Tuesday, May 26, 2026

Bukan Sekadar Angkut dan Buang! Pemkab Mitra Butuh Terobosan Teknologi, Perda Sampah Jadi Kunci Atasi Darurat Limbah di Ratahan!

Ratahan, Minahasa Tenggara, KomentarNews – Persoalan sampah di Kabupaten Minahasa Tenggara (Mitra) kini menjadi perhatian serius Pemerintah Kabupaten. Di tengah upaya perluasan sistem pengangkutan dan pembangunan Tempat Pembuangan Sementara (TPS), isu utama yang mengemuka adalah kebutuhan mendesak akan teknologi pengolahan sampah modern yang mampu menyelesaikan masalah secara tuntas, bukan hanya memindahkan lokasi timbunan.

Hingga saat ini, masalah sampah di wilayah Minahasa Tenggara masih menjadi “pekerjaan rumah” klasik yang belum sepenuhnya teratasi. Menyoroti lokasi strategis seperti Pasar Ratahan sebagai pusat aktivitas ekonomi, tumpukan sampah organik dan anorganik setiap harinya masih menjadi pemandangan yang mengkhawatirkan. Untuk itu, pemerintah daerah kini mulai menggeser fokus kebijakan dari sekadar “angkut-buang” menuju pengolahan berbasis sumber daya.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Mitra, Arnold Mokosolang , menegaskan bahwa tahun 2026 menjadi tahun transisi penting. Pihaknya sedang menggencarkan program perluasan pengangkutan sampah ke wilayah yang sebelumnya belum terjangkau secara optimal.

“Tahun ini melalui Dinas Lingkungan Hidup akan mengadakan perluasan pengangkutan sampah yaitu Kecamatan Belang, Kecamatan Tombatu, Tombatu Timur dan Kecamatan Tombatu Utara. Saya berharap ketiga kecamatan ini agar dapat mempersiapkan lokasi tempat pembuangan sementara (TPS) di tiap desa,” ujar Mokosolang dalam Rapat Koordinasi di Aula Kantor Bupati Mitra, Januari 2026 lalu .

Langkah konkret yang sedang digodok oleh eksekutif dan legislatif adalah pengesahan Peraturan Daerah (Perda) tentang Pengelolaan Sampah. Regulasi ini dinilai sebagai elemen kunci karena akan memberikan kepastian hukum sekaligus mengatur mekanisme pengolahan yang berkelanjutan.

“Dari sudut pandang Peraturan Daerah (Perda) Sampah, setidaknya bisa diatur bagaimana mengolah sampah organik menjadi pupuk organik maupun pakan ternak,” ungkap Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Minahasa, Nofry Lontaan, dalam keterangannya baru-baru ini .

Jika pengolahan sampah organik menjadi pupuk atau pakan ternak bisa diupayakan secara masif, hal itu akan sangat membantu mengurangi volume sampah harian yang dibuang ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA). Hal ini sejalan dengan upaya mengurangi emisi metana dari tumpukan sampah yang membusuk di area pembuangan terbuka.

Wakil Bupati Mitra, Fredy Tuda , menegaskan bahwa Pemkab Mitra mendorong sistem pemilahan yang ketat. Fokus utama gerakan ini adalah merevolusi sistem pengangkutan sampah agar lebih teratur serta menekan volume pembuangan langsung ke TPA.

“Karena ini menjadi simbol komitmen kolektif dalam pengelolaan sampah terpadu,” ujar Fredy Tuda saat memimpin peringatan Hari Peduli Sampah Nasional di Kecamatan Tombatu Timur beberapa waktu lalu .

Ia juga mengimbau masyarakat untuk meninggalkan kebiasaan penggunaan plastik sekali pakai demi mewujudkan lingkungan yang benar-benar resik.

Meskipun program Bank Sampah di desa-desa dan kelurahan sudah berjalan, nyatanya masih ditemui sejumlah kendala teknis di lapangan, khususnya mengenai konsistensi partisipasi warga.

“Sistem pemilihan sampah organik dan anorganik terus kami upayakan. Hal ini didukung dengan program Bank sampah di desa-desa dan kelurahan. Hanya saja di beberapa tempat sedikit menemui kendala,” akui Nofry Lontaan .

Ke depan, DLH Mitra juga berpotensi mendapat bantuan dari Kementerian Lingkungan Hidup untuk pembangunan TPS 3R (Reduce, Reuse, Recycle) dengan syarat harus ada lokasi pembuangan TPS yang jelas di masing-masing desa .

“Kedepan kami akan memikirkan solusi terbaik tentang sistem dan teknologi pengolahan sampah, dimana tujuannya untuk mengolah sampah, bahkan sebisa mungkin memiliki nilai ekonomis bagi masyarakat,” pungkas Lontaan.

(beritamanado/tribunmanado/rri)

Komentar :

Tinggalkan Komentar

Please enter your comment!
Please enter your name here

Advertisementspot_img

Advertisement

DiJual : Rumah di mountain view residen blok c1 no 9 paniki bawah kota manado - Asri, lokasi strategis dekat bandara, dekat pusat bisnis -Nego langsung dengan pemilik - tanpa perantara - SHM - Luas bangunan 125m2, luas tanah 330 m2, 4 kamar, 2 kamar mandi, ruang tamu, ruang keluarga, air perumahan, listrik 5500 watt, carport, security 24/7 - yang berminat bisa menghubungi: wa: 0811439028 atau email: advertisement@komentar-news.com

More like this

Mimpi Buruk di Hari Bahagia, Pengantin Pria di Mitra...

Belang, Minahasa Tenggara, KomentarNews - Sebuah prosesi pernikahan yang seharusnya menjadi momen sakral penuh kebahagiaan berubah menjadi tragedi...

Razia Miras di Belang: Polres Mitra Sita 65 Liter...

Mitra, KomentarNews – Satuan Reserse Narkoba Polres Minahasa Tenggara (Mitra) menggelar operasi penertiban minuman keras (miras) tanpa izin...

More

Recomended