MINUT, KOMENTAR NEWS Turnamen berlabel Darunu Cup 2026, telah menyentuh laga pamungkas, Minggu (4/10/2026) sore.
Menariknya, hasil akhir dari turnamen yang berlangsung di lapangan Desa Wisata Darunu ini, memperlihatkan bahwa tim dari luar mendominasi daftar juara.
Hal ini seakan makin mempertegas jika eksistensi Desa Wisata Darunu tidak hanya di Kabupaten Minahasa Utara (Minut), tapi telah sampai ke kabupaten kota lain.
Hukum Tua (Kepala Desa) Desa Wisata Darunu, Ruddy B. Jacobus, S.Pd, N.LP, ketika dikonfirmasi, tak menampik hal itu.
“Juara satu dan dua diraih kesebelasan dari Kota Bitung. Begitu juga juara tiga, dimenangkan tim dari Kota Manado. Sementara tim lokal ada di posisi empat yaitu Philipine FC dari Desa Lansa yang menjadi perwakilan Minut,” kata Bije, sapaan akrab Hukum Tua.
Meski begitu, menurut dia hasil akhir dari turnamen yang bergulir kurang lebih sebulan ini, bukan berarti jika tim lokal kalah kualitas dibanding kesebelasan dari luar.
Sebaliknya, Alumni Fakultas Ekonomi (Fekon) Universitas Negeri Manado (UNIMA) ini lebih melihat dari sisi gaung Desa Wisata Darunu telah sampai ke kabupaten kota lain.
“Justru inilah yang kita harapkan, di mana ketika banyak orang luar yang datang ke sini (Desa Wisata Darunu), sudah pasti akan ikut memberi dampal positif terhadap roda perputaran ekonomi, termasuk UMKM yang sedang kita kembangkan,” sebutnya.
“Jadi, selain anak-anak muda boleh saling kenal, pasti tercipta persahabatan. Dan dari persahabatan itulah kemudian lahir perdamaian. Sebaliknya, potensi terciptanya ruang radikalisme, pertikaian, tawuran hingga permusuhan, itu makin sempit, karena mereka kita arahkan ke hal-hal positif, termasuk di dalamnya ialah pada turnamen Darunu Cup 2026, kemarin,” sambungnya.
Lebih jauh lagi, dengan suksesnya dua iven besar dalam momen HUT ke-189, yakni Darunu Culture Festival 2026 dan Darunu Cup 2026, ia berharap Desa Wisata Darunu akan semakin dikenal oleh publik.
“Memang puji Tuhan, sejauh ini kita sudah berulang kali menerima kunjungan wisatawan mancanegara yang terpikat dengan keindahan bawah laut yang ada di pesisir Desa Wisata Darunu, namun apa salahnya jika jumlah kunjungan ini kita terus tingkatkan, sehingga ekonomi masyarakat terutama para ibu-ibu boleh terus meningkat,” kuncinya sembari mempertegas semangat serta komitmen Damai, Aman, Ramah, Nyaman, untuk semua orang, yang belakangan diketahui merupakan kepanjangan dari DARUNU.
Sementara itu, Anggota DPRD Minut, Deki Kantale, mengapresiasi konsistensi serta langkah-langkah hebat yang dibuat oleh Pemerintah Desa Wisata Darunu.
“Sejak menjadikan pengembangan wisata sebagai arah pembangunan desa, saya melihat konsistensi yang betul-betul terjaga, tidak heran jika kemudian Desa Wisata Darunu boleh melaksanakan dua iven besar kemarin,” ujar Dekan, sebutan akrab Kantale.
Ia juga berharap terobosan yang sudah dibuat oleh Bije cs, boleh memotivasi desa-desa yang lain untuk menghadirkan inovasi guna menunjang visi-misi bupati dan wakil bupati.
“Kalau tidak ada hutan Mangrove, tentu ada potensi-potensi lain yang boleh dikembangkan untuk kemudian bisa dijadikan sumber PAD,” tutup politisi Perindo ini.
Sekadar diketahui, pertandingan pamungkas Darunu Cup 2026, turut dimeriahkan laga Eksebisi yang mempertemukan tim Polsek Wori vs Pemdes Darunu.
Laga pembuka untuk partai final ini, dimenangkan Pemdes Darunu dengan skor 1:0.
Untuk diketahui pula, kegiatan ditutup dengan doa oleh Pdt Valingsi Sutrisno, S.Th. Selain itu, ada pula penyerahan hadiah, termasuk tropi kepada para pemenang turnamen. (ein)






