Friday, June 5, 2026

Indonesia Gelar “Kartini Letters” di UNESCO Paris, Tegaskan Warisan Pemikiran Kartini untuk Kesetaraan Gender Global

Paris, Komentarnews – Indonesia menggelar acara “Kartini Letters: A Spark in the Memory of the World” di Kantor Pusat UNESCO, Paris, untuk menegaskan kontribusi pemikiran Raden Ajeng Kartini bagi pendidikan dan kesetaraan gender secara global. Acara yang digelar pada Kamis (16/4/2026) ini dihadiri 100 delegasi yang mengapresiasi gagasan Kartini.

Duta Besar RI untuk UNESCO Mohammad Oemar menyampaikan bahwa Kartini merupakan sosok visioner yang menjadikan pendidikan sebagai fondasi pemberdayaan perempuan. “Kartini percaya bahwa pendidikan adalah fondasi emansipasi. Melalui pemikirannya, ia menunjukkan bahwa pemberdayaan perempuan bukan hanya tentang keadilan sosial, tetapi juga kunci pembangunan masyarakat yang inklusif dan berkelanjutan,” kata Dubes Oemar dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Selasa (21/4/2026).

Duta Besar Kerajaan Belanda untuk UNESCO Monique Van Daalen menilai surat-surat Kartini mencerminkan pandangan maju tentang posisi perempuan dan pentingnya akses pendidikan bagi anak perempuan. Menurut van Daalen, isu tersebut tetap relevan hingga saat ini, termasuk di lingkup kerja UNESCO dalam mendorong kesetaraan gender dan akses pendidikan global.

Acara tersebut juga diisi dengan diskusi buku “The Most Beautiful Letters from Kartini” bersama Lara Nuberg dan Feba Sukmana, yang turut memperdalam pemahaman atas gagasan Kartini, termasuk kritik terhadap kolonialisme dan pembatasan terhadap perempuan.

Salah satu peserta acara, Chyna Bong A Jan, menyebut Kartini sebagai pelopor feminisme yang menginspirasi, terutama di tengah dinamika perjuangan hak perempuan saat ini.

Surat-surat Kartini telah masuk dalam Memory of the World Register UNESCO pada tahun 2025, menjadi tonggak penting pengakuan dunia terhadap warisan pemikiran intelektual Indonesia tentang kesetaraan, pendidikan, dan hak asasi manusia (HAM).

Direktur Jenderal Kebudayaan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek), Hilmar Farid, yang turut hadir dalam acara tersebut, menyatakan bahwa pengakuan UNESCO terhadap surat-surat Kartini adalah bukti bahwa pemikiran seorang perempuan dari pinggiran kolonial mampu menginspirasi dunia. “Ini bukan hanya warisan Indonesia, tetapi warisan dunia tentang perjuangan kesetaraan,” ujar Hilmar.

Melalui kegiatan ini, Indonesia menegaskan komitmennya dalam memperkuat pemberdayaan perempuan serta kontribusi pada upaya global mewujudkan kesetaraan gender.

(*Kemendikbudristek/ *ANT)

Komentar :

Tinggalkan Komentar

Please enter your comment!
Please enter your name here

Advertisementspot_img

Advertisement

DiJual : Rumah di mountain view residen blok c1 no 9 paniki bawah kota manado - Asri, lokasi strategis dekat bandara, dekat pusat bisnis -Nego langsung dengan pemilik - tanpa perantara - SHM - Luas bangunan 125m2, luas tanah 330 m2, 4 kamar, 2 kamar mandi, ruang tamu, ruang keluarga, air perumahan, listrik 5500 watt, carport, security 24/7 - yang berminat bisa menghubungi: wa: 0811439028 atau email: advertisement@komentar-news.com

More like this

Pemerintah Buka 8.000 Formasi Guru dan Tendik untuk Sekolah...

Jakarta, KomentarNews - Pemerintah melalui Kementerian Sosial (Kemensos) mengumumkan kabar gembira bagi para tenaga pendidik dan pegiat pendidikan...

Bangga! Siswa Indonesia Borong 2 Emas di Olimpiade Fisika...

Busan, Korea Selatan, KOMENTARNEWS - Kabar membanggakan datang dari ajang Asian Physics Olympiad (APhO) ke-26 yang digelar di...

Guru dan Siswa SMAN 1 Sambas Dihujat Warganet usai...

Jakarta, KomentarNews - Polemik Lomba Cerdas Cermat (LCC) 4 Pilar MPR RI tingkat Provinsi Kalimantan Barat yang...

More

Recomended