MANADO – Dalam momentum bersejarah Hari Anak Nasional (HAN) ke-42 Tahun 2026, Gubernur Sulawesi Utara, Mayjen TNI (Purn) Yulius Selvanus, SE, mengajak seluruh lapisan masyarakat bersatu padu lewat Gerakan BERLIAN (Bersama Lindungi Anak) yang diselaraskan dengan Gerakan Nasional Ruang Aman Nyaman Anak (#RANA). Langkah ini menjadi pilar utama menjamin hak hidup, tumbuh, dan berkembang setiap anak di tanah ini.
Membacakan sambutan Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak RI, Arifatul Choiri Fauzi, Gubernur menegaskan: anak adalah aset masa depan yang harus bebas dari kekerasan, eksploitasi, perundungan, hingga perkawinan anak—baik di dunia nyata maupun ruang digital
“Perlindungan anak tak bisa berjalan sendiri. Butuh gotong royong keluarga, masyarakat, dunia usaha, dan media. Investasi terbesar kita bukan hanya bangunan, tapi memastikan setiap anak tumbuh aman menuju Indonesia Emas 2045,” tegasnya
Mengusung tema “Sayang Anak, Lindungi dan Bangun Masa Depan” serta tagline menyentuh hati “Sayang Anak Sayang Indonesia”, peringatan ini mengacu pada Keputusan Presiden No. 44 Tahun 1984. Acara mengutamakan delapan nilai dasar—mulai dari berakhlak mulia, cerdas, hingga berani—dan lima prinsip penyelenggaraan ramah anak, partisipatif, serta berdampak nyata.
Tak lupa, Gubernur mengingatkan: Jangan diam jika terluka! Anak-anak didorong berani melapor lewat orang dewasa tepercaya atau layanan resmi pengaduan SAPA 129. Momentum ini menjadi bukti nyata Sulut berkomitmen menjadikan setiap ruang sebagai tempat aman bagi anak-anak untuk bermimpi dan berkarya.





