MANADO, KOMENTAR-NEWS.COM – Genap sudah satu tahun Yulius Selvanus Komaling memegang tampuk pimpinan sebagai Gubernur Sulawesi Utara. Selama masa setahun ini, sosok pemimpin yang dikenal pekerja keras ini terus bergerak ke segala penjuru daerah, menyerahkan bantuan, menyusun program pembangunan, dan berjuang siang demi membawa perubahan nyata bagi Bumi Nyiur Melambai.
Namun di tengah kesungguhannya bekerja untuk rakyat, Gubernur justru kerap menjadi sasaran serangan isu miring, fitnah, dan tuduhan tak berdasar yang menyebar liar di media sosial. Hal yang paling menyakitkan dan menjadi sorotan publik adalah: saat namanya dicemari, saat dirinya “dipukul” dari segala arah, orang-orang terdekat dan tim yang dipercayanya justru terkesan diam membisu, membiarkan begitu saja, dan tak berbuat banyak untuk meluruskan kenyataan atau membela nama baik pimpinannya.
Bukan hanya itu, muncul tuduhan keras yang kini ramai dibicarakan di kalangan masyarakat dan lingkaran dalam kekuasaan. Sebagian orang di sekeliling Gubernur dinilai lebih mementingkan kepentingan pribadi, sibuk mengais keuntungan, dan memprioritaskan mengisi kantong sendiri, ketimbang menjalankan tugas pokoknya untuk mendukung kinerja pemimpin serta berjuang demi kepentingan rakyat banyak.
Masyarakat pun bertanya-tanya dengan penuh kekecewaan: di satu mata, mereka melihat Gubernur terus bekerja tanpa kenal lelah, tapi di sisi lain, nama baiknya terus ternoda karena isu yang tak jelas asal-usulnya – dan parahnya, ulah atau kelalaian orang-orang yang justru seharusnya menjadi tameng dan pendukung utamanya.
“Sudah setahun Pak Gubernur berjuang siang malam demi kita semua, tapi kenapa isu buruk terus ada dan dibiarkan berlarut? Orang di sekitarnya seolah lupa tugas, mereka lebih sibuk memikirkan keuntungan sendiri, mengisi saku pribadi, sampai lupa menjaga nama baik pemimpin yang sudah memberi kepercayaan,” ujar seorang pengamat politik yang enggan disebutkan namanya, mewakili suara banyak pihak.
Suara kekecewaan serupa juga datang dari para pendukung setia dan rakyat biasa. Mereka merasa sedih dan kecewa, sebab kerja keras dan pengorbanan Gubernur seolah dinodai oleh ulah sebagian orang di lingkarannya sendiri. Banyak pihak kini berharap agar Gubernur segera membuka mata, lebih waspada, dan melakukan pembenahan tegas: memisahkan mereka yang benar-benar setia dan bekerja tulus untuk rakyat, dari mereka yang hanya datang mencari keuntungan dan memanfaatkan posisi semata.
Sampai berita ini diturunkan, belum ada tanggapan resmi dari pihak tim pribadi maupun jajaran Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara terkait tuduhan membiarkan penyebaran isu buruk dan sikap yang dinilai lebih mementingkan kepentingan pribadi.
Rakyat pun kini menanti langkah berani sang Gubernur. Semoga ke depannya, barisan di sekelilingnya benar-benar terdiri dari orang-orang yang tulus bekerja, bukan yang hanya pandai mencari untung, agar sisa masa kepemimpinan bisa berjalan bersih, fokus, dan benar-benar membawa kesejahteraan bagi seluruh warga Sulawesi Utara.(***)






