MANADO, KOMENTAR-NEWS.COM — Polemik seputar informasi yang disampaikan oleh tim Anggota DPR RI Hillary Brigitta Lasut semakin meluas. Dua klaim yang disampaikan ke publik ternyata tidak sesuai dengan fakta. Selain pernyataan yang menyebutkan HBL telah dikukuhkan di Komisi III padahal belum demikian, kini muncul pula klaim bahwa HBL ditunjuk langsung oleh Hashim Djojohadikusumo sebagai Ketua Panitia Natal Nasional GEMPAR Indonesia, yang juga terbukti tidak benar.
Anggota DPRD Kota Manado, Jendry Amrain, menyikapi hal ini dengan tegas. Ia mengaku sangat mendukung kegiatan keagamaan berskala nasional yang digelar di Sulawesi Utara. Semakin banyak kegiatan rohani seperti Natal Nasional dilaksanakan di daerah, maka Bumi Nyiur Melambai akan semakin diberkati. Namun, dukungan ini tidak membuatnya menutup mata terhadap ketidakbenaran yang disebarkan ke publik.
“Saya sangat menyayangkan adanya informasi yang tidak benar yang disampaikan ke masyarakat. Selain klaim penunjukan oleh Bapak Hashim Djojohadikusumo yang ternyata tidak benar, sebelumnya timnya juga menyampaikan bahwa HBL sudah dikukuhkan ke Komisi III, padahal kenyataannya belum demikian. Yang dikhawatirkan adalah justru bukan nama baik HBL yang jatuh, melainkan kepercayaan publik terhadap timnya sendiri yang semakin dipertanyakan,” ujar Jendry Amrain.
Jendry menegaskan bahwa Surat Keputusan kepengurusan Panitia Natal Nasional GEMPAR Indonesia ditandatangani oleh Ketua GEMPAR Indonesia, bukan oleh Hashim Djojohadikusumo. Namun, informasi yang beredar di media sosial justru menyebutkan bahwa HBL ditunjuk langsung oleh beliau.
“Kita tidak mempersoalkan siapa yang menjadi ketua panitia. Yang penting adalah jangan mencatut nama Bapak Hashim yang sama sekali tidak pernah menyampaikan hal demikian. Klarifikasi dari Recky Langie telah mempertegas hal ini, karena kita khawatir ada pihak yang memanfaatkan momen Natal Nasional untuk kepentingan pribadi, termasuk dugaan pencarian dana atau proposal yang membawa-bawa nama beliau tanpa mandat yang sah,” tegas Jendry.
Jendry berharap ke depannya informasi yang disampaikan kepada publik dapat lebih akurat dan dapat dipertanggungjawabkan. Kebenaran adalah fondasi kepercayaan masyarakat, dan apalagi di momen yang bersifat kerohanian, kejujuran harus menjadi hal yang paling utama.(***)






