Washington D.C. KomentarNews – Malam puncak sosial politik di Washington berubah menjadi momen mencekam. Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan Ibu Negara Melania Trump dilarikan keluar dari acara White House Correspondents’ Association (WHCA) Dinner oleh agen Dinas Rahasia (Secret Service) pada Sabtu (25/4/2026) malam, setelah seorang pria bersenjata mencoba menerobos keamanan dan melepaskan tembakan.
Seorang pejabat FBI mengonfirmasi kepada Reuters bahwa pria bersenjata itu menggunakan senapan gentel (shotgun) dan melepaskan tembakan ke arah seorang agen Secret Service. Beruntung, peluru tersebut mengenai area yang dilindungi rompi anti peluru, sehingga sang agen tidak mengalami luka serius. Pria tak dikenal itu kemudian dilumpuhkan oleh tim pengamanan.
Kondisi dramatis itu membuat para tamu undangan yang hadir, termasuk sejumlah menteri kabinet dan jurnalis, berhamburan mencari perlindungan. Beberapa saksi mata menggambarkan suasana panik setelah terdengar suara tembakan.
“Tiba-tiba terdengar letusan, semua orang langsung berteriak ‘Merunduk, merunduk!’,” kata seorang jurnalis yang hadir seperti dikutip BBC.
Ribuan peserta yang hadir (sekitar 2.600 orang) berusaha berlindung di bawah meja, sementara pelayan restoran berhamburan ke depan ruang makan. Agen Secret Service yang dilengkapi perlengkapan tempur segera berlari memasuki ruang makan untuk mengamankan para tamu VIP.
Sekitar satu jam setelah insiden, Presiden Trump mengunggah pernyataan di platform Truth Social mengonfirmasi bahwa “seorang penembak telah ditangkap.” Ia juga memuji kinerja aparat pengamanan.
“Agak mencekam di D.C. malam ini. Namun Dinas Rahasia dan aparat penegak hukum melakukan pekerjaan yang fantastis,” tulis Trump.
Ia kemudian menambahkan, “Ibu Negara, Wakil Presiden, dan seluruh anggota Kabinet dalam kondisi sempurna (baik-baik saja).”
Trump kemudian menyatakan akan mengadakan konferensi pers di Gedung Putih pada Sabtu malam (waktu setempat) untuk memberikan keterangan resmi.
Juru bicara Secret Service, Anthony Guglielmi, mengonfirmasi bahwa pihaknya sedang menyelidiki insiden penembakan di dekat area pemeriksaan keamanan utama (screening area) pintu masuk acara. Pihak berwenang langsung menutup akses jalan di sekitar venue, memerintahkan semua orang untuk tetap berlindung di dalam ruangan (shelter in place), dan memeriksa lokasi kejadian menggunakan anjing pelacak.
Trump sendiri terlihat merunduk di belakang podium sebelum akhirnya digiring keluar oleh agen Secret Service. Wakil Presiden dan anggota kabinet lainnya juga diamankan ke lokasi yang aman.
Penembakan massal ini terjadi meskipun Washington D.C. memiliki undang-undang senjata api yang relatif ketat. Departemen Kepolisian Metropolitan D.C. menyebutkan bahwa sejak awal tahun hingga April 2026, pihaknya telah menyita lebih dari 1.000 senjata api ilegal dalam upaya menekan kejahatan kekerasan di ibu kota negara.
(Reuters, BBC, Associated Press)


