Monday, April 27, 2026

Analisis Reuters: Asia Bisa Jadi “Pemenang Tak Terduga” Perang Iran, Tapi Syaratnya Berat & Kondisional

Jakarta, KomentarNews – Asia kerap disebut sebagai kawasan paling rentan terhadap perang Amerika Serikat–Israel dengan Iran karena ketergantungannya yang sangat tinggi pada energi dari Timur Tengah. Namun, di tengah gambaran suram itu, sejumlah analis justru melihat peluang bagi Asia untuk menjadi “pemenang tak terduga” dalam jangka menengah, asalkan kawasan ini mampu memanfaatkan pergeseran arus perdagangan, investasi, dan energi global secara cerdas.

Kolom analisis Reuters Open Interest yang ditulis Hari Raychaudhuri menyebut bahwa guncangan awal berupa lonjakan harga minyak dan pelemahan mata uang Asia bisa diikuti oleh fase penyesuaian yang mendorong diversifikasi energi, penguatan kerja sama intrakawasan, serta masuknya investasi yang keluar dari zona konflik menuju pasar-pasar Asia yang relatif lebih stabil .

Pada fase awal perang, dampak negatif terhadap Asia sangat nyata. Iran yang menutup efektif Selat Hormuz membuat pasokan minyak global terganggu. Sekitar 80 persen minyak yang melewati jalur strategis itu dibeli oleh negara-negara Asia . Akibatnya, ekonomi Asia berhadapan dengan kombinasi sulit: mata uang melemah, harga minyak mendekati atau melampaui 100 dolar AS per barel, dan ancaman inflasi yang kembali naik, sehingga menekan ruang bank sentral untuk memangkas suku bunga .

Laporan Program Pembangunan PBB (UNDP) yang dikutip CNN menghitung bahwa konflik di Timur Tengah berpotensi menggerus output ekonomi kawasan Asia-Pasifik antara 97 miliar hingga 299 miliar dolar AS , terutama melalui kenaikan biaya transportasi, listrik, dan pangan. Yang lebih mengkhawatirkan, UNDP juga memperingatkan bahwa jutaan orang berisiko jatuh ke dalam kemiskinan baru. Sekitar 8,8 juta jiwa di Asia-Pasifik terancam menjadi miskin baru jika negara-negara tidak cepat beradaptasi dan cadangan devisa terkuras oleh lonjakan impor energi dan intervensi nilai tukar .

Namun, di balik kalkulasi kerugian itu, Raychaudhuri berargumen bahwa kejutan minyak ini bisa menjadi katalis bagi perubahan struktural yang menguntungkan Asia dalam beberapa tahun ke depan. Negara-negara importir besar seperti China, India, Jepang, Korea Selatan, dan anggota ASEAN terdorong untuk mempercepat diversifikasi pasokan energi ke luar Teluk.

Langkah-langkah yang diantisipasi antara lain:

  1. Meningkatkan kontrak gas dan minyak dari sumber alternatif seperti Rusia, Afrika, Australia, dan Amerika Latin.

  2. Mempercepat proyek energi terbarukan (surya, angin, air) serta pembangunan jaringan listrik regional (grid interkoneksi ASEAN).

Di saat yang sama, ketidakpastian di Timur Tengah membuat sebagian modal global mulai mencari “rumah” baru yang dinilai lebih aman untuk jangka panjang. Analis pasar melihat potensi relokasi sebagian investasi di sektor petrokimia, logistik, dan manufaktur turunan energi ke Asia. Negara-negara yang menawarkan kombinasi infrastruktur memadai, stabilitas politik relatif, dan pasar domestik besar diprediksi akan menjadi tujuan utama arus modal ini.

“Dalam skenario ini, Asia bukan ‘pemenang’ karena perang itu sendiri, tetapi karena mampu menyediakan alternatif bagi investor yang ingin mengurangi paparan risiko geopolitik di kawasan Teluk,” demikian tulis Raychaudhuri .

Meski demikian, sejumlah ekonom mengingatkan bahwa narasi “pemenang tak terduga” ini bersifat sangat kondisional dan tidak otomatis terjadi. UNDP dan Bank Pembangunan Asia (ADB) menekankan bahwa jika konflik berkepanjangan dan harga energi tetap tinggi, pertumbuhan Asia-Pasifik akan melambat tajam dan inflasi naik. Akibatnya, ruang fiskal dan moneter untuk mendorong transformasi energi dan infrastruktur justru akan menyempit.

ADB secara tegas menyebut perang di Timur Tengah sebagai salah satu risiko terbesar bagi prospek ekonomi Asia, dengan potensi menahan pemulihan pascapandemi dan menambah tekanan sosial di negara-negara berpendapatan menengah ke bawah .

Ekonom senior dan mantan Deputi Menteri Keuangan Indonesia, Dr. Mahendra Siregar, menilai bahwa kunci Asia untuk menjadi pemenang terletak pada kesigapan kebijakan. “Tanpa kebijakan yang terarah—mulai dari perlindungan kelompok rentan, penguatan jaringan pengaman sosial, sampai strategi agresif menarik green investment dan memperluas kerja sama energi regional—Asia berisiko hanya menanggung biaya perang tanpa pernah menikmati potensi keuntungan jangka panjang,” ujar Mahendra .

Dengan kata lain, masa depan Asia di tengah perang Iran sangat bergantung pada dua faktor utama: seberapa cepat konflik mereda dan seberapa sigap pemerintah di kawasan mengelola guncangan awal untuk diubah menjadi momentum reformasi struktural yang berkelanjutan.

(Reuters, UNDP, CNN, ADB, Kompas)

Tinggalkan Komentar

Please enter your comment!
Please enter your name here

Berita terkait

Perbankan Singapura Waspada Ancaman Model AI Mutakhir, Perkuat Benteng Siber Hadapi Era “Frontier AI”

Singapura, KomentarNews – Bank-bank di Singapura tengah memperketat kewaspadaan...

IHSG Diuji di Level Psikologis 7.000 Pekan Ini, Pasar Wait and See Kebijakan The Fed

Jakarta, KomentarNews – Setelah pekan lalu ditutup dengan koreksi tajam,...

Antam, UBS, dan Galeri24 Stagnan di Awal Pekan, Harga Emas Pegadaian Kompak Tak Bergerak

Jakarta, Komentarnews – Harga emas di laman Sahabat Pegadaian pada perdagangan Senin...

Pemerintah Bebaskan PPN Tiket Pesawat Ekonomi, Berlaku 60 Hari, Haryo: “Keringanan Agar Harga Tak Membubung Tinggi”

Jakarta, KomentarNews – Pemerintah menerbitkan Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 24...

Purbaya Bantah Uang Negara Tinggal Rp120 Triliun: “APBN Masih Kuat, Uang Kita Masih Banyak”

Jakarta, KomentarNews – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa membantah isu yang menyebut...
Advertisementspot_img

Tag # Terpopuler

Iklan

DiJual : Rumah di mountain view residen blok c1 no 9 paniki bawah kota manado - Asri, lokasi strategis dekat bandara, dekat pusat bisnis -Nego langsung dengan pemilik - tanpa perantara - SHM - Luas bangunan 125m2, luas tanah 330 m2, 4 kamar, 2 kamar mandi, ruang tamu, ruang keluarga, air perumahan, listrik 5500 watt, carport, security 24/7 - yang berminat bisa menghubungi: wa: 0811439028 atau email: advertisement@komentar-news.com