Monday, May 11, 2026

Menkeu: Keputusan WFH Sudah Final, Menko Perekonomian yang Akan Umumkan

Jakarta, KomentarNews – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan bahwa keputusan terkait kebijakan kerja dari rumah atau work from home (WFH) telah diambil dan akan diumumkan dalam waktu dekat. Meski keputusan sudah final, Purbaya menegaskan bahwa bukan dirinya yang akan menyampaikan kebijakan tersebut kepada publik.

“Sudah diputuskan, nanti diumumkan, bukan saya yang ngomong, bukan saya (mengumumkan) nanti, Pak Menko Perekonomian (Airlangga Hartarto),” kata Purbaya di Jakarta, Rabu (25/3/2026).

Menanggapi target pemerintah bahwa kebijakan WFH mampu menekan konsumsi bahan bakar minyak (BBM) hingga 20 persen, Purbaya mengakui adanya perhitungan yang memperkirakan penurunan konsumsi, meski belum bersifat pasti. Ia menekankan bahwa dampak kebijakan WFH tidak bisa hanya dilihat dari satu sisi.

Peningkatan aktivitas ekonomi, menurutnya, justru berpotensi mendorong penerimaan negara. Kenaikan aktivitas ekonomi akan berdampak positif terhadap bisnis dan pada akhirnya meningkatkan penerimaan pajak.

“Hemat saya mungkin enggak di sananya, karena ekonomi aktifnya naik, bisnis naik cepat, konsumsi naik. Tapi kalau pajak saya juga naik, selaras dengan itu kan saya untung juga,” tuturnya.

Bendahara Negara menegaskan pendekatan yang digunakan pemerintah dalam melihat dampak kebijakan dilakukan secara menyeluruh. Terkait rencana penerapan WFH pada hari Jumat sebagaimana disampaikan Menteri Koordinator Perekonomian Airlangga Hartarto, Purbaya memandang pemilihan hari tersebut mempertimbangkan dampak paling kecil terhadap produktivitas.

“Kalau diliburkan kan yang dipilih yang berdampak paling kecil ke produktivitas, Jumat kan paling pendek jam kerjanya. Jadi loss ke produktivitas dianggap paling kecil,” tambahnya.

Meski demikian, Purbaya belum dapat memastikan apakah kebijakan tersebut akan bersifat wajib bagi sektor swasta.

“Saya enggak tahu. Yang jelas pabrik-pabrik yang itu enggak ikut. Swasta wajib nggak ya? Mungkin imbauan. Saya enggak tahu. Pemerintahan wajib,” tutupnya.

Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengungkapkan bahwa kebijakan WFH tengah dikaji sebagai bagian dari upaya efisiensi energi nasional di tengah tekanan harga minyak dunia akibat konflik Timur Tengah. Pemerintah menargetkan penghematan BBM hingga 20 persen melalui kebijakan ini.

(*ANT/ *Kemenkeu/ *CNBC Indonesia)

Tinggalkan Komentar

Please enter your comment!
Please enter your name here

Advertisementspot_img

Berita terkait

Menteri HAM Natalius Pigai: Konflik Papua Tak Bisa Diselesaikan Parsial, Butuh Keputusan Politik Nasional

Jakarta, KomentarNews - Menteri Hak Asasi Manusia (HAM) Natalius...

IHSG Anjlok 1,58% ke 6.859, Sektor Tambang Babak Belur di Bawah Tekanan Royalti dan Geopolitik

Jakarta, KomentarNews - Pasar saham Indonesia memulai pekan ini...

Menkeu Bantah Akan Periksa Ulang Peserta Tax Amnesty Jilid II: “Tidak Akan Digali-gali”

Jakarta, Komentarnews - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memastikan...

Ekonom CORE: Bond Stabilization Fund Efektif Redam Kepanikan Pasar, Tapi Tak Bisa Lawan Gravitasi Global

Jakarta, KomentarNews - Pemerintah tengah mengkaji ulang pengaktifan kembali...

Gunung Dukono Meletus, 3 Tewas dan 20 Pendaki Hilang Termasuk WNA, Pencarian Dilakukan

Jakarta, KomentarNews - Bencana alam terjadi di Kabupaten Halmahera...
Advertisementspot_img

Tag # Terpopuler

Iklan

DiJual : Rumah di mountain view residen blok c1 no 9 paniki bawah kota manado - Asri, lokasi strategis dekat bandara, dekat pusat bisnis -Nego langsung dengan pemilik - tanpa perantara - SHM - Luas bangunan 125m2, luas tanah 330 m2, 4 kamar, 2 kamar mandi, ruang tamu, ruang keluarga, air perumahan, listrik 5500 watt, carport, security 24/7 - yang berminat bisa menghubungi: wa: 0811439028 atau email: advertisement@komentar-news.com