Jakarta, Komentarnews – Konflik berkepanjangan antara Amerika Serikat (AS)-Israel dengan Iran tidak hanya menyisakan duka di Timur Tengah, tetapi juga memaksa negara-negara di Asia Tenggara untuk memutar otak. Dengan harga minyak dunia yang menyentuh USD 100 per barel dan Selat Hormuz yang praktis tertutup, sejumlah anggota ASEAN mulai menerapkan kebijakan penghematan energi darurat. Mulai dari pemangkasan hari kerja hingga imbauan bekerja dari rumah (WFH) .
Filipina: 4 Hari Kerja dan Larangan Perjalanan Dinas
Filipina menjadi salah satu negara yang paling cepat bereaksi. Presiden Ferdinand “Bongbong” Marcos Jr. pada Jumat (6/3) mengumumkan penerapan empat hari kerja bagi seluruh instansi pemerintah. Kebijakan ini mulai berlaku pada Senin (9/3) sebagai respons atas dampak ekonomi akibat konflik.
“Kita adalah korban perang yang bukan kemauan kita,” ujar Bongbong dalam pernyataannya .
Ketergantungan Filipina yang sangat tinggi, yakni 96 persen pasokan minyaknya berasal dari Teluk Persia, menjadi alasan utama kebijakan ini. Selain memangkas hari kerja, pemerintah juga mewajibkan penghematan konsumsi BBM dan listrik sebesar 10-20 persen, serta melarang perjalanan dinas ke luar negeri dan mengalihkan rapat ke sistem virtual .
Thailand: Atur Suhu AC hingga Tutup SPBU Dini Hari
Thailand mengambil langkah serupa. Perdana Menteri sementara Thailand, Anutin Charnvirakul, pada Selasa (10/3) meminta pegawai negeri untuk bekerja dari rumah dan menangguhkan perjalanan ke luar negeri demi menghemat persediaan energi nasional .
Menteri Energi Thailand bahkan mengusulkan pengaturan suhu pendingin ruangan (AC) di kantor pemerintah dan swasta pada kisaran 26-27 derajat Celsius. Jika situasi memburuk, pemerintah berencana meredupkan lampu papan reklame dan menutup SPBU mulai pukul 22.00 malam. Tak hanya itu, warga juga diimbau untuk mengurangi penggunaan lift dan mesin fotokopi .
Thailand memperoleh 74 persen minyaknya dari Teluk Persia .
Vietnam: Imbau Pakai Sepeda dan Beralih ke Transportasi Umum
Vietnam juga tak luput dari imbas konflik. Pemerintah mendorong karyawan untuk bekerja dari rumah “kapan pun memungkinkan” sebagai langkah antisipasi lonjakan permintaan BBM .
Langkah yang lebih ekstrem dilakukan dengan mengimbau warga membatasi penggunaan kendaraan pribadi dan beralih ke transportasi umum. Bahkan, masyarakat diminta untuk mulai menggunakan sepeda konvensional .
Dengan 87 persen pasokan minyaknya berasal dari Timur Tengah, Vietnam memang masuk dalam kategori negara paling rentan di kawasan ini. Imbauan tersebut dipicu oleh antrean panjang di sejumlah SPBU dan laporan penutupan sementara puluhan SPBU kecil akibat pasokan yang menipis .
Langkah Kolektif ASEAN: Percepatan Perjanjian Cadangan Minyak
Di tengah krisis, ASEAN sebagai organisasi regional juga bergerak. Dalam pertemuan para menteri ekonomi, disepakati untuk mempercepat finalisasi ASEAN Petroleum Security Agreement (APSA). Perjanjian ini dirancang untuk memungkinkan negara anggota saling memasok kebutuhan minyak jika terjadi kelangkaan .
“Jadi, pada dasarnya situasi saat ini akan mendorong negara-negara ASEAN untuk mempercepat penyelesaian perjanjian itu,” ujar Menteri Perdagangan Filipina Allan Gepty .
Mekanisme ini mengatur bahwa negara anggota yang mengalami kelangkaan kritis (minimal 10 persen dari kebutuhan domestik) dapat mengaktifkan klausul bantuan pasokan dari negara tetangga .
Di tingkat menteri luar negeri, Ketua ASEAN yang juga Menteri Luar Negeri Filipina, Enrique Manalo, menegaskan bahwa blok ini akan terus mengintensifkan sinergi antar sektor terkait, termasuk ekonomi, keuangan, transportasi, pangan, dan energi, untuk memperkuat kesiapsiagaan regional .
Dengan ketergantungan tinggi pada impor minyak dari Timur Tengah, langkah-langkah darurat ini menjadi bukti bahwa dampak perang telah benar-benar sampai ke jantung Asia Tenggara .
(*ANT/ *CNN Indonesia/ *Presidential Communications Office PH/ *PNA)
