Jakarta, KomentarNews – TNI Angkatan Darat mengerahkan 209 personel dari Kodam XII/Tanjungpura untuk menjalankan operasi evakuasi helikopter Airbus H130 dengan nomor registrasi PK-CFX yang jatuh di kawasan hutan Kabupaten Sekadau, Kalimantan Barat, pada Kamis (16/4/2026). Pengerahan ini dilakukan untuk membantu tim Pencarian dan Pertolongan (SAR) mempercepat penemuan lokasi jatuhnya helikopter dan evakuasi korban.
Kepala Dinas Penerangan TNI AD Brigadir Jenderal TNI Donny Pramono saat dikonfirmasi ANTARA di Jakarta, Jumat (17/4/2026), mengatakan operasi di lapangan dipimpin oleh Komandan Korem 121/Alambhana Wanawai Brigadir Jenderal TNI Purnomosidi.
Setelah proses pencarian di medan yang cukup terjal, personel TNI AD dan tim SAR akhirnya menemukan lokasi titik jatuhnya helikopter. Namun, proses pencarian harus dihentikan pada Kamis (16/4) malam karena cuaca yang tidak mendukung dan medan yang cukup terjal. Personel TNI AD dan tim gabungan menunda proses evakuasi dan direncanakan akan dilanjutkan pada Jumat (17/4).
“Yang telah dilakukan personel sejauh ini, yakni mengamankan lokasi guna memastikan proses evakuasi berjalan aman dan lancar,” kata Donny.
Komandan Satuan Tugas (Dansatgas) evakuasi, Brigjen TNI Purnomosidi, dalam keterangan terpisah menyatakan bahwa prioritas utama saat ini adalah mengevakuasi korban dan badan pesawat. “Kami terus berkoordinasi dengan tim SAR dan BMKG untuk mencari celah cuaca terbaik. Medan yang terjal dan minim penerangan menjadi tantangan terbesar,” ujar Purnomosidi.
Pelaksana Tugas (Pjs) Kepala Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas), Brigjen Pol. Hariyanto, menyampaikan apresiasi atas bantuan personel TNI AD. “Dengan medan yang berat, kerja sama lintas instansi sangat penting. Kami berterima kasih kepada TNI AD yang telah mengerahkan personel terbaiknya. Kami optimis evakuasi akan berhasil,” ujar Hariyanto.
Helikopter Airbus H130 PK-CFX dilaporkan hilang kontak pada Rabu (15/4/2026) saat terbang dari Bandara Tebelian, Kabupaten Sintang, menuju Sekadau. Helikopter tersebut mengangkut seorang pilot dan tiga orang penumpang. Hingga berita ini diturunkan, identitas korban belum diumumkan secara resmi.
Donny berharap proses evakuasi yang dilakukan personel TNI AD dan seluruh personel gabungan yang tergabung dalam tim SAR berjalan dengan lancar dan kondusif.
(*TNI AD/ *ANT)

