MINUT, KOMENTAR NEWS Sebuah langkah hebat terus diupayakan Bupati Joune J. E. Ganda dan Wakil Bupati Kevin W. Lotulung (JGKWL).
Kali ini dalam upaya pelayanan publik yang cepat, tepat, dan terukur kepada masyarakat, lewat Pelatihan Teknis Call Center 112 yang diselenggarakan Dinas Komunikasi, Informatika dan Persandian, Selasa (2/6/2026).
Adapun kegiatan yang digelar di aula lantai III Kantor Bupati ini, dibuka Sekretaris Daerah Kabupaten Minahasa Utara, Novly G. Wowiling, didampingi Asisten II Bidang Ekonomi Pembangunan, Robby Parengkuan, yang juga adalah Pelaksana Harian (Plh) Kepala Dinas Komunikasi, Informatika dan Persandian Kabupaten Minahasa Utara.
“Kegiatan ini sangat strategis di mana Pak Bupati dan Pak Wakil Bupati (JGKWL) ingin agar setiap perangkat daerah dapat merespons semua laporan yang masuk secara cepat, tepat dan tentu profesional,” kata Sekda Wowiling.
Dijelaskannya pula bahwa sistem Call Center 112 nantinya akan terintegrasi dengan fitur Omni Channel, sehingga seluruh laporan masyarakat tidak hanya diterima melalui sambungan telepon, tetapi juga melalui pesan singkat dan berbagai kanal komunikasi lainnya.
“Dan tak kalah penting untuk kita ketahui bersama bahwa sistem ini akan terhubung langsung dengan Bapak Bupati, Bapak Wakil Bupati, termasuk ke saya (Sekda). Dengan kata lain, laporan yang masuk ke setiap OPD, juga akan kami ketahui, dan itu terpantau secara real time,” sebutnya.
Dengan begitu, sambung dia, apabila terjadi keterlambatan respons melebihi batas waktu yang ditentukan, sistem akan memberikan peringatan otomatis kepada pimpinan daerah.
“Secara otomatis ini juga akan jadi alarm sekaligus evaluasi terhadap kinerja teman-teman di OPD,” ujarnya.
Maka dari itu, ia berharap dengan adanya pelatihan ini, kualitas pelayanan publik di bumi Klabat akan terus meningkat.
“Pada akhirnya, kehadiran sistem 112 dan Omni Channel diharapkan menjadi solusi efektif dalam mempercepat penanganan berbagai kondisi darurat, sekaligus memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap kinerja pemerintah daerah,” kuncinya.
Sementara itu, Sekretaris Dinas Komunikasi, Informatika dan Persandian Kabupaten Minut, Alexander C. L. Warbung, mengatakan, keberhasilan layanan Call Center 112 sangat bergantung pada kesiapan dan kompetensi para operator serta petugas yang terlibat dalam proses penanganan laporan masyarakat.
“Jadi, selain belajar simulasi penggunaan aplikasi, para peserta juga dituntun untuk mengetahui cara mengidentifikasi laporan darurat, termasuk mencegah laporan ganda, memanfaatkan fitur relasi laporan, laporan manual, riwayat pelapor, hingga penggunaan smart script untuk membantu operator menggali informasi secara cepat dan tepat,” terang eks Camat Talawaan itu.
Sekadar diketahui, Call Center 112 merupakan nomor layanan darurat nasional yang dapat diakses secara gratis, bahkan dalam kondisi tanpa pulsa.
Layanan tersebut dirancang sebagai nomor tunggal darurat untuk mempermudah masyarakat melaporkan berbagai kejadian yang membutuhkan penanganan cepat untuk setiap kebutuhan, seperti pemadam kebakaran, layanan kesehatan maupun kepolisian. (ein)