Thursday, February 26, 2026

Kampus Sumatera Kembali Berdenyut! Kemdiktisaintek Pastikan Aktivitas Normal Pascabencana

Jakarta, KomentarNews – Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) memastikan aktivitas pendidikan tinggi di wilayah terdampak bencana Sumatera kembali normal, setelah dilanda bencana banjir dan longsor yang terjadi pada akhir 2025 lalu . Kampus-kampus yang sempat terdisrupsi kini telah bangkit dan menjalankan kegiatan akademik seperti sedia kala.

Direktur Jenderal Sains dan Teknologi (Dirjen Saintek) Kemdiktisaintek Ahmad Najib Burhani melalui keterangan di Jakarta, Rabu, menyebut secara umum aktivitas pendidikan tinggi di wilayah terdampak banjir bisa berjalan normal karena sebagian besar kampus tidak berada di kawasan terdampak langsung . Namun demikian, ia memastikan pihaknya tetap memberikan perhatian serius terhadap mahasiswa dan keluarga yang terdampak, khususnya dalam aspek pembiayaan dan keberlanjutan studi.

“Kami memastikan perguruan tinggi tidak hanya hadir pada tahap tanggap darurat, tetapi juga dalam fase pemulihan dan pencegahan,” kata Najib .

61 Perguruan Tinggi Siaga, 28 Kampus Posko Didirikan

Dirjen Saintek mengatakan pihaknya telah mengoordinasikan puluhan perguruan tinggi di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat, untuk terlibat dalam penanganan darurat, pembukaan posko layanan, hingga penguatan program riset kebencanaan sebagai bagian dari upaya pemulihan dan mitigasi jangka panjang .

Hingga akhir Desember, lanjut dia, Kemdiktisaintek mendirikan 28 kampus posko di Aceh, Sumatera Barat, dan Sumatera Utara, yang dikoordinasikan oleh Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDikti) XII (Aceh), LLDikti I (Sumatera Utara), dan LLDikti X (Sumatera Barat dan Jambi) .

Adapun jumlah perguruan tinggi yang mendukung kegiatan ini adalah 61 perguruan tinggi dan terdapat 68 pusat layanan di lapangan, termasuk yang terkait layanan psikososial dan pendidikan darurat . Kemdiktisaintek juga telah mengirimkan 2.260 dokter, 1.267 tenaga kesehatan, dan 219 relawan .

“Dukungan pembiayaan bagi mahasiswa terdampak serta penguatan riset mitigasi bencana menjadi langkah berkelanjutan agar sistem pendidikan tinggi semakin tangguh menghadapi situasi serupa di masa mendatang,” ujar Ahmad Najib Burhani .

Kebijakan Penyelamatan Mahasiswa: UKT Dibebaskan

Sebagai bagian dari upaya pemulihan, pemerintah melalui Kemdiktisaintek telah merumuskan sejumlah rencana aksi, antara lain pembebasan Uang Kuliah Tunggal (UKT) 1 hingga 2 semester bagi mahasiswa terdampak atau berasal dari keluarga terdampak bencana . Kebijakan ini mulai dijalankan pada Januari 2026 menggunakan anggaran pada tahun tersebut .

Selain pembebasan UKT, terdapat enam rencana aksi lainnya yaitu pengadaan dapur umum di berbagai kampus terdampak, pengaturan Ujian Akhir Semester (UAS) yang fleksibel, penggalangan bantuan berbagai kebutuhan mendesak, pembentukan tim psikososial bagi dosen, mahasiswa, dan masyarakat yang terdampak, bantuan fasilitas untuk pembelajaran, serta pemulihan infrastruktur pembelajaran dan sosial .

Diketahui sebelumnya terdapat sebanyak 60 perguruan tinggi yang terdampak bencana banjir dan longsor di Sumatera, terdiri atas 4 PTN dan 27 PTS di Aceh, 1 PTN dan 13 PTS di Sumatra Utara, serta 9 PTN dan 6 PTS di Sumatra Barat .

10.000 Mahasiswa Berdampak Diterjunkan

Kemdiktisaintek juga meluncurkan program Mahasiswa Berdampak: Pemberdayaan Masyarakat dalam Pemulihan Dampak Bencana di Sumatera, dengan menerjunkan 10.000 mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di wilayah Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat .

Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Brian Yuliarto menegaskan bahwa kehadiran mahasiswa di tengah masyarakat terdampak bencana merupakan wujud konkret peran perguruan tinggi sebagai pemberi solusi .

“Kami ingin mahasiswa hadir bukan hanya membawa tenaga, tetapi juga inovasi dan empati. Sepuluh ribu mahasiswa ini kami lepas sebagai kekuatan intelektual bangsa yang turun langsung membantu masyarakat Sumatra pulih secara berkelanjutan melalui teknologi dan solusi yang tepat guna,” ujar Menteri Brian .

Program ini menekankan pada implementasi inovasi teknologi tepat guna yang berasal dari masing-masing perguruan tinggi, mencakup bidang pemulihan ekonomi, ketahanan pangan, kemandirian energi, dan kesehatan masyarakat .

Sinergi LLDikti dan DPR Kawal Pemulihan

Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDikti) Wilayah III bersama LLDikti Wilayah I Sumatra Utara, LLDikti Wilayah X Sumatra Barat, dan LLDikti Wilayah XIII Aceh juga telah menyalurkan bantuan kemanusiaan senilai Rp615 juta bagi masyarakat terdampak, serta menyusun rencana KKN Tematik Pemulihan Pasca Bencana Sumatra Tahun 2026 .

Senada dengan pemerintah, Anggota Komisi X DPR RI Sofyan Tan menegaskan banjir yang terjadi di Sumatera Utara telah menimbulkan dampak luas terhadap masyarakat dan mengganggu keberlangsungan layanan publik strategis lintas sektor .

“Dampak banjir ini tidak hanya dirasakan pada sektor pendidikan, baik pendidikan dasar, menengah, maupun pendidikan tinggi, tetapi juga pada layanan perpustakaan, pemajuan dan pelestarian kebudayaan, pembinaan pemuda dan olahraga, serta kualitas data statistik kebencanaan. Karena itu, kami ingin memastikan koordinasi pusat dan daerah berjalan efektif serta masukan dari daerah dapat menjadi dasar penguatan kebijakan nasional,” ucap Sofyan Tan .

Dengan berbagai langkah strategis yang telah diambil, dunia pendidikan tinggi di Sumatera kini kembali bergeliat. Kampus tidak hanya pulih, tetapi juga menjelma menjadi pusat pemulihan dan ketangguhan bagi masyarakat.

(*)

Tinggalkan Komentar

Please enter your comment!
Please enter your name here

Berita terkait

Gebrakan Kemendikdasmen 2026: Rp14 Triliun Siap Revitalisasi 71.000 Sekolah, Prioritas untuk Daerah 3T dan Terdampak Bencana!

Jember KOMENTARNEWS – Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) memastikan...