Thursday, April 16, 2026

Nvidia: OpenClaw Sebesar Windows, Jadi Fondasi AI Agent Masa Depan

San Jose, KomentarNews – Nvidia, raksasa teknologi yang menjadi perusahaan paling bernilai di dunia sekaligus ikon utama ledakan kecerdasan buatan (AI), kini mempertaruhkan masa depannya pada kebangkitan agen AI (AI agent). Dalam konferensi tahunan GTC yang digelar di San Jose, Senin (17/3/2026), perusahaan yang dipimpin Jensen Huang ini mengumumkan serangkaian pembaruan perangkat lunak dan keras untuk mendorong pengembangan agen AI, yaitu asisten digital yang dapat melakukan tugas-tugas kompleks bagi penggunanya .

Mengenakan jaket kulit hitam khasnya, Huang melontarkan sederet pengumuman penting di hadapan puluhan ribu peserta yang menyebut acara ini sebagai “Super Bowl”-nya AI .

Salah satu pengumuman paling signifikan adalah seperangkat alat untuk membantu pengembangan agen AI berbasis OpenClaw, platform agen yang tengah menjadi buah bibir di Silicon Valley. Nvidia menyediakan sumber daya khusus yang menambahkan kontrol privasi dan keamanan pada OpenClaw, langkah krusial mengingat platform populer ini sempat menimbulkan kekhawatiran di kalangan pakar keamanan siber .

Huang menyebut OpenClaw sebagai “sistem operasi untuk AI personal” dan menyamakan pentingnya platform ini dengan sistem operasi Mac dan Windows di masanya.

“OpenClaw adalah yang nomor satu. Ini adalah proyek sumber terbuka paling populer dalam sejarah umat manusia, dan itu terjadi hanya dalam beberapa minggu,” ujar Huang .

Ia menambahkan, Nvidia telah bekerja sama langsung dengan pencipta OpenClaw, Peter Steinberger, yang baru saja direkrut oleh OpenAI. “Setiap perusahaan di dunia saat ini perlu memiliki strategi OpenClaw, strategi sistem agen. Ini adalah komputer baru. Ini sebesar HTML, sebesar Linux,” tegasnya .

Nvidia juga mengumumkan pembaruan pada platform komputasi barunya, Vera Rubin, yang disebut terdiri dari tujuh chip dan kini memasuki tahap produksi penuh. Yang menarik, platform ini mencakup rak komputasi pusat baru yang berbasis pada central processing units (CPUs) , bukan graphics processing units (GPUs) yang selama ini menjadi identitas Nvidia. CPU dinilai lebih ideal untuk menjalankan proses komputasi yang diperlukan untuk menggerakkan agen AI .

Selain itu, Nvidia juga mengintegrasikan prosesor non-Nvidia ke dalam sistemnya: “language processing units” (LPUs) berkecepatan tinggi dari perusahaan AI Amerika, Groq. Langkah ini menyusul kesepakatan senilai USD20 miliar (sekitar Rp330 triliun) yang diteken Nvidia dengan Groq pada November lalu. Kemitraan strategis ini memungkinkan Nvidia memperkuat ekosistemnya dengan teknologi pemrosesan bahasa terdepan dari Groq.

Berbeda dengan chatbot AI yang hanya merespons pertanyaan, agen AI dapat secara otonom menyelesaikan tugas-tugas seperti membangun situs web, membuat materi pemasaran, dan mengirim email. Agen AI saat ini menjadi fokus terbesar Nvidia, sebagian besar didorong oleh popularitas OpenClaw serta agen Claude Code dan Cowork milik Anthropic .

Huang menyampaikan visi masa depan yang ditransformasi oleh AI, di mana permintaan untuk chip mereka akan tumbuh tanpa batas. Ia menyebut permintaan komputasi “terus meningkat” dan memperkirakan pendapatan Nvidia akan mencapai USD1 triliun (sekitar Rp16.550 triliun) pada tahun 2027.

“Ada alasan untuk itu. Infleksi fundamental ini—AI mampu melakukan pekerjaan produktif, dan oleh karena itu titik infleksi inferensi telah tiba,” kata Huang .

Nvidia juga berupaya mempersiapkan teknologi mereka untuk masa depan dengan cara lain. Mereka meluncurkan modul luar angkasa untuk Vera Rubin, yang bertujuan membawa teknologi terbaru mereka ke pusat data di orbit bumi. Ini menjadi area yang semakin diminati para raksasa teknologi karena mereka berebut lahan untuk membangun pusat data. CEO OpenAI Sam Altman serta CEO xAI dan Tesla Elon Musk sama-sama pernah berbicara tentang penggunaan ruang angkasa untuk membantu memberi daya pada pusat data dan sistem AI yang haus energi .

Analis Wedbush, Dan Ives, menilai langkah Nvidia menunjukkan fokus baru perusahaan. “Nvidia kini fokus melampaui sekadar komputasi dengan perhatian besar pada masa depan jaringan di dunia baru AI ini,” ujarnya menjelang konferensi Senin .

(*Nvidia/ *Reuters/ *CNBC/ *The Verge)

Tinggalkan Komentar

Please enter your comment!
Please enter your name here

Berita terkait

Selfie Monyet 2011 Jadi Kunci Hukum AI Copyright Mahkamah Agung AS

London, Komentarnews - Foto selfie yang diambil monyet crested...

YouTube Tunda Iklan saat Chat Ramai, Penonton Dukung Kreator Bebas Iklan Sementara

Jakarta, KomentarNews – YouTube mengumumkan pembaruan pada pengalaman pengguna saat...

Rockstar Games Kembali Diretas, Kelompok ShinyHunters Klaim Curi Data, Tapi Perusahaan Bilang “Tidak Berdampak”

Jakarta, Komentarnews – Pengembang game fenomenal Grand Theft Auto (GTA),...

Jerome Powell dan Scott Bessent Panggil Wall Street Bahas Celah Keamanan AI Mythos Milik Anthropic

Washington D.C. KomentarNews – Gubernur Bank Sentral AS (Federal Reserve) Jerome...

WeChat Larang Konten Hasilkan AI Sepenuhnya: “Kami Dukung Kreativitas Manusia Sejati”

Beijing, KomentarNews – Aplikasi pesan instan dan media sosial asal...

Tag # Terpopuler

Iklan

DiJual : Rumah di mountain view residen blok c1 no 9 paniki bawah kota manado - Asri, lokasi strategis dekat bandara, dekat pusat bisnis -Nego langsung dengan pemilik - tanpa perantara - SHM - Luas bangunan 125m2, luas tanah 330 m2, 4 kamar, 2 kamar mandi, ruang tamu, ruang keluarga, air perumahan, listrik 5500 watt, carport, security 24/7 - yang berminat bisa menghubungi: wa: 0811439028 atau email: advertisement@komentar-news.com