Saturday, March 7, 2026

Robot Tukang Bangunan Siap Atasi Krisis Perumahan Global, Bisa Bangun Rumah Hanya dalam Sehari

Teknologi, Komentarnews – Di tengah krisis perumahan yang melanda berbagai negara, solusi teknologi mulai dilirik serius. Robot-robot canggih yang mampu membangun rumah dalam hitungan jam hingga hari kini dikembangkan dan diuji coba di sejumlah negara, mulai dari Australia, Kanada, hingga Dubai. Kehadiran mereka diharapkan dapat menjawab tantangan kekurangan tenaga kerja konstruksi dan kebutuhan hunian yang terus meningkat.

Hadrian X: Robot Tukang Batu yang Bekerja Secepat Kilat

Salah satu robot yang paling menarik perhatian adalah Hadrian X, robot peletak batu bata kelahiran Perth, Australia. Robot ini mampu meletakkan batu bata untuk satu rumah utuh hanya dalam waktu sehari. Dengan lengan teleskopik sepanjang 32 meter, Hadrian X dapat membangun dinding setinggi tiga lantai langsung dari pinggir jalan dan menyelesaikan dinding internal maupun eksternal rumah bata standar dalam 24 jam .

Hadrian X mampu meletakkan hingga 360 blok batu bata per jam dan diperkirakan dapat membangun 200 hingga 300 rumah per tahun, bahkan dalam kondisi cuaca panas atau hujan sekalipun. Robot besutan perusahaan FBR ini telah menandatangani nota kesepahaman dengan sejumlah kontraktor di Darwin dan Port Macquarie untuk pengembangan komersial skala besar .

Namun, teknologi ini tidak murah. Dengan harga mencapai USD7,8 juta atau sekitar Rp127 miliar per unit, Hadrian X bukanlah solusi murah instan. CEO FBR, Mark Pivac, menegaskan bahwa robot ini dirancang untuk menambah kapasitas, bukan menggantikan pekerja manusia. “Kami mengalihkan peletakan batu bata dari biaya tenaga kerja menjadi biaya peralatan modal. Meski mahal, outputnya tinggi dan pengembaliannya cepat,” ujarnya .

Charlotte si Laba-laba dan Revolusi 3D Printing

Selain robot tukang batu, teknologi pencetakan 3D (3D printing) juga menjadi primadona. Di Australia, robot bernama “Charlotte” — mesin berkaki enam mirip laba-laba — dikembangkan oleh Crest Robotics dan Earthbuilt Technology. Robot ini mampu mencetak rumah seluas 200 meter persegi hanya dalam satu hari penuh .

Biaya konstruksi dasar untuk rumah cetak 3D ini juga mengejutkan, berkisar antara USD4.000 hingga USD10.000 (sekitar Rp65 juta hingga Rp163 juta), tergantung pada material dan penyelesaian interior. Material yang digunakan pun ramah lingkungan, seperti pasir lokal, kaca daur ulang, dan bata pecah .

Di Kanada, teknologi serupa juga dikembangkan. Linda Reisman, seorang warga Ontario, nekat menginvestasikan hampir CAD700 ribu (sekitar Rp7,9 miliar) untuk membeli lengan robotik pencetak beton setelah frustrasi dengan biaya pembangunan konvensional. “Pemerintah terus mengatakan kita perlu lebih banyak rumah dengan lebih cepat dan murah, dan teknologi ini bisa melakukannya,” katanya .

Proyek percontohan di Gananoque, Ontario, bahkan telah membangun kompleks townhouse dengan bantuan robot bernama “Val.” Proyek yang didanai oleh Canada Mortgage and Housing Corporation (CMHC) ini menghasilkan 26 unit, di mana delapan unit disewakan dengan harga terjangkau di bawah CAD1.000 per bulan .

Bukan Solusi Tunggal, Tapi Masa Depan Cerah

Meski menjanjikan, para ahli mengingatkan bahwa robot bukanlah “peluru perak” yang bisa menyelesaikan krisis perumahan sendirian. Brad Armitage dari Housing Industry Association NSW menekankan bahwa tenaga kerja terampil tetap dibutuhkan untuk mengoperasikan mesin-mesin ini, dan biayanya bisa jadi lebih tinggi daripada tenaga kerja manual .

Christopher Pettit, Direktur City Futures Research Centre di UNSW, menambahkan bahwa adopsi teknologi robotik di lokasi konstruksi membutuhkan perubahan manajemen besar-besaran, termasuk regulasi keselamatan dan integrasi dengan serikat pekerja. “Saya rasa robot seperti Hadrian X tidak akan bisa membangun 1,2 juta rumah pada 2029, tapi kemajuan signifikan akan terlihat dalam beberapa tahun ke depan,” ujarnya .

Di Dubai, pemerintah setempat bahkan meluncurkan tantangan global untuk membangun vila residensial pertama di dunia yang sepenuhnya dikerjakan oleh robot. Kolaborasi dengan lebih dari 25 perusahaan teknologi dan akademisi ini diharapkan dapat mempercepat adopsi teknologi konstruksi canggih di kawasan tersebut .

Sementara itu, di British Columbia, Kanada, pemerintah meluncurkan program DASH (Digitally Accelerated Standardized Housing) yang menggunakan desain standar dan komponen bangunan prefabrikasi untuk memangkas waktu pembangunan dari tiga tahun menjadi hanya satu tahun .

Pasar Robot Konstruksi Tumbuh Pesat

Laporan riset terbaru dari Research and Markets memperkirakan pasar robot konstruksi global akan tumbuh dari USD6,55 miliar pada 2025 menjadi USD7,79 miliar pada 2026, dengan laju pertumbuhan tahunan mencapai 18,9 persen. Pada 2030, pasar ini diproyeksikan mencapai USD15,39 miliar. Faktor pendorong utamanya adalah kekurangan tenaga kerja di sektor konstruksi dan kebutuhan akan penyelesaian proyek yang lebih cepat .

Dengan berbagai inovasi ini, masa depan industri konstruksi tampak semakin cerdas dan cepat. Meski bukan pengganti total tenaga manusia, kehadiran robot-robot ini membawa harapan baru bagi jutaan orang yang masih menanti hunian layak.

(*ABC News/ *CBC/ Reuters/ AP)

Tinggalkan Komentar

Please enter your comment!
Please enter your name here

Berita terkait

Akhir Februari 2026, Fenomena Parade 6 Planet Hiasi Langit Senja Indonesia

Jakarta, Komentarnews – Sepanjang akhir Februari hingga awal Maret 2026,...

Netflix Akuisisi Startup AI Milik Ben Affleck, Teknologi untuk Bantu Produksi Film

Jakarta, KomentarNews – Platform streaming Netflix dikabarkan mengambil alih sebuah...

Heboh! Media Sosial AI Moltbook Ciptakan Peradaban Digital, Agen AI Saling Debat hingga Dirikan Agama

Jakarta, KomentarNews – Dunia teknologi di awal tahun 2026 dikejutkan...

Resmi! Samsung Galaxy S26 Series Meluncur: AI Super Canggih, Layar Privasi, dan Fast Charging 60W

Jakarta, Komentarnews – Samsung resmi memperkenalkan jajaran ponsel unggulan terbarunya,...

Perang AI Memanas! AS Tuding 3 Perusahaan China Curi Teknologi Claude lewat 24.000 Akun Palsu

Jakarta, Komentarnews – Ketegangan di dunia kecerdasan buatan (AI) antara...

Tag # Terpopuler