MINUT, KOMENTAR NEWS Dalam upaya mematangkan perencanaan kebutuhan Barang Milik Daerah (BMD), sebagaimana juga merupakan arahan Bupati Joune J. E. Ganda, Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) Kabupaten Minut, menggelar kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) penyusunan Rencana Kebutuhan BMD.
Diketahui, kegiatan yang digelar di salah satu hotel ternama di wilayah Kecamatan Kalawat, Kamis (1/10/2026) ini, dibuka Sekretaris Daerah (Sekda), Novly G. Wowiling, yang mewakili Bupati JG.
“Ini merupakan salah satu kegiatan yang strategis untuk menyamakan pemahaman sekaligus meningkatkan ketepatan perangkat daerah dalam menyusun kebutuhan barang untuk mendukung pelaksanaan program dan kegiatan tahun 2027 nanti,” kata Wowiling meneruskan pesan Bupati JG.
Itulah sebabnya, ia meminta semua peserta untuk tidak menganggap enteng kegiatan yang turut melibatkan Tim Analis Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL), yang sekaligus bertindak sebagai Narasumber itu.
“Ingat, tahapan penyusunan dokumen perencanaan yang akan kita bahas dalam kegiatan ini akan menjadi bagian penting dari proses perencanaan anggaran sekaligus instrumen untuk memastikan pengelolaan aset daerah berjalan efektif, efisien dan dapat dipertanggungjawabkan di waktu-waktu mendatang,” serunya.
Tak kalah penting, sambung dia, RKBMD harus disusun dengan baik, sesuai kebutuhan masing-masing perangkat daerah dan program kegiatan yang akan dilaksanakan.
“Maka dari itu, dengan perencanaan yang tepat, pengelolaan barang milik daerah juga dapat berjalan lebih tertib dan dapat dipertanggungjawabkan. Dan konsep inilah yang akan diperdalam lewat kegiatan Bimtek ini,” tuturnya sembari mengingatkan kembali perihal usulan pengadaan yang harus memiliki keterkaitan yang jelas dengan tugas, fungsi serta program prioritas perangkat daerah.
“Oleh karena itu, setelah mengikuti kegiatan ini, saya berharap setiap perangkat daerah perlu melakukan identifikasi secara cermat terhadap kebutuhan barang yang benar-benar diperlukan.
“Pada akhirnya, semua yang sudah diterima sepanjang Bimtek, itu kiranya dapat diterapkan dalam proses penyusunan dokumen RKBMD,” kuncinya.
Sementara itu, terkait kehadiran tim Analisis KPKNL, Kepala BKAD Minut, Carla A. Sigarlaki, berharap dapat menghasilkan kesamaan pemahaman di seluruh perangkat daerah, sehingga usulan kebutuhan barang dapat disusun secara terukur, tepat sasaran dan berdasarkan skala prioritas.
“Dengan perencanaan yang semakin akurat, pengelolaan aset daerah diharapkan tidak hanya lebih tertib secara administrasi, tetapi juga mampu mendukung efektivitas penyelenggaraan pemerintahan serta peningkatan pelayanan kepada masyarakat,” harapnya. (ein)






