Thursday, April 16, 2026

IHSG Terkoreksi 1,89 Persen ke 7.164, Investor Khawatir Konflik AS-Iran Bisa Ganggu Gencatan Senjata

Jakarta, Komentarnews – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Kamis sore (26/3/2026) ditutup melemah 138,03 poin atau 1,89 persen ke posisi 7.164,09. Pelemahan ini mengikuti bursa saham kawasan Asia di tengah ketidakpastian negosiasi gencatan senjata antara Amerika Serikat (AS) dengan Iran.

Kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 juga turut terkoreksi 14,72 poin atau 1,97 persen ke posisi 731,73. Sepanjang perdagangan, IHSG bergerak di zona merah setelah sempat dibuka menguat pada awal sesi.

Eskalasi Konflik Picu Kekhawatiran Inflasi

Pengamat pasar modal Elandry Pratama menjelaskan bahwa eskalasi konflik AS-Iran yang juga melibatkan Israel menjadi faktor utama di balik pelemahan ini.

“Eskalasi konflik Amerika Serikat-Iran yang juga melibatkan Israel mendorong lonjakan harga minyak, sehingga memicu kekhawatiran inflasi global kembali naik dan menunda ekspektasi penurunan suku bunga,” ujar Elandry saat dihubungi ANTARA di Jakarta, Kamis.

Menurutnya, ketidakpastian konflik mendorong pelemahan bursa saham kawasan Asia karena risiko gangguan pasokan energi dan potensi eskalasi militer yang lebih luas. Pelaku pasar saat ini menunggu perkembangan konflik di kawasan Timur Tengah, termasuk peluang gencatan senjata maupun risiko eskalasi lanjutan meskipun ada dorongan diplomasi dari Donald Trump.

Investor Cenderung Defensif, Asing Masih Aksi Jual

Elandry menambahkan bahwa arah kebijakan bank sentral AS (The Fed) tetap menjadi fokus utama, terutama terkait inflasi dan kepastian waktu penurunan suku bunga global.

“Investor saat ini cenderung defensif, dengan investor asing masih melanjutkan aksi jual. Terlihat indikasi rotasi cukup besar dari investor institusi, terutama dari saham growth ke sektor defensif dan berbasis komoditas,” kata Elandry.

Ia juga mencatat bahwa aliran dana global cenderung bergerak ke aset safe haven seperti dolar AS dan energi, sehingga memberi tekanan tambahan bagi pasar emerging termasuk Indonesia. Dari dalam negeri, tekanan tambahan datang dari pelemahan nilai tukar rupiah serta kekhawatiran meningkatnya beban fiskal akibat harga energi yang tinggi.

Sepuluh Sektor Melemah, Transportasi & Logistik Satu-Satunya yang Menguat

Berdasarkan data perdagangan, sektor transportasi & logistik menjadi satu-satunya sektor yang menguat dengan kenaikan 2,68 persen. Sementara itu, sepuluh sektor lainnya melemah, dengan sektor energi menjadi yang paling dalam koreksinya, turun 2,67 persen, diikuti sektor industri (2,65 persen) dan sektor barang baku (2,16 persen).

Saham-saham dengan penguatan terbesar antara lain AYLS, KUAS, TALF, SSTM, dan SOTS. Sementara saham yang mengalami pelemahan paling dalam adalah DEFI, ROCK, INDS, ICON, dan ARTA.

Volume dan Frekuensi Perdagangan

Frekuensi perdagangan saham tercatat sebanyak 1.725.786 kali transaksi dengan jumlah saham yang diperdagangkan sebanyak 31,14 miliar lembar saham senilai Rp32,34 triliun. Dari total saham yang diperdagangkan, 292 saham naik, 380 saham menurun, dan 148 saham tidak bergerak nilainya.

Pelemahan IHSG Sejalan dengan Bursa Asia

Pelemahan IHSG sejalan dengan bursa saham regional Asia. Indeks Nikkei Jepang melemah 260,62 poin (0,48 persen) ke 53.489,00, indeks Shanghai melemah 42,75 poin (1,09 persen) ke 3.889,08, indeks Hang Seng melemah 479,52 poin (1,89 persen) ke 24.856,43, dan indeks Straits Times Singapura melemah 16,78 poin (0,34 persen) ke 4.887,76.

(*ANT/ *BEI)

Tinggalkan Komentar

Please enter your comment!
Please enter your name here

Berita terkait

Harga Emas Naik Didorong Pelemahan Dolar AS dan Optimisme Gencatan Senjata Iran-AS

Jakarta Komentarnews – Harga emas naik pada perdagangan Kamis (16/4/2026)...

IHSG Dibuka Menguat 0,52 Persen ke 7.663, Investor Risk On di Tengah Optimisme Konflik AS-Iran Hampir Berakhir

Jakarta, Komentarnews – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek...

Ekonomi China Kuartal I 2026 Tumbuh 5 Persen, Perang Iran Ancaman Baru Tekan Permintaan Global

Beijing, KomentarNews – Ekonomi China tumbuh lebih cepat di awal...

Harga Plastik Melonjak 30-100 Persen, GAPMMI: Produk Makanan dan Minuman Ikut Naik, Stok Bahan Baku Terancam Habis

Jakarta, KomentarNews – Ketua Umum Gabungan Pengusaha Makanan dan Minuman...

Kepala Bank Dunia Peringatkan Krisis Lapangan Kerja: 1,2 Miliar Orang Masuk Usia Kerja, Hanya 400 Juta Pekerjaan Tersedia

Washington D.C. KomentarNews – Presiden Bank Dunia Ajay Banga memperingatkan adanya krisis...

Tag # Terpopuler

Iklan

DiJual : Rumah di mountain view residen blok c1 no 9 paniki bawah kota manado - Asri, lokasi strategis dekat bandara, dekat pusat bisnis -Nego langsung dengan pemilik - tanpa perantara - SHM - Luas bangunan 125m2, luas tanah 330 m2, 4 kamar, 2 kamar mandi, ruang tamu, ruang keluarga, air perumahan, listrik 5500 watt, carport, security 24/7 - yang berminat bisa menghubungi: wa: 0811439028 atau email: advertisement@komentar-news.com