Thursday, March 19, 2026

PBB Sambut Gencatan Senjata Idul Fitri Afghanistan-Pakistan: Semoga Bisa Diperpanjang

New York, Komentarnews – Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menyambut baik jeda pertempuran antara Afghanistan dan Pakistan yang diumumkan untuk menandai Hari Raya Idul Fitri. PBB berharap penghentian sementara permusuhan ini dapat diperpanjang demi terciptanya perdamaian yang langgeng di kawasan tersebut.

Wakil Juru Bicara PBB Farhan Haq dalam konferensi pers di New York, Rabu (18/3/2026), mengatakan bahwa jeda pertempuran yang diumumkan mulai Rabu tengah malam merupakan perkembangan positif.

“Itu sebuah perkembangan yang disambut baik,” kata Haq kepada wartawan .

Sebelumnya pada hari yang sama, Afghanistan dan Pakistan mengumumkan gencatan senjata sementara untuk menandai berakhirnya bulan suci Ramadan dan perayaan Idul Fitri 1447 Hijriah. Jeda pertempuran ini diharapkan dapat memberikan ruang bagi warga sipil yang selama ini menjadi korban konflik perbatasan.

Haq mengulangi seruan Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres untuk de-eskalasi dan penghentian permusuhan segera serta kepatuhan terhadap hukum internasional. Menurutnya, langkah Afghanistan dan Pakistan sejalan dengan seruan tersebut.

“Jadi, (jeda) ini sejalan dengan (seruan) itu. Dan kami berharap agar penangguhan selama Idul Fitri dapat diperpanjang,” katanya .

Di sisi lain, PBB juga mengecam serangan Pakistan pada Senin (16/3) yang menargetkan pusat rehabilitasi narkoba di Ibu Kota Kabul. Serangan tersebut menjadi salah satu pemicu meningkatnya ketegangan di antara kedua negara tetangga itu .

Sebelumnya pada awal Maret, Pakistan melancarkan serangan udara terhadap tempat yang diduga menjadi persembunyian militan di Provinsi Nangarhar dan Paktika, Afghanistan. Menurut otoritas setempat, puluhan warga sipil tewas dan terluka dalam serangan tersebut

Konflik perbatasan kedua negara kembali memanas sejak 26 Februari, ketika Afghanistan melancarkan operasi militer terhadap basis Pakistan di sepanjang Garis Durand—perbatasan yang tidak diakui oleh Kabul. Operasi itu dilakukan sebagai balasan atas aksi pemboman di wilayah Afghanistan .

Pakistan kemudian merespons dengan meluncurkan Operasi Ghazab lil Haq, yang disebut sebagai reaksi atas apa yang mereka anggap sebagai “penembakan tanpa provokasi” oleh Afghanistan di beberapa sektor perbatasan .

Dengan adanya gencatan senjata sementara ini, masyarakat internasional berharap kedua negara dapat menahan diri dan memanfaatkan momen Idul Fitri untuk memulai dialog damai yang lebih substantif.

(*UN News/ *Reuters/ *AFP)

Tinggalkan Komentar

Please enter your comment!
Please enter your name here

Berita terkait

Polandia Larang Keras Penggunaan Ponsel di Sekolah Dasar Mulai September 2026

Warsawa, KomentarNews – Polandia akan memberlakukan larangan penggunaan telepon seluler...

Iran Konfirmasi Menteri Intelijen dan Pejabat Tinggi Lain Tewas, Presiden Bersumpah Balas Dendam

Teheran, KomentarNews – Presiden Iran Masoud Pezeshkian pada Rabu (18/3/2026)...

Filipina Pangkas Hari Kerja, Thailand Terapkan WFH, Begini Jurus ASEAN Hadapi Krisis Energi Akibat Perang Iran

Jakarta, Komentarnews – Konflik berkepanjangan antara Amerika Serikat (AS)-Israel dengan...

Tradisi Semangkuk Shamrock di Gedung Putih: Trump Terima Taoiseach Irlandia di Tengah Ketegangan Perang Iran

Washington D.C. KomentarNews – Presiden Amerika Serikat Donald Trump menerima...

Trump Kembali “Maju Sendiri”: AS Tak Butuh Bantuan NATO Amankan Selat Hormuz

Washington D.C.KomentarNews – Presiden Amerika Serikat Donald Trump kembali menegaskan...

Tag # Terpopuler