MANADO, KOMENTAR-NEWS.COM – DPD Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) Sulawesi Utara menggelar Rapat Perdana sekaligus Pembekalan Pengurus di Lantai 6 Hotel Arya Duta Manado, Jumat (3/7/2026). Kegiatan ini dihadiri seluruh Koordinator Cabang se-Sulawesi Utara dan menghadirkan narasumber kunci dari Kesbangpol, KPU, Bawaslu, serta kalangan akademisi.
Ketua DPD Hanura Sulut, Apriano Ade Saerang didampingi Sekretaris Aswin Karim, menjelaskan rapat ini diselenggarakan berdasarkan surat resmi nomor: /DPD Hanura/Sulut/VI/2026. Tujuannya untuk memantapkan barisan pengurus dan menyamakan persepsi menghadapi dinamika politik daerah.
Kegiatan ini diisi pemaparan dari Kepala Badan Kesbangpol Provinsi Sulut, perwakilan KPU Sulut Lanny Oeintu, Bawaslu Sulut Donny Rumagit, serta akademisi Dr. Ferry Daud Liando. Suasana berubah menjadi alot dan hangat saat sesi diskusi terbuka. Para kader dengan tegas menyampaikan sikap partai: menolak keras sistem sentralisasi dalam manajemen pengelolaan partai yang dinilai semakin mengarah ke pemerintah pusat.
Selain itu, muncul pertanyaan krusial yang mengungkap kegelisahan di lapangan. Kader menyoroti dua masalah serius: maraknya praktik pembayaran kepada pemilih demi mendapatkan suara, serta dugaan penyalahgunaan hak pilih yang melibatkan warga negara asing, khususnya yang terindikasi terjadi di Kota Bitung.
Menanggapi hal itu, Lanny Oeintu dari KPU mengingatkan tantangan pemilih yang bersifat pragmatis. “Kita harus tangkap hal ini. Perlu ada tabungan sosial agar masyarakat tidak mudah dibeli. Kami yakin Hanura mampu memainkan peran strategis mengangkat isu-isu ini demi kesuksesan bersama. Namun, persiapan biaya pemilu juga harus dipersiapkan jauh-jauh hari,” ujarnya.
Sementara itu, Donny Rumagit dari Bawaslu menegaskan komitmen pengawasan. “Kami terus melakukan pemutakhiran data secara berkelanjutan dan mengawasi ketat setiap tahapan untuk menjaga konsolidasi demokrasi yang sehat,” pungkas Rumagit.(rom)






