MINUT, KOMENTAR NEWS Tidak bisa dipungkiri jika kepemimpinan Bupati Joune J. E. Ganda dan Wakil Bupati Kevin W. Lotulung (JGKWL), telah berhasil membawa Kabupaten Minahasa Utara (Minut), kian eksis di berbagai bidang.
Bahkan, tidak jarang Minut dijadikan percontohan atau pilot project untuk sejumlah program strategis. Terbaru, Kamis (2/7/2026), bumi Klabat didapuk sebagai pusat lokasi kegiatan untuk program ‘Tanam Serentak’ di wilayah Sulawesi, dalam kaitannya dengan program hilirisasi kelapa sebagaimana digagas Presiden Prabowo Subianto.
Adapun kegiatan ini digelar di Kelurahan Airmadidi Atas, lewat kolaborasi Pemkab Minut dalam hal ini Dinas Pertanian dan Balai Besar Penerapan dan Modernisasi (BBPM).
Dalam pernyataannya kepada sejumlah media, Bupati JG melalui Kepala Dinas Pertanian, Bertha L. Katuuk, mengaku merasa terhormat boleh mendapat kepercayaan menjadi lokasi central kegiatan penanaman serentak secara nasional ini.
“Kita tahu bersama bahwa program hilirisasi ini memiliki beberapa tujuan strategis di antaranya membuka lapangan kerja, menaikkan pendapatan petani hingga menekan kemiskinan. Nah, ketika Kabupaten Minahasa Utara dipercaya menjadi lokasi pusat kegiatan penanaman serentak, ini juga menjadi bukti nyata bahwa kita sangat mendukung program strategis ini,” kata Katuuk.
Dengan bergulirnya program ini, ia memastikan jika pihaknya akan mensupport penuh, guna tercapainya tujuan maksimal meski harus dilakukan secara bertahap.
Diketahui, saat ini pihaknya sedang mengoptimalkan program pemberdayaan 1.000 Ha lahan kelapa yang menyerap 2.000 petani di lima kecamatan.
“Artinya, ketika program jalan, maka masalah kemiskinan, lapangan kerja hingga bagaimana menaikkan pendapatan petani, itu boleh tertangani. Dan ini telah menjadi atensi serius Pak Bupati sampai saat ini,” ungkapnya.
Oleh karena itu, dengan dicanangkannya program ini, ia berharap semua pihak yang terlibat bisa secara maksimal menggunakan setiap potensi yang ada.
“Baik petani, maupun tenaga pendamping, kita berharap boleh membangun kolaborasi yang kuat sehingga program ini boleh terlaksana sesuai harapan,” kuncinya.
Sekadar diketahui, program Kementerian Pertanian di tahun 2026, Kabupaten Minut mendapat alokasi 800 ha kelapa Genja untuk dukung pariwisata Likupang dan 9.200 ha kelapa Dalam untuk industri kelapa parut, santan, dan minyak. (ein)