Monday, April 20, 2026

Getaran Misterius di Cirebon, BMKG: Hanya Satu Sensor yang Merekam, Belum Bisa Dipastikan Sumbernya

Cirebon, KomentarNews – Suasana tenang di Desa Cipanas, Kecamatan Dukupuntang, Kabupaten Cirebon, mendadak berubah mencekam pada Minggu siang (19/4/2026). Ratusan warga panik dan berhamburan keluar rumah setelah merasakan getaran misterius yang terjadi secara tiba-tiba.

Getaran tersebut dilaporkan dirasakan di tiga wilayah, yakni Blok Beledug, Blok Karang Anyar, dan Blok Tari Kolot. Bahkan, fenomena ini tidak hanya terjadi sekali. Warga menyebut getaran terasa dua kali dalam selang waktu berdekatan, sekitar pukul 11.18 WIB dan 11.21 WIB.

Tak hanya itu, sehari sebelumnya, Sabtu (18/4), warga juga sempat merasakan getaran serupa sebanyak dua kali sekitar pukul 15.00 WIB. Rentetan kejadian ini semakin menambah kekhawatiran masyarakat.

Perangkat Desa Cipanas, Toyib, membenarkan adanya peristiwa tersebut. Berdasarkan pendataan sementara, terdapat satu rumah warga yang mengalami kerusakan ringan akibat getaran.

“Ada satu rumah yang mengalami kerusakan di bagian plafon dan tembok,” ujarnya .

Menanggapi kejadian ini, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melalui Kepala BMKG Bandung, Teguh Rahayu, memberikan penjelasan awal berdasarkan hasil pemantauan alat sensor. Menurutnya, pada Minggu 19 April 2026 pukul 11.22 WIB, sensor BMKG di Pasawahan, Kuningan (PKJM) mencatat adanya getaran. Namun, sinyal yang terekam sangat kecil dan tidak terdeteksi oleh tiga sensor lain yang berada beberapa kilometer dari lokasi.

“Berdasarkan rekaman gelombang P dan S pada sensor PKJM, terdapat selisih waktu sekitar 3 detik. Dari data tersebut, diperkirakan sumber getaran berada pada jarak kurang lebih 10 kilometer dari lokasi sensor,” jelasnya .

BMKG sendiri memiliki empat sensor di wilayah sekitar Cirebon, yakni di Jatiwangi (Majalengka), Pasawahan (Kuningan), Astanajapura, dan Pabuaran (Cirebon). Namun, karena hanya satu sensor yang merekam, analisis lebih lanjut belum dapat dilakukan secara akurat.

“Karena hanya satu sensor yang mencatat, sistem belum bisa melakukan pemrosesan analisis secara menyeluruh. Kami belum dapat memastikan apakah getaran ini merupakan aktivitas seismik lokal atau berasal dari sumber lain seperti aktivitas geotermal maupun gunung api,” tambahnya .

BMKG pun mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak terpancing oleh informasi yang belum jelas kebenarannya. Warga diminta hanya mengandalkan informasi resmi dari BMKG yang disampaikan melalui kanal komunikasi yang telah terverifikasi.

Ahli geologi dari Institut Teknologi Bandung (ITB), Dr. Irwan Meilano, S.T., M.T. , menjelaskan bahwa wilayah Cirebon dan sekitarnya secara tektonik berada di dekat beberapa sesar aktif. “Wilayah ini memang rawan getaran akibat aktivitas sesar lokal. Namun, untuk memastikan penyebab getaran misterius ini, diperlukan data dari minimal tiga sensor untuk triangulasi. Saat ini BMKG masih kesulitan karena hanya satu sensor yang merekam,” ujar Irwan.

“Kemungkinan sumbernya bisa dari aktivitas sesar dangkal, atau bisa juga dari aktivitas geotermal karena Cirebon dikenal memiliki potensi panas bumi. Yang jelas, masyarakat tidak perlu panik, tetapi tetap waspada,” tambahnya.

Sementara itu, hingga saat ini, fenomena getaran misterius tersebut masih menjadi perhatian warga. Banyak warga yang berharap adanya penjelasan lebih lanjut agar tidak menimbulkan kepanikan berkepanjangan.

(*detikcom/ *ANT)

Tinggalkan Komentar

Please enter your comment!
Please enter your name here

Berita terkait

Kementan Uji Coba B50 di Alsintan, Amran: 5,3 Juta Ton CPO Jadi Biofuel, Tahun Ini Tak Impor Solar

Jakarta, Komentarnews – Kementerian Pertanian (Kementan) menguji bahan bakar biodiesel...

Wapres Gibran Tiba di Papua dengan Mahkota Kasuari dan Noken, Disambut Gubernur Meki Nawipa

Nabire, KomentarNews – Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming Raka mengenakan mahkota kasuari...

Pakar UGM: Kenaikan Harga BBM Nonsubsidi Sudah Tepat, Bukan Picu Inflasi, Konsumennya Kelas Atas

Jakarta, KomentarNews – Pakar ekonomi bidang energi Universitas Gadjah Mada...

Gunung Dukono Erupsi, Semburkan Abu Vulkanik Setinggi 1,4 Kilometer, Warga Diminta Jauhi Radius 4 Km

Jakarta, KomentarNews – Gunung Dukono di Halmahera Utara, Maluku Utara,...

Harga Pertamax Turbo Cs Resmi Meroket, Bahlil: Itu BBM Orang Kaya, Ikut Pasar!

Magelang – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil...

Tag # Terpopuler

Iklan

DiJual : Rumah di mountain view residen blok c1 no 9 paniki bawah kota manado - Asri, lokasi strategis dekat bandara, dekat pusat bisnis -Nego langsung dengan pemilik - tanpa perantara - SHM - Luas bangunan 125m2, luas tanah 330 m2, 4 kamar, 2 kamar mandi, ruang tamu, ruang keluarga, air perumahan, listrik 5500 watt, carport, security 24/7 - yang berminat bisa menghubungi: wa: 0811439028 atau email: advertisement@komentar-news.com