MINAHASA — Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Agustina Arumsari, secara resmi meresmikan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Desa Kumu, Kecamatan Tombariri, Kabupaten Minahasa, Jumat (2/10/2026). Peresmian ini menjadi bagian dari peluncuran serentak 480 SPPG yang tersebar di 16 provinsi di Indonesia, sekaligus menandai hadirnya program Dapur MBG di wilayah Sulawesi Utara.
Agustina Arumsari hadir langsung di lokasi peresmian, didampingi oleh Wakil Gubernur Sulawesi Utara, J. Victor Mailangkay. Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa keberadaan SPPG di Desa Kumu bukan sekadar seremoni, melainkan bukti nyata komitmen negara memastikan pemenuhan gizi anak-anak dan ibu menyusui hingga ke daerah-daerah 3T.
“Harapannya adik-adik kita benar-benar nanti dapat makanan yang baik, yang memang bergizi,” ujar Agustina di hadapan warga Desa Kumu.
Layanan SPPG Kumu akan melayani peserta didik TK Kartini Kumu dan SD GMIM Kumu, termasuk anak-anak dari desa-desa tetangga. Tak hanya anak sekolah, ibu-ibu menyusui di lingkungan tersebut juga masuk dalam daftar penerima manfaat. Sebanyak warga setempat dilibatkan sebagai relawan untuk mengelola operasional dapur, sehingga keberadaan program ini sekaligus membuka keterlibatan aktif masyarakat.
Agustina juga mengajak masyarakat tidak hanya menjadi penerima manfaat, tetapi ikut berperan aktif dalam pengawasan. Masyarakat dipersilakan memberikan masukan, memeriksa kualitas makanan, menu yang disajikan, serta memastikan pelayanan berjalan transparan dan sesuai standar.
Wakil Gubernur Sulut, Victor Mailangkay, menyambut baik langkah BGN yang terus memperluas jangkauan pelayanan hingga ke desa-desa. Menurutnya, kehadiran SPPG Kumu adalah bukti nyata perhatian pemerintah terhadap pemenuhan gizi generasi penerus di daerah.
Sementara itu, Ketua Yayasan Pengelola SPPG Kumu, Ronald Salendu, meminta seluruh relawan bekerja dengan penuh tanggung jawab dan kedisiplinan sesuai SOP. Ia juga mengajak para relawan mengawali setiap aktivitas dengan doa, serta mendoakan Presiden RI Prabowo Subianto dan jajaran BGN agar senantiasa diberkahi dalam menjalankan amanah ini.
Dengan telah diresmikannya SPPG Kumu, kini warga Desa Kumu dan sekitarnya tidak perlu lagi jauh mencari akses pemenuhan gizi. Tantangan ke depan bukan lagi soal kehadiran fasilitas, melainkan bagaimana memastikan dapur ini terus berjalan konsisten, menyajikan makanan yang aman dan bergizi, serta tepat sasaran setiap harinya.(***)






