Minut, KOMENTAR NEWS Kabar gembira mencuat di tengah terjangan tsunami efisiensi anggaran. Betapa tidak, Bupati Joune J. E. Ganda dan Wakil Bupati, Kevin W. Lotulung (JGKWL), tercatat berhasil menyerap 773 tenaga kerja yang terdiri dari 474 Tenaga Kerja Indonesia (TKI) dan 299 Tenaga Kerja Asing (TKA).
Tak kalah hebat lagi, pada triwulan I ini, total investasi yang masuk ke bumi Klabat menyentuh angka Rp779.180.472.263 dari target sebesar Rp1.950.000.000.000.
“Target kita kurang lebih satu koma sembilan triliun, dan jika mengacu pada realisasi sejauh ini, kita sudah di posisi kurang lebih tiga puluh sembilan koma sembilan puluh lima persen,” kata Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPM-PTSP) Minut, Richard J. H. Dondokambey, Rabu (6/6/2026).
Dikatakannya lagi, ada 5 sektor usaha dominan yang menjadi penyumbang terbesar realisasi investasi pada triwulan pertama tahun ini, yakni sektor pertambangan sebesar Rp429.976.888.082, sektor listrik, gas dan air Rp141.896.532.383, hotel dan restoran Rp75.532.597.000, industri makanan Rp42.128.495.828, serta sektor perumahan, kawasan industri dan perkantoran sebesar Rp38.725.382.686.
“Ada tiga negara dengan nilai investasi terbesar di Minahasa Utara, yakni Singapura sebesar Rp435.617.086.136, Hongkong RRT Rp10.960.881.137, dan Republik Rakyat Tiongkok sebesar Rp4.630.967.936,” urainya.
Menariknya, terkait capaian realisasi investasi, ia mengaku tak lepas dari langkah hebat yang dibuat JGKWL.
“Semua ini tak lepas dari arahan dan kebijakan Pak Bupati dan Pak Wakil yang terus mendorong pelayanan prioritas berbasis digital, profesional, akuntabel, serta bebas pungli bagi para pelaku usaha dalam seluruh proses administrasi,” ujarnya.
Sementara itu, Bupati Joune J. E. Ganda, menyampaikan apresiasi terhadap capaian tersebut.
Menurutnya, realisasi investasi tersebut menjadi gambaran bahwa bumi Klabat masih menjadi salah satu daerah cepat tumbuh di Sulawesi Utara yang banyak dilirik investor dalam maupun luar negeri.
“Capaian ini semakin membuktikan bahwa Minahasa Utara sebagai salah satu pusat pertumbuhan ekonomi utama di Sulawesi Utara bahkan cukup diperhitungkan di tingkat nasional,” Bupati JG.
Ia menambahkan, kondisi tersebut didukung oleh stabilitas iklim usaha dan kemudahan pelayanan melalui instansi terkait seperti DPMPTSP Kabupaten Minahasa Utara yang telah terpusat di Mal Pelayanan Publik (MPP).
Keberadaan MPP, lanjut dia, menjadi langkah strategis pemerintah daerah dalam mendorong peningkatan investasi karena seluruh proses perizinan dan administrasi dapat dilakukan secara cepat dan terintegrasi di satu tempat.
“Melihat capaian triwulan satu yang sudah mencapai hampir empat puluh persen, saya optimistis realisasi investasi tahun 2026 akan mencapai target bahkan bisa over target seperti dua tahun sebelumnya,” sebutnya.
Sekjen Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (APKASI) ini juga mengingatkan seluruh jajaran terkait agar terus memberikan kemudahan pelayanan kepada para investor yang masuk ke Minut.
“Hindari sistem birokrasi yang rumit dan tindakan pungli yang justru akan menghambat investasi masuk ke Minut,” pintanya.
Sekadar diketahui, total proyek Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) dan Penanaman Modal Asing (PMA) pada triwulan I Tahun 2026 mencapai 530 proyek.
Jumlah tersebut terdiri dari 437 proyek PMDN dan 93 proyek PMA. (ein)