Manado, KOMENTAR-NEWS.COM – Partai Golkar dikenal sebagai salah satu kekuatan politik terbesar dan memiliki basis massa yang kuat di Indonesia, termasuk di Sulawesi Utara khususnya Kota Manado. Kepercayaan masyarakat ini terbukti saat Pemilu 2024, di mana Golkar Manado masih mampu mempertahankan posisinya dan bahkan duduk sebagai salah satu unsur pimpinan di parlemen daerah.
Namun sayang, di balik pencapaian itu, kondisi partai ini kini dinilai mulai kehilangan arah dan jati dirinya. Hal ini terlihat jelas dari kondisi kantor DPD Golkar Manado yang berlokasi di Jalan Pumorouw. Bangunan yang seharusnya menjadi pusat kegiatan perjuangan partai itu kini tampak tak terurus dan terabaikan.
Yang lebih memiriskan, halaman kantor yang cukup luas itu sudah berubah fungsi menjadi tempat menjemur pakaian warga sekitar. Pantauan di lapangan memperlihatkan pagar dan tiang-tiang di sekitar kantor dipenuhi deretan pakaian yang dijemur, sehingga membuat tampilan kantor partai besar itu terlihat semrawut dan tidak terawat.
Warga sekitar pun tak segan mengomentari kondisi memprihatinkan ini. “Itu kantor Golkar, tapi jadi tempat orang bajemur baju. Sudah tidak ada marwahnya lagi,” ujar seorang warga dengan nada kecewa.
Kondisi fisik kantor ini seolah mencerminkan situasi internal kepengurusan. Di bawah pimpinan Maykel Damapolii, disebutkan bahwa keutuhan barisan mulai goyah jelang Musyawarah Daerah (Musda) yang akan datang. Banyak pengurus dan kader yang dikabarkan sudah tidak lagi sejalan dengan kebijakan para petinggi di tingkat kota.
Jika kondisi ini dibiarkan terus, dikhawatirkan citra dan kepercayaan masyarakat yang sudah dibangun susah payah akan luntur. Maka dari itu, perhatian serius dari DPD Provinsi maupun DPP Golkar sangat dibutuhkan. Langkah perbaikan segera harus diambil agar Golkar Manado tidak kehilangan muka dan tetap diperhitungkan menjelang Pemilu 2029 mendatang.






