Jakarta, komentarNews – Gelombang kejutan melanda Badan Gizi Nasional (BGN) pada Selasa (2/6/2026) malam. Presiden Prabowo Subianto secara resmi mencopot Kepala BGN Dadan Hindayana beserta dua wakilnya, Lodewyk Pusung dan Sony Sanjaya. Langkah ini diambil setelah satu setengah tahun masa evaluasi kinerja.
“Hari ini, Selasa tanggal 2 Juni tahun 2026, Bapak Presiden mengambil keputusan untuk melakukan pergantian pimpinan Badan Gizi Nasional,” ujar Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi dalam konferensi pers di Jakarta, Selasa malam .
Keputusan ini diambil bukan tanpa alasan. Setelah melalui masa monitoring dan evaluasi yang panjang, Presiden mencatat tiga masalah serius dalam tubuh BGN: kedisiplinan menjalankan SOP, masalah tata kelola, dan yang paling krusial adalah penurunan kualitas makanan program Makan Bergizi Gratis (MBG).
“Ada yang berkenaan dengan masalah kedisiplinan dalam menjalankan SOP, ada yang berkenaan dengan masalah kedisiplinan dalam menjalankan tata kelola. Termasuk kedisiplinan di dalam menjaga kualitas dari makanan yang seharusnya sudah ditetapkan oleh Badan Gizi Nasional,” kata Prasetyo Hadi di Ruang Sidang Kabinet, Istana Merdeka, Jakarta .
Drama ini semakin memanas pada Rabu (3/6/2026). Kepala Kantor Staf Kepresidenan (KSP), Dudung Abdurachman, menyebut ada indikasi yang lebih serius di balik pencopotan tersebut, yaitu dugaan praktik jual beli titik Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
“Ya, kemungkinan besar seperti itu,” ujar Dudung saat menjawab pertanyaan wartawan di kompleks parlemen, Jakarta .
Ia menjelaskan bahwa keputusan Presiden tidak serta-merta diambil berdasarkan satu laporan saja, melainkan dari banyak sumber informasi yang masuk.
“Banyak informasi yang sampai ke Presiden, tidak serta-merta dari temuan saya di lapangan, tetapi dari banyak sumber,” jelasnya .
Pencopotan ini segera diikuti dengan tindakan hukum. Tim Penyidik Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus (JAM Pidsus) Kejaksaan Agung langsung menggeledah kantor BGN di kawasan Kebon Sirih, Jakarta Pusat, pada Rabu (3/6/2026) sejak dini hari.
“Penyidik pidsus Kejaksaan Agung benar melakukan geledah di kantor BGN,” kata Pelaksana Harian Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Kejagung, Mochamad Jeffry, kepada wartawan .
Berdasarkan pantauan di lapangan, penggeledahan berlangsung siang hari dan berlangsung cukup lama. Karyawan BGN tidak diperbolehkan masuk ke dalam gedung dan terpaksa menunggu di luar. Ruangan yang menjadi fokus penyelidikan adalah ruang lantai dua yang merupakan kantor para pimpinan BGN .
Untuk memastikan program MBG tidak terhambat, Presiden Prabowo langsung mengisi kekosongan pimpinan. Mantan Wakil Kepala BGN, Nanik Sudaryati Deyang, ditunjuk sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Kepala BGN yang baru .
“Bapak Presiden memutuskan untuk mengangkat saudari Nanik Sudaryati Deyang sebagai Kepala Badan Gizi Nasional yang baru,” kata Prasetyo Hadi .
Turut dilantik dua wakil kepala baru yaitu Agustina Arumsari, yang juga menjabat sebagai Wakil Kepala Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP), serta Mayjen TNI Trenggono .
Mensesneg berharap pimpinan baru ini dapat segera melakukan konsolidasi dan memperkuat koordinasi lintas sektor demi keberlanjutan program prioritas nasional ini .
Meski dicopot, Dadan Hindayana merespons dengan sikap legowo. Ia menyatakan pergantian pejabat adalah hak prerogatif mutlak Presiden.
“Pergantian anggota kabinet merupakan hak mutlak penuh Bapak Presiden RI. Beliau paham betul yang terbaik untuk melaksanakan program kerja yang dicanangkan,” ujar Dadan .
Ia juga mengucapkan selamat kepada pimpinan baru BGN dan mendoakan program MBG semakin berkualitas.
(Kompas TV/Tribunnews/detikNews/RRI/CNN Indonesia)






