Tuesday, April 21, 2026

Kemdiktisaintek: Anggaran Riset Nasional Bukan Cuma Rp1,7 T, Totalnya Rp8 Triliun, Kompetisi Ketat 10 Orang Hanya 1 Dapat Dana

Jakarta, KomentarNews – Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) menegaskan bahwa alokasi dana riset sebesar Rp1,7 triliun yang baru-baru ini diumumkan bukan merupakan total keseluruhan anggaran riset nasional untuk perguruan tinggi pada 2026.

Direktur Jenderal Riset dan Pengembangan (Dirjen Risbang) Kemdiktisaintek, Fauzan Adziman, menjelaskan bahwa angka Rp1,7 triliun tersebut hanya mencakup sembilan program pendanaan dari APBN yang telah dibuka skemanya. Total anggaran riset nasional yang dapat diakses perguruan tinggi jauh lebih besar, yakni sekitar Rp8 triliun, yang berasal dari berbagai sumber seperti APBN Kemdiktisaintek, dana abadi LPDP, serta program riset di Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN).

“Jadi kalau kita gabungkan dana abadi penelitian dan perguruan tinggi dengan dana riset kita dari APBN plus dana di BRIN, itu totalnya sekitar Rp8 triliun,” kata Fauzan dalam kegiatan Penandatanganan Kontrak Program Pendanaan Riset di Jakarta, Senin (20/4/2026).

Fauzan juga memastikan bahwa tidak terjadi penurunan anggaran riset pada tahun ini. Sejumlah program lain, termasuk hilirisasi riset prioritas, masih dalam proses dan akan diumumkan secara bertahap. Menurutnya, tahap awal pendanaan difokuskan pada pemerataan akses agar lebih banyak kampus dan peneliti muda dapat terlibat dalam ekosistem riset nasional.

Tingginya minat terlihat dari 104.000 proposal yang masuk, namun hanya 18.215 proposal yang berhasil didanai, dengan tingkat keberhasilan sekitar 17,4 persen. Untuk kategori penelitian murni, tingkat kelolosan bahkan turun menjadi sekitar 13 persen.

“Sekarang hampir sepuluh orang baru satu dapat dana,” ujar Fauzan menggambarkan ketatnya kompetisi.

Meski demikian, Kemdiktisaintek menilai tingginya partisipasi tersebut sebagai indikator positif bagi perkembangan riset di Indonesia, dan berkomitmen untuk terus mengoptimalkan pendanaan serta membuka ruang komunikasi dengan para peneliti.

Rektor Institut Pertanian Bogor (IPB), Prof. Dr. Arif Satria, S.P., M.Si. , menilai bahwa kompetisi yang ketat justru mendorong peningkatan kualitas proposal riset. “Dengan tingkat keberhasilan hanya 17 persen, para peneliti akan terdorong untuk menyusun proposal yang lebih matang dan inovatif. Ini adalah mekanisme yang sehat untuk memajukan riset Indonesia,” ujar Arif.

(*Kemdiktisaintek/ *ANT)

Tinggalkan Komentar

Please enter your comment!
Please enter your name here

Berita terkait

Indonesia Gelar “Kartini Letters” di UNESCO Paris, Tegaskan Warisan Pemikiran Kartini untuk Kesetaraan Gender Global

Paris, Komentarnews – Indonesia menggelar acara "Kartini Letters: A Spark in...

Waspada! 4 Modus Penipuan Digital Ini Mengintai THR Anda Jelang Lebaran 2026

Jakarta, KomentarNews – Menjelang pencairan Tunjangan Hari Raya (THR) 2026,...

Kemendikdasmen Dorong Percepatan Akreditasi Perpustakaan Khusus, Targetkan Seluruh Unit Terstandar

Jakarta, KomentarNews – Perpustakaan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen)...

Waspada Link Palsu! Modus Kejahatan Siber Makin Canggih, dari QR Code Judol hingga SMS E-Tilang

Jakarta, KomentarNews – Kejahatan siber dengan modus penyebaran tautan palsu...

Akhir Februari 2026, Fenomena Parade 6 Planet Hiasi Langit Senja Indonesia

Jakarta, Komentarnews – Sepanjang akhir Februari hingga awal Maret 2026,...

Tag # Terpopuler

Iklan

DiJual : Rumah di mountain view residen blok c1 no 9 paniki bawah kota manado - Asri, lokasi strategis dekat bandara, dekat pusat bisnis -Nego langsung dengan pemilik - tanpa perantara - SHM - Luas bangunan 125m2, luas tanah 330 m2, 4 kamar, 2 kamar mandi, ruang tamu, ruang keluarga, air perumahan, listrik 5500 watt, carport, security 24/7 - yang berminat bisa menghubungi: wa: 0811439028 atau email: advertisement@komentar-news.com