Monday, July 13, 2026

Rupiah Jebol ke Rp17.000 per Dolar AS, Terseret Konflik Iran dan Minyak Melambung

Jakarta, KomentarNews – Nilai tukar rupiah pada awal perdagangan Senin (9/3/2026) jeblok hingga menembus level psikologis Rp17.000 per dolar Amerika Serikat (AS). Pelemahan ini dipicu oleh sentimen penghindaran risiko (risk off) di pasar global yang memburuk akibat lonjakan harga minyak dunia di tengah eskalasi konflik Timur Tengah.

Berdasarkan data perdagangan di Jakarta, rupiah sempat terperosok 76 poin atau 0,45 persen ke level Rp17.001 per dolar AS. Ini merupakan level terlemah rupiah dalam beberapa tahun terakhir.

Analis mata uang dari Doo Financial Futures, Lukman Leong, menilai tekanan terhadap rupiah bersumber dari kekhawatiran pasar terhadap dampak kenaikan tajam harga minyak mentah yang berpotensi menekan perekonomian global dan memicu lonjakan inflasi.

“Rupiah diperkirakan melemah terhadap dolar AS oleh sentimen risk off yang memburuk, dipicu kenaikan harga minyak mentah yang melewati 100 dolar AS per barel yang dikhawatirkan akan berdampak besar pada perekonomian global dan inflasi,” ujar Lukman kepada ANTARA di Jakarta, Senin (9/3).

Lonjakan harga minyak terjadi di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah. Konflik antara Amerika Serikat dan Israel dengan Iran dilaporkan meluas ke berbagai wilayah, memicu kekhawatiran terhadap gangguan pasokan energi global.

Pada pukul 07.50 WIB, harga minyak mentah jenis WTI tercatat melonjak 20,81 persen menjadi 109,82 dolar AS per barel. Sementara itu, minyak Brent juga melambung 18,17 persen ke level 109,53 dolar AS per barel.

Ketidakpastian semakin meningkat setelah Mojtaba Khamenei resmi ditunjuk sebagai pemimpin tertinggi baru Iran, menggantikan ayahnya, Ayatollah Ali Khamenei, yang dilaporkan tewas dalam serangan pekan lalu. Penunjukan figur yang dikenal dekat dengan kelompok garis keras ini memperkuat persepsi pasar bahwa Iran kemungkinan tidak akan melunak dalam konflik dengan AS dan Israel.

Eskalasi konflik juga mengancam jalur pelayaran energi strategis di Selat Hormuz, yang menjadi lintasan sepertiga pasokan minyak dunia melalui laut. Ancaman terhadap jalur ini memicu kekhawatiran akan gangguan pasokan dan semakin mendorong harga minyak ke level tertinggi.

Proyeksi dan Imbas ke Ekonomi Domestik

Lukman Leong memperkirakan pergerakan rupiah hari ini akan berada pada kisaran Rp16.900 hingga Rp17.050 per dolar AS, dengan kecenderungan masih tertekan di level atas.

Lonjakan harga minyak dan pelemahan rupiah ini berpotensi memperbesar tekanan inflasi di dalam negeri, terutama melalui kenaikan harga bahan bakar dan tarif transportasi. Bank Indonesia diperkirakan akan terus melakukan intervensi di pasar untuk menstabilkan rupiah, meskipun tekanan eksternal sangat kuat.

(*ANT/ *Bloomberg/ *Reuters)

Komentar :

Tinggalkan Komentar

Please enter your comment!
Please enter your name here

Advertisementspot_img

Advertisement

DiJual : Rumah di mountain view residen blok c1 no 9 paniki bawah kota manado - Asri, lokasi strategis dekat bandara, dekat pusat bisnis -Nego langsung dengan pemilik - tanpa perantara - SHM - Luas bangunan 125m2, luas tanah 330 m2, 4 kamar, 2 kamar mandi, ruang tamu, ruang keluarga, air perumahan, listrik 5500 watt, carport, security 24/7 - yang berminat bisa menghubungi: wa: 0811439028 atau email: advertisement@komentar-news.com

More like this

Kinerja PLN Hadirkan Manfaat Berkelanjutan, Program TJSL Ubah Sampah...

Palu, KOMENTAR-NEWS. Di balik tumpukan sampah yang setiap hari bermuara di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Kawatuna, Kota...

Perkuat Sinergi dan Kolaborasi, GM PLN UID Suluttenggo Audiensi...

Gorontalo, KOMENTAR-NEWS. PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi Sulawesi Utara, Sulawesi Tengah, dan Gorontalo (UID Suluttenggo) terus...

PLN Peduli Hadir untuk Sigi: Dari Memulihkan Listrik hingga...

Sigi, KOMENTAR-NEWS. Di tengah upaya pemulihan pascagempa bumi berkekuatan Magnitudo 6,7 yang mengguncang wilayah Sulawesi Tengah pada...

More

Recomended