MINUT, KOMENTAR NEWS Upaya untuk menghadirkan kemudahan bagi masyarakat Minahasa Utara (Minut), dalam mendapatkan pelayanan publik, terus dilakukan oleh Bupati Joune J. E. Ganda dan Wakil Bupati, Kevin W. Lotulung.
Salah satu yang terbaru ialah dengan menghadirkan satu aplikasi berlabel DigiKab.
Untuk diketahui bersama, DigiKab merupakan aplikasi terpusat yang menghubungkan berbagai kebutuhan masyarakat dalam satu sistem digital.
“Dengan kata lain, hanya melalui aplikasi DigiKab, masyarakat nantinya tidak perlu lagi mengunduh banyak aplikasi untuk mengakses layanan pemerintah. Bahkan, untuk melakukan berbagai transaksi, bisa juga menggunakan aplikasi ini,” kata Bupati melalui Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesra, Umbase Mayuntu, Rabu (5/8/2026).
Dikatakannya lagi, aplikasi ini dirancang semata-mata memberi kemudahan bagi masyarakat bumi Klabat, dengan membangun sistem pelayanan yang lebih cepat, praktis, transparan, serta mampu menjangkau masyarakat secara luas.
“Jadinya adalah seluruh kebutuhan dapat terintegrasi dalam satu platform yang mudah digunakan,” sebutnya.
Oleh karena itu, ia berharap kedepannya masyarakat Minut akan benar-benar memanfaatkan kemudahan yang telah disiapkan dengan men-download aplikasi DigiKab.
“Karena sekuat apapun upaya Pak Bupati dan Pak Wakil Bupati membuat terobosan, jika kemudian tidak dimaksimalkan oleh masyarakat, sudah barang tentu hasilnya tidak akan maksimal,” kuncinya.
Sementara itu, Kepala Bagian Pemerintahan, Sefferson Sumampouw, menambahkan, aplikasi DigiKab memiliki sejumlah layanan dan keunggulan utama di antaranya adalah layanan pengaduan masyarakat secara real-time.
“Kapan saja masyarakat bisa menyampaikan aduan serta keluhan. Termasuk soal jalan rusak, persoalan sampah atau ketika dalam kondisi darurat yang memerlukan respons cepat,” sebut Sumampouw.
Ia mencontoh pada opsi layanan Pemadam Kebakaran (Damkar), di mana aplikasi akan menampilkan titik lokasi armada serta memberikan estimasi waktu penanganan secara tepat.
“Termasuk juga memasarkan produk desa. Para petani dan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah di desa dapat memasarkan hasil pertanian maupun produk unggulan secara langsung kepada konsumen tanpa melalui banyak perantara lewat aplikasi ini,” terangnya.
Tak hanya itu, keunggulan lainnya ada pada sistem transparansi pajak dan Pendapatan Asli Daerah (PAD), di mana setiap transaksi digital, termasuk pemesanan makanan di rumah makan lokal, akan secara otomatis menghitung dan memotong pajak restoran sebesar 10 persen secara transparan.
“Khusus dalam opsi ini, sekali ini mempertegas komitmen Pak Bupati dan Pak Wakil dalam meminimalisir atau bahkan menutup berbagai potensi kebocoran pajak daerah. Dengan demikian, pengelolaan pendapatan daerah dapat dilakukan secara lebih akurat, terbuka, dan akuntabel,” tambahnya.
Sekadar diketahui, saat ini aplikasi DigiKab sudah memasuki tahap pemantapan serta penyempurnaan fitur bersama para mitra pengembang. Dan diharapkan proses ini akan segera rampung sehingga bisa dioperasikan secara penuh.
Turut terlibat dalam pengembangan operasi di antaranya ialah Bank BTN dan Financial Wealth Indonesia. (ein)