Monday, March 30, 2026

Rupiah Melemah ke Rp17.002 per Dolar AS, Houthi Buka Front Baru di Perang Iran

Jakarta, KomentarNews – Nilai tukar rupiah pada penutupan perdagangan hari Senin (30/3/2026) melemah 22 poin atau 0,13 persen menjadi Rp17.002 per dolar AS dari penutupan sebelumnya di level Rp16.980 per dolar AS. Pelemahan ini dipicu oleh eskalasi perang Iran setelah kelompok Houthi membuka front baru dalam konflik.

Pengamat mata uang dan komoditas Ibrahim Assuaibi mengatakan pasar tetap waspada terhadap potensi eskalasi lebih lanjut. Kelompok Houthi yang berbasis di Yaman dinilai memiliki kemampuan untuk melancarkan serangan di Laut Merah, yang dapat memperluas konflik.

“Pasar tetap waspada terhadap potensi eskalasi perang Iran setelah kelompok Houthi yang berbasis di Yaman menyerang Israel pada akhir pekan lalu. Kelompok Houthi dapat membuka front baru dalam perang, mengingat mereka memiliki kemampuan untuk melancarkan serangan di Laut Merah,” ucapnya dalam keterangan tertulis di Jakarta, Senin (30/3/2026).

Mengutip Sputnik, Gerakan Ansar Allah Yaman (Houthi) menyerang Israel dengan rudal untuk kedua kalinya dalam sehari dan menyatakan akan melanjutkan serangan sampai Israel menghentikan serangannya terhadap Iran dan Lebanon. Sebagaimana dilaporkan Anadolu, Pemimpin Houthi Yaman Abdul-Malik al-Houthi telah mengatakan bahwa kelompoknya akan mendukung Iran melawan “agresi AS-Israel” dan siap menghadapi perkembangan apa pun dalam konfrontasi yang sedang berlangsung.

Serangan ilegal AS dan Israel terhadap Iran dianggap oleh Houthi sebagai “perang terhadap Islam dan Muslim,” dan mereka memperingatkan bahwa konflik tersebut menargetkan seluruh wilayah.

Sentimen lain yang membebani rupiah berasal dari kesiapan Iran menghadapi potensi invasi darat oleh AS, setelah Washington mengerahkan ribuan pasukan ke Timur Tengah.

“Presiden Donald Trump mengatakan bahwa negosiasi dengan Iran berjalan dengan baik dan kesepakatan mungkin akan segera tercapai. Namun, ia tidak menyebutkan tenggat waktu yang jelas, sambil juga memperingatkan akan adanya serangan lebih lanjut terhadap Teheran,” ujar Ibrahim.

Dari dalam negeri AS, data ekonomi menunjukkan tanda-tanda pelemahan. Universitas Michigan mengungkapkan bahwa rumah tangga Amerika mulai pesimis tentang kondisi ekonomi. Sentimen Konsumen pada bulan Maret turun dari 55,5 menjadi 53,3, di bawah perkiraan 54. Ekspektasi inflasi untuk 12 bulan ke depan melonjak dari 3,4 persen pada Februari menjadi 3,8 persen, sementara untuk lima tahun tetap tidak berubah di 3,2 persen.

Sementara itu, kurs Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) Bank Indonesia pada hari ini juga bergerak melemah ke level Rp16.993 per dolar AS dari sebelumnya Rp16.957 per dolar AS.

(*ANT/ *Sputnik/ *Anadolu)

Tinggalkan Komentar

Please enter your comment!
Please enter your name here

Berita terkait

Startup Pusat Data Antariksa Starcloud Raup Pendanaan Rp2,7 Triliun, Resmi Jadi Unicorn

Jakarta, Komentarnews – Startup infrastruktur komputasi orbital Starcloud mencapai valuasi...

Rupiah Melemah ke Rp16.928 di Awal Pekan, Harga Minyak dan Selat Hormuz Jadi Biang Kerok

Jakarta, KomentarNews – Nilai tukar rupiah pada pembukaan perdagangan di...

Musk Rombak IPO SpaceX, 30 Persen Saham untuk Investor Ritel, Tiga Kali Lipat dari Standar Pasar

New York, KomentarNews – Elon Musk dikabarkan merombak pola penawaran...

Hakim AS Tolak Gugatan X Corp atas Boikot Pengiklan: Keputusan Bisnis Independen, Bukan Konspirasi

Washington D.C KomentarNews. – Seorang hakim federal Amerika Serikat menolak...

IHSG Terkoreksi 1,89 Persen ke 7.164, Investor Khawatir Konflik AS-Iran Bisa Ganggu Gencatan Senjata

Jakarta, Komentarnews – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek...

Tag # Terpopuler