

Pembahasan Teks Alkitab (Eksegese)

Surat 1 Petrus tergolong dalam surat-surat Am (umum atau katolik), yang memiliki kekhasan atau keunikannya dibanding dengan surat-surat yang lain, seperti surat-surat Paulus. Surat ini diawali dengan pernyataan bahwa penulisnya adalah Petrus sebagai rasul Yesus Kristus (1 Petrus 1:1).

Sekalipun demikian surat ini diragukan jika ditulis oleh Petrus sang rasul. Diduga bahwa surat 1 Petrus ditulis oleh seorang penatua (presbyteros),  I Petrus 5:1 pada tahun 70-100 M.Surat ini ditujukan kepada pembaca pada umumnya. Secara khusus penulis menyebutkan beberapa jemaat di daerah Pontus, Galatia, Kapadokia, Asia dan Bitinia. Daerah-daerah ini berada di wilayah Asia Kecil. Jemaat Kristen yang tersebar di beberapa daerah ini dilatarbelakangi oleh Kristen non-Yahudi, walaupun ada di antara mereka juga adalah pendatang atau orang asing (pasal 2:11).

Surat ini diawali dengan suatu ungkapan pujian kepada Allah. Apa alasan penulis mengajak penerima surat ini untuk menyampaikan pujian kepada Allah? Pada hal jemaat sedang berada dalam keadaan yang tidak baik, diakibatkan oleh berbagai-bagai pencobaan (1:6). Bagi penulis 1 Petrus, keadaan itu bukanlah penghalang bagi jemaat untuk memuji Tuhan. Melainkan mendorong mereka untuk tetap dekat dengan Tuhan, dengan cara hidup yang berkenan kepada Tuhan, di antaranya memuji Tuhan. Bahwa sekalipun didera oleh berbagai pencobaan, mereka tetap adalah jemaat yang menerima karya selamat yang telah dikerjakan Tuhan Allah dalam Yesus Kristus.

Dan di dalam dan oleh karya keselamatan Tuhan Allah ini, menjadi rahmat atau anugerah yang besar bagi setiap orang percaya untuk mengalami kelahiran baru, yakni kehidupan yang berpengharapan. Kehidupan baru adalah tindakan Allah, bukan hasil usaha manusia. Kebangkitan Kristus adalah dasar hidup baru dan pengharapan kekal orang percaya. Hidup dalam pengharapan adalah kehidupan yang bukan sekadar optimisme, tetapi kehidupan yang meyakini akan janji Allah.

Pengharapan yang dimaksud adalah bahwa setiap orang yang percaya kepada Yesus Kristus, yang bangkit dari antara orang mati akan menerima suatu warisan yang tidak dapat binasa (Yunani: aphtharton), yang tidak dapat cemar (Yunani: amianton) dan yang tidak dapat layu (Yunani: amaranton), yang tersimpan di sorga bagi kamu. Warisan rohani ini menunjuk pada kehidupan kekal, kemuliaan, dan persekutuan dengan Allah. Bagi setiap orang yang menerima warisan rohani atau kehidupan yang kekal terpanggil untuk menjaga kekudusan hidup, di hadapan Tuhan. Pemeliharaan dari Tuhan menjadi kekuatan bagi orang percaya untuk menjalani kehidupan mereka (ayat 5).

Pada bagian lain, penulis mengajak jemaat untuk bersukacita dan bergembira, walaupun mereka sedang diperhadapkan pada berbagai pencobaan. Bersukacita dan bergembira bukanlah bebas dari penderitaan, melainkan menjadi kekuatan bagi mereka dalam keyakinan bahwa penderitaan yang sedang dialami adalah keadaan yang sementara saja (6). Sekaligus keadaan ini adalah bagian dari memurnikan iman, seperti emas dimurnikan dalam api.

Demikian juga iman itu sendiri, oleh karena iman yang tahan uji akan membawa kemuliaan pada saat Kristus datang kembali (ayat 7). Hal ini sejalan dengan apa yang ditegaskan dalam surat Yakobus 1:2-3 “saudara-saudaraku, anggaplah sebagai suatu kebahagiaan, apabila kamu jatuh ke dalam pencobaan, sebab kamu tahu, bahwa ujian terhadap imanmu menghasilkan ketekunan.

Bagian selanjutnya yakni pada ayat 10-12, dijelaskan bahwa para nabi Perjanjian Lama telah menubuatkan tentang keselamatan ini. Mereka tidak mengerti sepenuhnya waktu dan cara penggenapannya, namun mereka melayani generasi sesudahnya. Roh Kristus telah bekerja dalam mereka.

Sekarang, berita keselamatan itu diberitakan melalui pemberitaan Injil oleh kuasa Roh Kudus. Bahkan malaikat pun ingin juga mengetahui dan melihat dengan jelas hal-hal besar ini. Benar bahwa keselamatan adalah karya Agung Tuhan Allah dalam Yesus Kristus, sebagaimana yang dinubuatkan nabi-nabi. Itulah berita segenap orang percaya kepada bangsa-bangsa sekalipun tidak melihat, namun tetap percaya kepada Yesus Kristus yang adalah Tuhan dan Juruselamat.

Makna dan Implikasi Firman

Tuhan Allah dalam Yesus Kristus telah mengerjakan karya Agung bagi manusia, yakni menyelamatkan orang-orang berdosa dan dengannya menganugerahkan kehidupan kekal melalui kelahiran baru.

Berbagai pencobaan (penderitaan, pergumulan dan beban hidup) tidak menghalangi setiap orang percaya, baik pribadi, keluarga dan jemaat untuk memuji-muji Tuhan. Memuji Tuhan adalah hakikat hidup orang yang telah diselamatkan. Sebagaimana kesaksian Mazmur 111:1-2: “Haleluya! Aku mau bersyukur dengan segenap hatiku, dalam lingkungan orang-orang benar dan dalam Jemaah. Besar perbuatan-perbuatan Tuhan, layak diselidiki oleh semua orang yang menyukainya”.

Iman memiliki tempat yang penting dalam kehidupan jemaat di tengah berbagai situasi dan keadaan. Surat Ibrani memberikan penegasan yang penting, khusus pasal 11:1-2 “Iman adalah dasar dari segala sesuatu yang kita harapkan dan bukti dari segala sesuatu yang tidak kita lihat”. Iman atau kepercayaan kepada Tuhan Yesus menjadi kekuatan jemaat Tuhan untuk tetap bertahan dan menjalani kehidupan di tengah-tengah dunia. Sekalipun dengan mata kepala sendiri tidak pernah melihat Dia yakni Yesus Kristus, namun tetap percaya dan sekaligus bergembira dan bersukacita. Dia adalah Tuhan dan Juruselamat dan sumber kehidupan.

Gereja atau orang percaya terpanggil menjadi pemberita Injil bagi banyak orang. Injil akan memberikan kekuatan kepada orang percaya dalam menjalani kehidupan di berbagai keadaan, dalam keadaan baik maupun dalam keadaan tidak baik, agar nama Tuhan dipuji dan dimuliakan.

PERTANYAAN UNTUK DISKUSI

  1. Apa yang dimaksud dengan “Percaya Kepada Dia Sekalipun Kamu Tidak Melihat” menurut 1 Petrus 1:3-12?
  2. Mengapa kita orang percaya harus memuji TUHAN?
  3. Bagaimana mewujudkan kehidupan beriman dalam keadaan senang ataupun dalam keadaan susah?

POKOK-POKOK DOA

  • Agar Gereja terus dikuatkan dalam keadaan apapun
  • Agar Jemaat atau warga gereja selalu memuji Tuhan
  • Agar Jemaat atau warga gereja selalu menjaga kehidupan imannya.

TATA IBADAH YANG DIUSULKAN : HARI MINGGU BENTUK II

NYANYIAN YANG DIUSULKAN :

Kemuliaan Bagi Allah: KJ.No.7 “Ya Tuhan Kami Puji Nama-Mu Besar.”

Ses Doa Penyembahan: KJ No. 13 “Allah Bapa Tuhan.”

Pengakuan Dosa: KJ No. 25 “Ya Allahku, Di Cahya-Mu.”

Janji  Anugerah Allah: NKB No. 17 “Agunglah Kasih Allahku.”

Persembahan: PKJ.No.146 “Bawa Persembahanmu.”

Penutup :  PKJ No. 213 “Apakah Yang Kaulakukan.”

 

ATRIBUT Warna Dasar Putih dengan Lambang Bunga Bakung dengan Salib Berwarna Kuning

(GMIM/*Dodokugmim)

:::

Tinggalkan Komentar

Please enter your comment!
Please enter your name here

Berita terkait

Ia telah Bangkit Dari Antara Orang Mati – Matius 28:1-10, MTPJ 6-11 April 2026

MTPJ, KomentarNews - ALASAN PEMILIHAN TEMA Kematian adalah kepastian yang tidak...

Yesus Kristus Diserahkan Untuk Disalibkan, MTPJ 29 Maret – 06 April 2026 (Minggu Sengsara VI)

MTPJ, KomentarNews - ALASAN PEMILIHAN TEMA Kita hidup di tengah zaman...

Ia Harus Dihukum Mati, MTPJ 22 – 28 Maret 2026 (Minggu Sengsara V)

MTPJ, KOMENTARNEWS -  ALASAN PEMILIHAN TEMA Umumnya, hukuman diberikan untuk menimbulkan...

Tag # Terpopuler

Iklan

DiJual : Rumah di mountain view residen blok c1 no 9 paniki bawah kota manado - Asri, lokasi strategis dekat bandara, dekat pusat bisnis -Nego langsung dengan pemilik - tanpa perantara - SHM - Luas bangunan 125m2, luas tanah 330 m2, 4 kamar, 2 kamar mandi, ruang tamu, ruang keluarga, air perumahan, listrik 5500 watt, carport, security 24/7 - yang berminat bisa menghubungi: wa: 0811439028 atau email: advertisement@komentar-news.com