MTPJ, KomentarNews –
ALASAN PEMILIHAN TEMA
Di tengah kehidupan masa kini, kita menyaksikan berbagai masalah dalam berbagai aspek kehidupan keluarga, jemaat, masyarakat dan bangsa. Secara spiritual, banyak orang Kristen mengalami kekeringan rohani, tidak lagi bergairah membaca firman, beribadah apalagi bersaksi mengambil bagian dalam pelayanan gerejawi. Secara moral, kejatuhan para pemimpin rohani dalam dosa, seperti perselingkuhan, dan manipulasi semakin sering terjadi. Di tengah masyarakat, kebencian, kekerasan, dan perpecahan identitas semakin merajalela. Secara sosial, gereja-gereja terpecah oleh konflik internal, dan kehilangan suara kenabian di tengah ketidakadilan.
Teknologi semakin mendominasi hidup, sehingga orang lebih mengandalkan ilmu pengetahuan dan teknologi dari pada mengharapkan tuntunan Tuhan Allah dalam kuasa Roh Kudus. Banyak orang percaya terjebak dalam rutinitas agamawi tanpa kuasa yang mengubahkan. Bahkan ada yang saling menuding bahwa gerejanya memiliki Roh Kudus dan yang lain tidak.
Di tengah berbagai masalah tersebut, gereja harus menegaskan kebutuhan akan kuasa dan kehadiran Roh Kudus. Gereja harus yakin bahwa Tuhan Allah telah memenuhi janji-Nya. Ia telah mencurahkan Roh-Nya agar umat-Nya dibarui, diperlengkapi, dan dimampukan untuk menjadi saksi Kristus. Hanya dengan kuasa Roh Kudus, warga gereja dimampukan menyatakan kasih serta kebenaran Tuhan Allah secara nyata di tengah dunia yang gelap dan rapuh. Itulah sebabnya tema “ROH KUDUS YANG DIJANJIKAN ITU DICURAHKAN-NYA” dipilih di perayaan hari Pentakosta ini, untuk menegaskan kembali kebutuhan gereja akan kuasa dan kehadiran Roh Kudus yang sejati.
PEMBAHASAN TEMATIS
Pembahasan Teks Alkitab (Eksegese)
Kisah Para Rasul 2:29-40 merupakan bagian dari khotbah pertama Rasul Petrus setelah peristiwa Pentakosta. Roh Kudus telah dicurahkan dan para murid berbicara dalam berbagai bahasa. Orang banyak keheranan dan bertanya-tanya, “Apa artinya semua ini?” (Kis. 2:12). Petrus lalu menjelaskan bahwa peristiwa itu adalah penggenapan nubuat Nabi Yoel seperti yang disampaikan dalam Yoel 2:28-32 (Kis. 2:17-21). Lalu Petrus menunjuk kepada Yesus Kristus dari Nazaret yang telah disalibkan dan dibangkitkan oleh Tuhan Allah (ayat 22-28).
Dalam ayat 29-40 ini, terlihat klimaks dari khotbah Petrus, di mana ia menunjukkan bahwa Yesus Kristus yang disalibkan itu adalah Tuhan dan Mesias, dan bahwa Roh Kudus yang mereka saksikan saat itu adalah bukti nyata bahwa janji Tuhan Allah digenapi.
Ayat 29-31: Petrus memulai dengan menjelaskan bahwa Daud, yang dihormati oleh orang Yahudi, tidak sedang berbicara tentang dirinya sendiri seperti yang ia ungkapkan dalam Mazmur 16, yang di kutip Petrus dalam Kisah Para Rasul 2:25-28, melainkan ia berbicara tentang Mesias. Daud “telah mati dan dikubur” adalah pernyataan bahwa tidak mungkin Daud berbicara tentang Mesias dan kebangkitan itu adalah merujuk pada dirinya, sebab Daud telah mati dan di kubur. Hal ini diketahui oleh seluruh orang Israel.
Menurut Petrus, Daud berbicara sebagai nabi (Yunani: prophētēs) mengenai Yesus Kristus yang adalah Mesias dan Dia sendirilah yang bangkit itu. Bagi Daud, Tuhan Allah telah berjanji bahwa dari keturunannya ada seorang yang akan menduduki takhtanya. Dialah Yesus Kristus. Dialah sang Mesias yang tidak ditinggalkan di dunia orang mati dan daging-Nya tdak mengalami kebinasaan. Pernyataan ini penting karena Petrus ingin menunjukkan bahwa kematian dan kebangkitan Yesus Kristus adalah penggenapan nubuatan.
Ayat 32-33: Dengan jelas Petrus menyatakan bahwa kebangkitan Yesus Kristus adalah fakta historis yang disaksikan oleh para murid sebab mereka adalah saksinya. Kemudian Yesus Kristus “ditinggikan oleh tangan kanan Allah,”. Maksudnya adalah diangkat oleh kemahakuasaan-Nya dalam kemuliaan, untuk duduk di sebelah kanan Allah yang berarti memerintah bersama dengan Allah Bapa. Lalu Ia menerima dari Bapa, “Roh Kudus (Yunani: hagion pneuma) yang dijanjikan itu” . Roh Kudus itulah yang dicurahkan-Nya seperti yang yang dilihat oleh orang banyak itu. Di sini kata “mencurahkan” (Yunani: execheen) mengandung makna melimpahkan atau mengalirkan dengan deras. Berarti suatu tindakan aktif dari Yesus Kristus yang kini ditinggikan di surga.
Ayat 34-36: Petrus kembali mengutip ungkapan Daud, kali ini Mazmur 110, untuk menunjukkan bahwa Daud tidak naik ke surga, tetapi Mesiaslah yang diangkat ke tempat tertinggi oleh Tuhan Allah dan duduk di sebelah kanan-Nya. Selanjutnya Petrus berkata, “Jadi seluruh kaum Israel harus tahu dengan pasti, bahwa Allah telah membuat Yesus, yang kamu salibkan itu, menjadi Tuhan dan Kristus.”
Petrus dengan keras menegaskan agar orang Israel tahu bahwa Dialah Yesus Kristus yang adalah Tuhan dan Kristus. Kata “Tuhan” (Yunani: Kyrios) dan “Kristus” (Yunani: Christos) menyatakan keilahian dan status Mesianik Yesus Kristus. Dengan kata lain, Yesus Kristus bukan hanya manusia, tetapi Tuhan yang berkuasa dan Mesias yang dijanjikan.
Ayat 37-39, Reaksi orang banyak yang mendengar hal itu adalah “hati mereka sangat terharu (Yun: katenugēsan tēn kardian), yang berarti hati mereka tertusuk secara menyeluruh atau dihujam; menyengat sampai ke inti. Roh Kudus mulai bekerja dalam hati mereka dan mereka merespons dengan pertanyaan penuh pertobatan: “Apakah yang harus kami perbuat?”
Petrus memberikan jawaban yang sangat penting: “Bertobatlah dan hendaklah kamu masing-masing memberi dirimu dibaptis…”. Petrus mengajak mereka untuk masuk dalam pertobatan (metanoeō) yaitu perubahan hati dan pikiran yang berbalik kepada Tuhan Allah; dan memberi diri dibaptis. Baptisan di sini sebagi tanda seseorang disucikan dan mendapatkan pengampunan dosa dalam persekutuan dengan Yesus Kristus.
Mereka yang telah masuk dalam persekutuan dengan Yesus Kristus akan menerima karunia Roh Kudus. Janji ini berlaku bukan hanya bagi mereka yang hadir saat itu, tetapi “bagi kamulah janji itu dan bagi anak-anakmu dan bagi orang yang masih jauh, yaitu sebanyak yang akan dipanggil oleh Tuhan Allah kita.” Ini berarti pengampunan dosa, keselamatan dan menerima Roh Kudus bukan hanya untuk mereka saja tetapi akan dinikmati pula oleh keturunan mereka dan orang yang masih jauh yang merujuk pada orang-orang Yahudi lainnya apabila mereka mau mengaku Yesus Kristus adalah Mesias. Bahkan untuk sebanyak mungkin dari mereka yang akan dipanggil oleh Tuhan Allah melalui kasih karunia-Nya.
Ayat 40: Petrus menyampaikan banyak nasihat lainnya dan mengingatkan mereka dengan keras agar memberi kehidupan mereka pada keselamatan di dalam Yesus Kristus. “…dari angkatan yang jahat ini,” yang dimaksud adalah, orang-orang Yahudi yang menolak dan tidak percaya kepada Mesias, serta mereka yang berlaku buruk terhadap-Nya. Sebab murka dan kehancuran akan menimpa mereka. Oleh karena itu rasul Petrus menganjurkan untuk memisahkan diri dari mereka, dan tidak ikut serta dalam dosa-dosa mereka, agar mereka juga tidak terkena malapetaka.
Makna dan Implikasi Firman
- Yesus Kristus adalah Mesias Anak Allah yang mati namun bangkit serta naik ke sorga. Dia duduk di sebelah kanan Allah Bapa yang berarti berkuasa dan memerintah. Ini merupakan kesaksian yang kiranya dapat kita beritakan kepada dunia melalui kuasa Roh Kudus yang memampukan kita untuk bersaksi. Kita tidak bisa menjadi saksi Yesus Kristus tanpa kuasa Roh Kudus.
- Roh Kudus membawa kesadaran akan dosa dan kebutuhan akan pertobatan. Khotbah Petrus yang dikuasai Roh Kudus membuat mereka yang mendengarkannya menjadi sangat terharu dan menyadari akan keberdosaannya. Roh Kudus menyingkapkan dosa dan menarik kita kepada salib Yesus Kristus. Ini adalah pekerjaan Roh yang tidak bisa dilakukan oleh khotbah biasa tanpa kuasa Ilahi.
- Di dalam Yesus Kristus kita memperoleh pengampunan dan keselamatan serta menerima karunia Roh Kudus. Janji keselamatan itu juga diberikan dan diberlakukan bagi keturunan orang percaya dalam anugerah dan kasih Tuhan Allah. Kita bersyukur bahwa keselamatan yang diberikan Yesus Kristus itu juga berlaku untuk anak cucu kita.
- Kisah Pentakosta bukanlah cerita indah dari masa lalu, tetapi kenyataan yang hidup hari ini. Roh Kudus yang dijanjikan itu, telah dicurahkan, dan Ia terus dicurahkan kepada setiap orang yang percaya kepada Yesus Kristus dan bertobat dari dosa. Oleh karena itu biarkanlah Roh Kudus menguasai hidup kita Sebab tanpa Roh Kudus, kita hanyalah umat yang mati secara rohani. Tapi dengan Roh Kudus, kita adalah umat yang hidup, bersinar, dan berdampak di dunia ini – hingga Yesus datang kembali.
- Baptisan dan Roh Kudus, terhubung erat sebagai respons terhadap Injil. Melalui pertobatan dan baptisan, orang percaya menerima pengampunan dosa dan karunia Roh Kudus memampukan mereka untuk hidup sebagai umat Allah yang baru. Jadi Roh Kudus bukan hanya pelengkap, tapi inti dari hidup Kristen yang sejati.
PERTANYAAN DISKUSI:
- Apa yang kita pahami tentang tema “Roh Kudus yang dijanjikan itu, dicurahkanNya”, berdasarkan Kisah Para Rasul 2:29-40?
- Mengapa kita harus membiarkan Roh Kudus bekerja dalam hati kita, menyingkapkan dosa, dan membentuk kita menjadi umat yang diselamatkanNya/
- Bagaimana kita dapat menjadi saksi Yesus Kristus yang penuh kuasa dalam keluarga, gereja, dan masyarakat melalui pimpinan Roh Kudus?
NAS PEMBIMBING: Yohanes 4:24
POKOK – POKOK DOA :
- Gereja bersekutu, bersaksi dan melayani dalam tuntunan Roh Kudus.
- Setiap warga gereja memohon pimpinan Roh Kudus untuk kesadaran akan dosa sehingga menghasilkan buah Roh dalam hidup sehari-hari.
- Setiap warga gereja dapat dipakai Roh Kudus memberitakan Injil dengan berani dan penuh kasih.
TATA IBADAH YANG DIUSULKAN: HARI RAYA PENTAKOSTA I
NYANYIAN YANG DIUSULKAN:
Persiapan: “Roh Kudus Kau Hadir Di Sini.”
Nas Pembimbing: PKJ No. 95 “Datang, Ya Roh Kudus.”
Pengakuan Dosa: KK No. 27 “Meski Tak Layak Diriku.”
Berita Anugerah Allah: KJ No. 237 “Roh Kudus, Tetap Teguh.”
Ajakan untuk Hidup Menurut Roh: PKJ No. 98 “Ya Roh Kudus Baharuilah.”
Ses Khotbah: KJ No.240a “Datanglah, Ya Sumber Rahmat.”
Persembahan: NKB No. 100 “Rindukah Engkau Mendapat Berkat Tuhan.”
Nyanyian Penutup: NKB No. 102 “Sebarkan Warta-Nya.”
ATRIBUT : Warna dasar Merah dengan simbol Salib dan Lidah api
(GMIM/DODOKUGMIM*)






