Minut, KOMENTAR NEWS Sepak terjang Bupati Joune J. E. Ganda dan Wakil Bupati, Kevin W. Lotulung (JGKWL), dalam menakhodai Kabupaten Minahasa Utara (Minut), nampaknya layak diacungi jempol.
Betapa tidak, tangan keduanya berhasil membawa Kabupaten Minut masuk dalam jajaran penerima penghargaan bertajuk ‘Youth Climate Action Fund (YCAF) 2026’ dari Bloomberg Philanthropies.
Bikin bangga lagi adalah penghargaan ini tidak hanya berskala lokal atau bahkan nasional, namun lebih kepada label internasional, di mana Kabupaten Minut harus bersaing dengan ratusan kota yang ada di dunia.
Khusus untuk Sulut, Minut jadi satu-satunya. Sedangkan di level nasional, Kabupaten Minut, telah sejajar dengan 2 kota besar yakni DKI Jakarta dan Tangerang serta kota-kota besar di belahan dunia lainnya.
Tentu ini bukanlah sebuah capaian biasa, apalagi jika disandingkan dengan daerah-daerah lain di Indonesia.
Atas capaian ini, Kabupaten Minut bakal kecipratan dana segar sebesar USD 50.000. Bupati JG dalam pernyataannya kepada media mengaku bahwa penghargaan ini memiliki makna lebih dalam dari sekadar prestasi.
“Tidak mudah loh kita boleh masuk dalam daftar itu. Karena itu membutuhkan pengakuan dunia. Tapi, puji Tuhan Kabupaten Minahasa Utara boleh ada di sana (daftar penerima penghargaan),” ungkap Bupati JG, Rabu (29/4/2026).
Perihal hadiah yang akan diterima atas prestasi tersebut, kata dia lagi, akan digunakan untuk menginisiasi ‘Local Youth Climate Action Fund’, yang mencakup pendanaan mikro bagi proyek hijau anak muda serta kompetisi inovasi lingkungan.
“Ke depannya, kita berencana memanfaatkan dana tersebut sebagai katalisator untuk memperkuat ketahanan iklim lokal dengan harapan mampu mempercepat pencapaian target SDGs (Sustainable Development Goals) melalui sinergi yang erat antara pemerintah, akademisi, dan komunitas pemuda di Minahasa Utara,” sebutnya.
“Dengan langkah ini, kita tidak hanya berprestasi, tetapi juga membuktikan komitmen mewujudkan masa depan yang lebih hijau dan berkelanjutan,” kuncinya Sekjen Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (APKASI) ini.
Sekadar diketahui, keberhasilan ini juga disebut-sebut tidak lepas dari visi strategis JGKWL yang konsisten mengedepankan pembangunan berkelanjutan dan kolaborasi internasional dalam bingkai Blue Economic atau ekonomi biru. (ein)