Manado, Komentarnews – Gempa bumi tektonik berkekuatan magnitudo 7,6 mengguncang wilayah perairan Bitung, Sulawesi Utara, dan Ternate, Maluku Utara, pada Kamis (2/4/2026) pukul 05.48 WIB. Guncangan keras yang berlangsung 15-20 detik ini dirasakan hingga Manado dan Gorontalo, serta memicu gelombang tsunami kecil di sejumlah pesisir .
Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Teuku Faisal Fathani menjelaskan bahwa pusat gempa berada di laut pada jarak 129 kilometer tenggara Bitung, dengan kedalaman 33 kilometer. Gempa ini merupakan jenis gempa dangkal akibat aktivitas deformasi kerak bumi dengan mekanisme pergerakan naik (thrust fault) dan termasuk kategori megathrust .
“Gempa ini dangkal dan termasuk megathrust. Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan gempa bumi memiliki mekanisme pergerakan naik (thrust fault),” ujar Pelaksana Tugas Direktur Gempabumi dan Tsunami BMKG Rahmat Triyono dalam konferensi pers .
Badan SAR Nasional (Basarnas) melaporkan satu warga meninggal dunia akibat tertimpa reruntuhan bangunan. Juru Bicara Kantor SAR Manado Nuriadin Gumeleng mengidentifikasi korban sebagai DL (70), seorang perempuan yang tewas setelah tertimpa reruntuhan Gedung Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Sario, Manado .
“Korban meninggal dunia setelah tertimpa reruntuhan gedung dan telah dievakuasi ke Rumah Sakit Bhayangkara,” kata Nuriadin .
Selain korban jiwa, satu orang lainnya mengalami patah kaki karena melompat dari bangunan saat gempa terjadi. “Korban yang mengalami cedera patah kaki sudah mendapat penanganan,” ujar Nuriadin .
Kepala Pelaksana BPBD Bitung Fivy Yurico Kadeke melaporkan empat kecamatan terdampak, yakni Maesa, Matuari, Madidir, dan Lembeh Utara. Kantor Wali Kota Bitung dan Kantor BPBD Bitung turut mengalami kerusakan, dengan dinding lantai 4 kantor wali kota runtuh .
Kerusakan juga terjadi di sejumlah rumah warga, tempat ibadah, serta Gedung KONI Manado yang bagian baratnya rubuh .
BMKG mendeteksi gelombang tsunami dengan ketinggian bervariasi di lima titik pemantauan. Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari merinci gelombang tertinggi tercatat di Minahasa Utara mencapai 0,75 meter .
Berikut data ketinggian tsunami di masing-masing titik:
-
Minahasa Utara: 0,75 meter (pukul 06.18 WIB)
-
Belang: 0,68 meter (pukul 06.36 WIB)
-
Sidangoli: 0,35 meter (pukul 06.16 WIB)
-
Halmahera Barat: 0,30 meter (pukul 06.08 WIB)
-
Bitung: 0,20 meter (pukul 06.15 WIB)
“Meskipun relatif kecil, kondisi ini tetap memerlukan kewaspadaan karena potensi gelombang susulan masih dapat terjadi,” kata Abdul Muhari .
BMKG secara resmi mengakhiri peringatan dini tsunami pada pukul 09.56 Wita setelah pemantauan menunjukkan kondisi laut kembali stabil .
“Peringatan dini tsunami yang disebabkan oleh gempa magnitudo 7,6 dinyatakan telah berakhir pukul 09.56 Wita. Pengumuman ini sangat penting karena tim petugas gabungan sudah bisa masuk ke lokasi-lokasi terdampak,” ujar Kepala BMKG Teuku Faisal Fathani .
Hingga pukul 09.59 WIB, BMKG mencatat sebanyak 40 gempa susulan dengan magnitudo terbesar mencapai 5,5 . Masyarakat diimbau untuk tetap waspada terhadap potensi gempa susulan serta mengikuti informasi resmi dari pemerintah .
(*BMKG/ *BNPB/ *Basarnas/ *ANT)

