Jakarta, KomentarNews – Apple dikabarkan akan menurunkan sejumlah spesifikasi (downgrade) pada iPhone 18 mulai dari layar hingga chipset, sebagai strategi dalam menghadapi efisiensi biaya agar harga jual ponsel tetap kompetitif. Langkah ini diambil di tengah tekanan biaya produksi yang terus meningkat.
Melansir laporan Macrumors, Rabu (22/4/2026), informasi tersebut diungkapkan pembocor teknologi Fixed Focus Digital. Alih-alih menaikkan harga iPhone 18, Apple disebut memilih menurunkan sejumlah komponen, termasuk chip, untuk menekan harga jual.
Fixed Focus Digital menyebut iPhone 18 versi standar akan menerima penurunan manufaktur tertentu sehingga spesifikasinya mendekati model iPhone 18e yang diposisikan sebagai varian lebih terjangkau. “Apple ingin menjaga harga tetap kompetitif, tetapi di saat yang sama biaya produksi naik. Solusinya? Turunkan spesifikasi,” demikian pernyataan sang pembocor.
Salah satu komponen yang terdampak adalah layar. Spesifikasi panel disebut akan diturunkan sehingga kualitas visual layar tidak sebaik generasi sebelumnya. Proses produksi layar juga dikabarkan mengalami perubahan ke tingkat yang lebih rendah.
Sebagai perbandingan, iPhone 17 hadir dengan layar 6,3 inci yang mendukung ProMotion serta tingkat kecerahan luar ruangan hingga 3.000 nits. Karena ProMotion menjadi salah satu peningkatan utama pada generasi sebelumnya, tingkat kecerahan layar diperkirakan menjadi salah satu aspek yang akan dikurangi pada iPhone 18.
Selain layar, Apple juga disebut akan melakukan penyesuaian pada chipset. Jika iPhone 17 menggunakan chip A19 dengan GPU lima inti, iPhone 18 kemungkinan memakai versi empat inti – setara dengan varian yang digunakan iPhone 17e. Pembocor tersebut juga menyebut Apple kemungkinan akan mengubah penamaan chip seri A untuk menyamarkan penurunan spesifikasi ini.
Langkah ini diambil agar Apple tidak perlu menaikkan harga iPhone 18 di tengah tekanan biaya produksi. Selain chip dan layar, penyesuaian juga disebut mencakup memori dan komponen lain.
Analis Apple ternama, Ming-Chi Kuo, menilai bahwa strategi downgrade ini cukup berisiko. “Apple selama ini dikenal dengan peningkatan spesifikasi setiap generasi. Jika iPhone 18 benar-benar mengalami penurunan kualitas layar dan chip, ini bisa menjadi preseden yang merusak reputasi. Namun, jika Apple berhasil menjaga ekosistem dan pengalaman pengguna tetap mulus, konsumen mungkin tidak akan terlalu peduli dengan angka di kertas spesifikasi,” ujar Kuo.
Apple dikabarkan akan memulai tahap Engineering Validation Testing (EVT) untuk iPhone 18 dan iPhone 18e secara bersamaan pada Juni 2026. Tahap ini merupakan proses penting sebelum perangkat masuk ke produksi massal.
Untuk jadwal peluncuran, iPhone 18 standar diperkirakan hadir beberapa bulan setelah model Pro. Apple disebut akan lebih dulu merilis iPhone 18 Pro, iPhone 18 Pro Max, dan ponsel lipat (dikenal dengan nama iPhone Ultra) pada musim gugur 2026. Sementara itu, iPhone 18e, iPhone 18 standar, dan iPhone Air 2 diperkirakan menyusul pada musim semi 2027.
Langkah ini memunculkan pertanyaan apakah Apple sedang mempersiapkan perubahan besar dalam strategi pemasarannya. Apakah ini sinyal bahwa pasar ponsel premium sudah terlalu jenuh sehingga Apple harus “turun kasta” untuk bersaing dengan ponsel Android yang semakin agresif di harga menengah? Hanya waktu yang akan menjawab.
(*Macrumors/ ANTARA)


