Oakland, KomentarNews – Ruang sidang Pengadilan Federal Oakland, California, berubah menjadi “ring tinju” teknologi paling bergengsi di dunia pada Selasa (28/4/2026). Sidang bersejarah yang mempertemukan Elon Musk dan Sam Altman resmi dimulai, mempertaruhkan tidak hanya ganti rugi triliunan rupiah, tetapi juga nasib masa depan tata kelola kecerdasan buatan (AI) global. Sengketa ini bukan sekadu perang ego miliarder, melainkan gugatan eksistensial yang menguji apakah janji “AI untuk kemanusiaan” bisa bertahan di hadapan kekuatan kapitalisme modern .
Konflik ini berakar pada 2015, saat Musk dan Altman mendirikan OpenAI sebagai organisasi nirlaba dengan misi suci: mengembangkan Artificial General Intelligence (AGI) untuk kepentingan seluruh umat manusia, tanpa tekanan motif profit . Dalam gugatannya, Musk menuduh Altman dan Presiden Greg Brockman telah mengkhianati “kontrak moral” tersebut.
Musk mengklaim bahwa ia telah menyumbangkan sekitar USD 38 juta hingga 44 juta (sekitar Rp 718 miliar) di masa-masa awal OpenAI . Ia merasa ditipu karena uangnya digunakan untuk mendanai sebuah “mesin pencetak uang” (wealth machine) melalui kemitraan dengan Microsoft, yang bertentangan dengan sumpah awal .
Musk menuntut ganti rugi hingga USD 150 miliar (sekitar Rp 2.400 triliun) – yang secara simbolis ia minta agar dialihkan ke lengan amal OpenAI . Selain itu, ia meminta pengadilan membubarkan struktur profit OpenAI, mengembalikannya ke status nirlaba murni, serta memecat Sam Altman dan Greg Brockman dari jabatan eksekutif dan dewan.
Dalam dokumen pengadilan, muncullah bukti yang menjadi “senjata pamungkas” kubu Musk. Pengacara Musk mengungkit buku catatan pribadi (diary) milik Greg Brockman yang ditulis pada September 2017.
Dalam catatan itu, Brockman menuliskan kekhawatiran bahwa masa depan OpenAI terhambat oleh Elon Musk. Ia menulis: “Ini adalah satu-satunya kesempatan kita untuk keluar dari Elon (This is the only chance we have to get out from Elon).” Brockman juga bertanya-tanya soal keuntungan finansial pribadi: “Secara finansial, apa yang akan membuat saya mencapai USD 1 Miliar?” .
Bagi tim hukum Musk, kalimat ini adalah bukti “niat jahat” (bad faith) sejak awal bahwa para pendiri berniat mengambil alih kendali dan menjadikan OpenAI menguntungkan secara komersial, sementara Musk justru didorong keluar .
Microsoft, sebagai rekanan utama OpenAI dan tergugat dalam kasus ini, membantah tuduhan membantu pelanggaran amal nirlaba. Namun, gugatan menyebutkan bahwa investasi miliaran dolar dari Microsoft adalah katalis yang mengubah OpenAI secara permanen menjadi entitas komersial .
Sidang ini juga menguak fakta bahwa Musk dan Mark Zuckerberg, yang selama ini dikenal sebagai rival sengit, sempat berkomunikasi secara tertutup. Musk sempat mengirim pesan teks ke Zuckerberg pada 2017 menanyakan apakah dia “terbuka pada ide untuk ikut menawar OpenAI” bersama-sama, sebuah fakta yang mengagetkan publik karena keduanya dikenal sering berseteru di media sosial .
Kubu Musk: “Ini tentang pencurian. Scam Altman dan Greg Stockman telah mencuri sebuah badan amal,” tulis Musk di X. Kuasa hukumnya menyatakan bahwa tanpa Elon, tidak akan ada OpenAI, dan ia menyumbang dengan imbalan janji “nirlaba” yang kini dilanggar .
Kubu OpenAI: Altman dan Brockman hadir langsung di ruang sidang (sementara Musk tidak hadir pada hari pertama). Juru bicara OpenAI menyebut gugatan ini tidak lebih dari “kampanye pelecehan” yang didorong oleh kecemburuan dan keinginan untuk memperlambat pesaing. Mereka berargumen bahwa perubahan menjadi struktur “capped-profit” adalah langkah pragmatis yang disetujui semua pihak untuk mengumpulkan modal miliaran dolar yang dibutuhkan dalam perlombaan AGI .
Setelah melalui proses seleksi yang alot (di mana beberapa kandidat mengaku “tidak suka” dengan Musk), terpilihlah 9 juri yang akan mendengarkan kesaksian para bintang teknologi. Selain Musk dan Altman, panggung saksi akan diisi oleh CEO Microsoft Satya Nadella, mantan CTO OpenAI Mira Murati, mantan Kepala Ilmuwan Ilya Sutskever, dan Shivon Zilis – mantan anggota dewan OpenAI yang juga merupakan ibu dari empat anak Musk .
Fase pertama sidang diperkirakan akan berlangsung hingga 21 Mei 2026. Juri hanya akan memberikan vonis “rekomendasi” (advisory), sementara Hakim Yvonne Gonzalez Rogers yang memegang kendali penuh untuk menentukan putusan final, termasuk apakah ia akan memerintahkan restrukturisasi OpenAI yang bernilai hampir USD 1 triliun itu .
(Reuters, BBC, Politico, 36Kr, AFP, FindLaw)


