MINUT, KOMENTAR NEWS Jargon ‘Prestasi Jangan Berhenti’ yang digaungkan Bupati Joune J. E. Ganda dan Wakil Bupati Kevin W. Lotulung (JGKWL), nampaknya betul-betul diimplementasikan jajaran tenaga kesehatan Puskesmas Kauditan di bawah komando, dr Theresia S. H. Tiow.
Betapa tidak, meski telah berhasil memboyong dua penghargaan lewat inovasi SIMPATIS (Skrining Ibu Hamil Penyakit Hepatitis B, HIV dan Sifilis), kini Puskesmas yang menyentuh akreditasi paripurna pada tahun 2024 itu kembali membuat terobosan berlabel BAKENDIS atau Bersama Kendalikan Penyakit Kronis.
Dokter Ete, sapaan akrab Kepala Puskesmas Kauditan, ketika ditemui wartawan media ini mengatakan, inovasi BAKENDIS dihadirkan dengan tujuan meningkatkan kesadaran masyarakat dalam mencegah dan mengendalikan penyakit kronis, seperti hipertensi, diabetes melitus, dan penyakit tidak menular lainnya, melalui penerapan pola hidup sehat secara konsisten.
“Lewat program BAKENDIS ini, kita libatkan masyarakat untuk bagaimana membuat komitmen menerapkan gaya hidup sehat setiap hari. Dan tentu ini kita lakukan melalui sosialisasi serta edukasi langsung yang intens ke masyarakat,” kata dr Ete, Senin (18/8/2025).
Dikatakannya lagi, sebagaimana program SIMPATIS yang boleh menyasar sampai ke masyarakat, ia pun berharap hal serupa boleh terimplementasi pada inovasi BAKENDIS.
Lebih jauh, disinggung soal esensi BAKENDIS, salah satu dokter yang terkenal inovatif dengan beragam raihan prestasi ini menjelaskan, program ini mengajak masyarakat menerapkan lima langkah sederhana namun penting dalam menerapkan gaya hidup sehat.
“Ada lima hal yang jadi sasaran utama program ini, yakni: Minum obat secara teratur sesuai dosis yang dianjurkan tenaga kesehatan, Istirahat yang cukup untuk menjaga kondisi tubuh tetap prima, Melakukan olahraga minimal 30 menit setiap hari atau secara rutin, Mengonsumsi makanan sehat dengan gizi seimbang serta Mengelola dan mengendalikan stres agar kesehatan fisik maupun mental tetap terjaga,” urainya.
Ia pun berharap melalui edukasi dan pendampingan yang berkelanjutan, angka penyakit kronis di wilayah pelayanan Puskesmas Kauditan dapat ditekan sehingga kualitas hidup masyarakat semakin meningkat.
“Pada akhirnya, bisa dibilang bahwa program BAKENDIS juga merupakan bagian dari upaya serta dukungan kami Puskesmas Kauditan dalam memperkuat pelayanan kesehatan promotif dan preventif, sejalan dengan visi Pemerintah Kabupaten Minahasa Utara dalam mewujudkan masyarakat yang sehat, produktif, dan sejahtera,” kuncinya.
Sekadar diketahui, pada momentum HUT Proklamasi ke-80 ini, Puskesmas Kauditan berhasil meraih 4 penghargaan sekaligus yakni: Inovasi SIMPATIS dengan nilai tertinggi dalam Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik yang diselenggarakan oleh Kementerian PAN-RB, Puskesmas tercepat dalam penyelesaian 20 indikator Indeks Inovasi Daerah Kabupaten Minahasa Utara, Juara I dalam Lomba Kebersihan dan Penataan Kantor Antar Puskesmas serta Juara III Lomba Kebersihan Toilet Antar Puskesmas. (ein)