Thursday, April 23, 2026

Netflix Gelontorkan Rp406 Triliun untuk Buyback Saham, Sinyal Kuat Usai Gagal Akuisisi Warner Bros

Jakarta – Netflix Inc mengumumkan rencana pembelian kembali (buyback) saham senilai hingga US$25 miliar (sekitar Rp406 triliun) pada 22 April 2026, sebuah program besar yang dipandang sebagai sinyal kuat kepercayaan manajemen terhadap prospek bisnis jangka panjang perusahaan streaming raksasa itu. Keputusan buyback ini datang setelah periode volatilitas harga saham dan tekanan investor terkait strategi ekspansi konten serta kegagalan ambisius Netflix untuk mengambil alih Warner Bros Discovery beberapa waktu lalu.

Dewan direksi Netflix mengotorisasi pembelian kembali saham tambahan senilai US$25 miliar tanpa tanggal kedaluwarsa. Program baru ini menjadi tambahan dari otorisasi buyback sebelumnya pada Desember 2024, di mana Netflix masih memiliki sekitar US$6,8 miliar yang tersedia untuk pembelian kembali per 31 Maret 2026. Pada kuartal pertama 2026, Netflix telah membeli kembali 13,5 juta saham senilai sekitar US$1,3 miliar.

Co-CEO Netflix Greg Peters dan Ted Sarandos sebelumnya telah menegaskan bahwa kegagalan mengakuisisi Warner Bros Discovery bukanlah kemunduran berarti. “Warner Bros adalah organisasi kelas dunia, tapi transaksi ini selalu ‘nice to have’ pada harga yang tepat, bukan ‘must have’ pada harga berapa pun,” ujar mereka dalam pernyataan bersama.

Netflix mengatakan dalam surat kepada pemegang saham bahwa pendekatan alokasi modal mereka tidak berubah. “Kami pertama-tama memprioritaskan reinvestasi dalam bisnis, baik secara organik maupun melalui M&A selektif, sambil menjaga likuiditas, kemudian mengembalikan kelebihan kas kepada pemegang saham melalui pembelian kembali saham,” demikian pernyataan resmi Netflix.

Analis Goldman Sachs, Eric Sheridan, menilai program buyback ini sangat positif. “Netflix dapat merepurchase hingga sekitar 20-25 persen dari kapitalisasi pasarnya saat ini selama lima tahun ke depan,” ujar Sheridan dalam catatan kepada klien.

Netflix mengakhiri kuartal pertama 2026 dengan utang kotor US$14,4 miliar dan kas serta setara kas US$12,3 miliar. Posisi kas perusahaan disebut “lebih tinggi dari normal” karena penghentian sementara program buyback selama proses transaksi Warner Bros dan penerimaan biaya pemutusan kesepakatan (termination fee) dari Paramount Skydance senilai US$2,8 miliar.

CFO Netflix. Spencer Neumann, menyebut hasil ini sebagai langka di dunia M&A di mana pihak yang kalah justru mendapat bayaran keluar. “Kami punya US$2,8 miliar yang tidak kami miliki beberapa minggu sebelumnya,” ujarnya.

Setelah gagal mengakuisisi Warner Bros, Netflix kembali fokus pada bisnis inti streaming. Perusahaan menargetkan pendapatan iklan mencapai sekitar US$3 miliar pada 2026, hampir dua kali lipat dari tahun 2025. Netflix juga memiliki lebih dari 4.000 klien iklan, naik 70 persen dari tahun sebelumnya.

Netflix memiliki lebih dari 325 juta pelanggan berbayar di seluruh dunia, namun masih menembus kurang dari 45 persen rumah tangga broadband global, yang berarti ada sekitar 800 juta rumah tangga yang belum terjangkau. Perusahaan juga hanya menangkap sekitar 7 persen dari total pasar yang dapat dialamatkan senilai sekitar US$670 miliar.

Meskipun fundamental bisnis solid, saham Netflix sempat turun sekitar 10 persen setelah pengumuman pendapatan kuartal I/2026 karena investor memiliki ekspektasi yang sangat tinggi. Morgan Stanley tetap mempertahankan peringatan Overweight dengan target harga US$115, sementara JPMorgan juga tetap konstruktif.

Program buyback US$25 miliar ini menjadi langkah Netflix untuk mengembalikan kepercayaan pasar setelah periode ketidakpastian terkait strategi M&A, sekaligus memanfaatkan posisi keuangan yang sehat dengan pertumbuhan pendapatan kuartalan yang solid (naik 16% YoY menjadi US$12,25 miliar) dan margin laba yang meningkat.

(Sumber: Netflix, Goldman Sachs, Morgan Stanley)

Tinggalkan Komentar

Please enter your comment!
Please enter your name here

Berita terkait

Merck Gelontorkan Rp16 Triliun, Gandeng Google Cloud Percepat Riset Obat Lewat AI

Rahway, KomentarNews – Perusahaan farmasi raksasa Merck & Co mengumumkan kemitraan strategis...

AS Pinjam Teknologi Anti-Drone Ukraina di Timur Tengah, Lebih Murah dan Andal Lawan Shahed Iran

Washington D.C. Komentarnews – Militer Amerika Serikat mulai memanfaatkan teknologi...

OpenAI “Kuras” Rp240 Triliun Lewat Kemitraan dengan PE, Siap Monopoli Pasar AI Perusahaan

San Francisco, KomentarNews – Di tengah persaingan sengit di industri...

Inggris dan Prancis Panggil 20 Negara di Northwood, Rencanakan Misi Militer Bersama Buka Selat Hormuz

London, KomentarNews – Inggris dan Prancis akan mengadakan pertemuan para...

Rupiah Melemah Tipis 13 Poin ke Rp17.156 per Dolar AS di Awal Perdagangan Rabu

Jakarta, KomentarNews – Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat...
Advertisementspot_img

Tag # Terpopuler

Iklan

DiJual : Rumah di mountain view residen blok c1 no 9 paniki bawah kota manado - Asri, lokasi strategis dekat bandara, dekat pusat bisnis -Nego langsung dengan pemilik - tanpa perantara - SHM - Luas bangunan 125m2, luas tanah 330 m2, 4 kamar, 2 kamar mandi, ruang tamu, ruang keluarga, air perumahan, listrik 5500 watt, carport, security 24/7 - yang berminat bisa menghubungi: wa: 0811439028 atau email: advertisement@komentar-news.com