Washington, KomentarNews – Israel dan Lebanon resmi menerapkan gencatan senjata selama 10 hari mulai Kamis (16/4/2026), memicu optimisme tinggi berakhirnya konflik Timur Tengah setelah lebih dari enam minggu bentrokan dengan Hizbullah. Kabinet Keamanan Israel menggelar pertemuan Rabu malam untuk menyetujui kesepakatan yang dimediasi Pakistan dan AS.
Presiden AS Donald Trump menyatakan pertemuan lanjutan AS-Iran bisa digelar akhir pekan ini. “Kami merasa baik tentang prospek kesepakatan,” kata Juru Bicara Gedung Putih Karoline Leavitt dalam konferensi pers Rabu, menyebut diskusi dengan mediator Pakistan “produktif dan berkelanjutan”.
Pejabat senior Israel menegaskan prioritas utama: pembongkaran Hizbullah dan perdamaian berkelanjutan. “Dalam negosiasi dengan Lebanon, ada dua tujuan sentral: pertama, pembongkaran Hizbullah; kedua, perdamaian berkelanjutan melalui kekuatan,” ujar Perdana Menteri Benjamin Netanyahu.
Kesepakatan ini juga membuka kemungkinan membuka kembali Selat Hormuz, dengan Kepala Militer Pakistan Asim Munir mencapai terobosan di Teheran. Warga Lebanon di Beirut merayakan dengan tembakan kembang api.
reuters / cnnindonesia / *kompas

