SULUT, KOMENTAR NEWS Tidak bisa dipungkiri kalau status sebagai ibukota provinsi Sulawesi Utara (Sulut), menjadikan Kota Manado sebagai salah satu daerah munculnya beragam isu sosial, termasuk Kamtibmas.
Perpaduan beragam suku seperti Minahasa, Nusa Utara, Bantik, Bolaang Mongondow, Gorontalo serta sejumlah etnis lainnya, disebut-sebut kerap jadi pemantik lahirnya dinamika sosial. Ditambah lagi, ketimpangan ekonomi serta sejumlah persoalan lainnya.
Namun demikian, bersamaan dengan itu, tingginya nilai toleransi di Kota Tinutuan, digadang-gadang jadi tali pengikat kuat sehingga dinamika tersebut masih terkontrol.
Meski begitu, kondisi ini oleh Persatuan Wartawan Nasrani (Pewarna) Sulut, dijadikan bahan pertimbangan melaksanakan kegiatan Forum Grup Discusion (FGD) yang melibatkan Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Sulawesi Utara, pihak Kejaksaan Tinggi dan Pemkot Manado.
“Masalah sosial, termasuk di dalamnya soal Kamtibmas tidak semata-mata jadi tanggung jawab pemerintah serta aparat, tapi itu merupakan tanggungjawab bersama. Dan atas dasar itu pula, Pewarna terpanggil ambil peran untuk mencari solusi terhadap persoalan tersebut,” kata Ketua DPD Pewarna Sulut, Sisco Manosoh, Senin (19/10/2026).
Ia berharap lewat keterlibatan Pewarna, berkolaborasi dengan pemuka agama, pemerintah serta penegak hukum, ada solusi konkrit guna mengeliminir potensi munculnya masalah sosial tanah Nyiur Melambai, terlebih khusus di Kota Manado.
“Masyarakat teredukasi, unsur pemerintah dan aparat semakin termotivasi, sinergitas jadi makin kuat. Inilah yang kita harapkan lewat FGD ini,” ujarnya.
Lebih jauh, ia menyebutkan, lewat pertemuan yang dirangkaikan dengan Rapat Kerja Daerah (Rakerda) Pewarna ini, semua anggota bisa menjalankan fungsi Jurnalis dengan selalu berlandaskan pada memberi informasi dan mengedukasi.
“Sampaikan berita yang benar, edukasi pembaca lewat produk-produk jurnalis yang mengedukasi sehingga masyarakat semakin bijak dalam menyikapi setiap dinamika yang ada,” tutup jurnalis yang kesehariannya melakukan liputan di Sekretariat DPRD Provinsi Sulut ini.
Sekadar diketahui, hadir dalam kegiatan diskusi yang digelar di aula serbaguna Pemkot Manado itu di antaranya Ketua FKUB Sulut, Pdt. Thomas Renata Ticonuwu, Asisten Tindak Pidana Umum (Aspidum) Kejaksaan Tinggi Sulut, Dr. Reinhart Tololiu, S.H., M.H, Sekda Kota Manado, dr. Steven Dandel serta para pengurus DPC Pewarna. (ein)






