Tuesday, May 26, 2026

Rupiah Ambruk ke Level Terendah Sepanjang Sejarah Rp17.789, Pengamat: “PHK Massal 15.425 Pekerja Akan Terus Bertambah!”

Jakarta, KomentarNews – Pukul telak kembali menghantam perekonomian Indonesia. Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan Selasa (26/5/2026) ditutup merosot tajam ke level terendah sepanjang masa.

Berdasarkan data Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) Bank Indonesia (BI), nilai tukar dolar AS terhadap rupiah tercatat sebesar Rp17.789. Angka ini melemahkan rupiah 0,26 persen dari perdagangan akhir pada Senin (25/5/2026) yang sebesar Rp17.743 .

Perjalanan rupiah sepanjang hari ini sungguh mengkhawatirkan. Mengutip data Bloomberg, rupiah dibuka melemah 2 poin di level Rp17.746 per dolar AS dan terus tertekan hingga menyentuh level terendah intraday di Rp17.803 pada pukul 09.34 WIB .

Pelemahan ini sudah terjadi empat hari beruntun dan menembus rekor terendah sebelumnya. Kondisi ini dipicu oleh kombinasi faktor eksternal dan domestik yang terus memburuk.

Pengamat Ekonomi, Mata Uang dan Komoditas, Ibrahim Assuaibi, mengungkapkan bahwa faktor utama pelemahan rupiah adalah meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah. Pasar sebelumnya menunggu kesepakatan damai antara Amerika Serikat (AS) dan Iran yang dimediasi Pakistan dan Oman. Namun, situasi berubah setelah muncul laporan serangan AS ke wilayah Iran Selatan .

“Ketegangan geopolitik di Timur Tengah kemungkinan besar akan kembali memanas. Ini membuat dolar AS kembali menguat,” kata Ibrahim kepada awak media, Selasa (26/5/2026) .

Ia menilai pernyataan Presiden AS Donald Trump yang berubah-ubah membuat ketidakpastian pasar global semakin tinggi. Trump sebelumnya sempat mengklaim kesepakatan damai “hampir tercapai”, namun kini kembali mengancam akan melancarkan serangan.

Yang paling mengkhawatirkan dari pelemahan rupiah ini adalah dampaknya yang mulai terasa ke sektor riil, khususnya tenaga kerja.

“Banyak perusahaan yang bergantung pada impor mengalami tekanan luar biasa akibat kenaikan biaya. Dampaknya mulai terasa ke tenaga kerja,” ujar Ibrahim .

Berdasarkan data Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker), jumlah Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) massal sejak Januari hingga April 2026 tercatat mencapai 15.425 pekerja. Angka ini berpotensi terus meningkat jika tekanan terhadap rupiah tidak mereda .

Provinsi dengan jumlah PHK terbanyak adalah Jawa Barat dengan 3.339 orang, disusul Kalimantan Selatan 1.581 orang, Banten 1.536 orang, Jawa Timur 1.367 orang, dan Kalimantan Timur 1.237 orang .

“PHK massal ini kemungkinan besar dalam bulan-bulan berikutnya akan terus meningkat, sehingga memperburuk sentimen terhadap rupiah,” papar Ibrahim .

Ibrahim memperingatkan bahwa pelemahan rupiah berpotensi semakin parah dalam waktu dekat. Hal ini dipicu oleh libur nasional yang akan membatasi langkah Bank Indonesia.

“Hari ini rupiah terus mengalami pelemahan, cukup signifikan dan mengkhawatirkan. Apalagi besok libur nasional, sehingga Bank Indonesia tidak bisa melakukan intervensi maksimal di pasar domestik,” ujar Ibrahim .

Dengan tekanan yang terus menerpa, Ibrahim memproyeksikan nilai tukar rupiah berpotensi menyentuh level Rp18.000 per dolar AS dalam waktu dekat.

“Target psikologis Rp18.000 per dolar AS disebut-sebut bisa tercapai dalam pekan ini jika ketegangan global tidak mereda,” pungkasnya .

Selain faktor geopolitik, kondisi fundamental ekonomi domestik juga ikut membebani rupiah. Defisit transaksi berjalan Indonesia melebar menjadi USD4,01 miliar pada kuartal I 2026, jauh lebih tinggi dibandingkan USD0,15 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya .

Surplus perdagangan juga menyusut dari USD13,07 miliar menjadi hanya USD7,98 miliar, memperparah sentimen negatif terhadap mata uang Garuda.

Pelemahan rupiah juga berdampak pada pasar keuangan lainnya. Pemerintah yang tengah menggelar lelang Surat Utang Negara (SUN) dengan target Rp36 triliun diprediksi akan mengalami kesulitan menarik minat investor .

Kenaikan harga minyak mentah dunia yang sudah menembus USD92 per barel juga diprediksi akan semakin memperburuk defisit fiskal dan transaksi berjalan, mengingat Indonesia adalah negara importir minyak bersih.

(databoks/katadata/kontan/bloomberg****/indopremier***)

Komentar :

Tinggalkan Komentar

Please enter your comment!
Please enter your name here

Advertisementspot_img

Advertisement

DiJual : Rumah di mountain view residen blok c1 no 9 paniki bawah kota manado - Asri, lokasi strategis dekat bandara, dekat pusat bisnis -Nego langsung dengan pemilik - tanpa perantara - SHM - Luas bangunan 125m2, luas tanah 330 m2, 4 kamar, 2 kamar mandi, ruang tamu, ruang keluarga, air perumahan, listrik 5500 watt, carport, security 24/7 - yang berminat bisa menghubungi: wa: 0811439028 atau email: advertisement@komentar-news.com

More like this

Viral! Klaim 4,9 Juta Data BCA Bocor di Dark...

Jakarta, KomentarNews - Media sosial tengah dihebohkan dengan kabar dugaan kebocoran data nasabah Bank Central Asia (BCA) yang...

Menkeu Purbaya Bantah Lesu: “Itu Analisa Ekonom TikTok!”, Buktikan...

Bantul, YOGYAKARTA, Komentarnews - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa melontarkan kritik tajam terhadap narasi pesimistis yang berkembang di...

BI Waspadai Lonjakan Harga Minyak dan Gejolak Global, Inflasi...

Jakarta, Komentarnews - Meskipun inflasi nasional pada bulan April 2026 tercatat melandai, Bank Indonesia (BI) justru melihat ancaman...

More

Recomended