MINUT, KOMENTAR NEWS Bupati Minahasa Utara (Minut), Dr. Joune J. E. Ganda, SE, MAP, MM, M.Si, menitipkan tiga hal penting di momentum perayaan HUT ke-302 desa Paniki Atas, Senin (2/11/2026).
Adapun tiga pesan penting itu yakni: Menjaga persatuan dan kesatuan, Melestarikan budaya gotong royong di desa serta Menyiapkan generasi muda yang berdaya saing.
“Ketika persatuan dan kesatuan terjaga, kemudian ditopang oleh gotong royong, maka upaya untuk membangun desa menjadi semakin lebih baik bukanlah sebuah kemustahilan. Nah, dua hal ini akan semakin paripurna ketika dibarengi dengan adanya generasi muda yang berdaya saing. Ini harus ada di Paniki Atas,” kata Bupati JG melalui Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD), Alfons Y. Tintingon, S.P, M.Si.
Ia juga menyentil soal bilangan usia desa Paniki Atas yang menurutnya sudah tidak muda lagi. Sehingga dikatakannya sudah banyak dinamika yang dilalui bersama.
“Paling tidak, desa Paniki Atas masih tetap eksis sampai saat ini karena masyarakatnya sudah semakin dewasa dalam berpikir. Ini harus tetap dijaga,” ujarnya sembari meminta dukungan seluruh elemen masyarakat desa terhadap program kerja JGKWL.
Sementara itu, Hukum Tua (Kepala Desa) Paniki Atas, Karel Longdong, mengaku siap mengimplementasi apa yang menjadi pesan Bupati JG di momentum istimewa itu.
“Saya kira, apa yang dipesankan oleh Pak Bupati lewat Pak Kadis PMD merupakan sebuah fondasi serta tali pengikat yang kuat bagi kami di desa Paniki Atas untuk tetap eksis ke depan,” ujar Karel.
Ia juga berharap, dengan ketambahan usia setahun, semua elemen masyarakat di desa Paniki Atas akan terus bersatu mewujudkan kemajuan.
Sekadar diketahui, nampak hadir di perayaan tersebut di antaranya; Anggota DPRD Minut, Chrisyodi Longdong, Camat Talawaan, Ansye Dengah serta para Tokoh Agama dan Tokoh Masyarakat. (ein)