MANADO – Suara tegas Serikat Pekerja DPD PT PLN UID Suluttenggo mengguncang kompleks perkantoran setempat. Ratusan pekerja atau yang akrab disapa “Pasukan Merah” turun melakukan aksi damai hingga menyegel pintu masuk ruangan Human Capital dan Business Partner (HCBP). Perjuangan ini digelar demi satu tujuan mulia: memastikan putra-putri terbaik Sulawesi Utara, Sulawesi Tengah, dan Gorontalo mendapatkan hak yang layak untuk berkarir di perusahaan negara sendiri, bukan sekadar menjadi pajangan kebijakan.
Kehadiran Vice President HCBP Area 11 PLN, Jimmy Amanda Aritonang yang sengaja datang ke Manado untuk mendengar aspirasi justru disambut kekecewaan mendalam. Massa menilai kedatangannya tak lebih dari sekadar janji manis tanpa tindakan nyata.
“Kami sudah tidak percaya lagi. Manajemen tidak memberi ruang bagi putra daerah. Ini perjuangan kami menuntut keadilan,” tegas Koordinator Lapangan Christian Walangitan dengan lantang.
Ketua Umum DPD SP PLN Suluttenggo, Joko Susanto, menegaskan hal serius. “Kehadiran beliau tidak memberi solusi. Bagi kami, ini hanya omong kosong belaka. Kami sangat kecewa,” ucapnya penuh emosi.
📋 9 TUNTUTAN TEGAS SERIKAT PEKERJA
Dalam aksinya, Serikat Pekerja menyodorkan sejumlah tuntutan yang harus dipenuhi manajemen:
1. Hormati seluruh komitmen yang telah disepakati bersama
2. Terapkan sistem promosi dan mutasi yang transparan serta profesional
3. Tolak segala praktik yang berpotensi konflik kepentingan
4. Lakukan evaluasi kinerja terhadap sejumlah pejabat manajemen
5. Tinjau kembali Surat Keputusan pengangkatan Asisten Manajer NPS UP3 Gorontalo
6. Berikan kepastian jenjang karier bagi pegawai internal
7. Tingkatkan kualitas hubungan industrial yang sehat
8. Evaluasi peran HCBP Area 11 yang dinilai belum memberi solusi nyata
9. Perbaiki dan evaluasi kebijakan pengembangan SDM
Meskipun mengambil langkah tegas menyegel akses kantor, massa tetap menjaga ketertiban. Namun perjuangan ini belum usai. “Talenta Suluttenggo berhak berkarir di tanah kelahirannya sendiri. Ini harga mati. Jika tak ada jalan keluar di sini, kami bawa langsung ke pusat,” tegas Susanto.
Sementara itu, General Manager PLN UID Suluttenggo, Usman Bangun, menjelaskan bahwa sebagian kewenangan promosi dan mutasi berada di tingkat pusat. Meski begitu, pihaknya berjanji akan menyampaikan seluruh aspirasi pekerja secara utuh.
“Kami mengajak semua pihak berkomunikasi dan berdialog untuk mencari solusi terbaik bagi semua,” ujar Usman.
Kini mata seluruh pekerja dan masyarakat tertuju pada langkah manajemen: apakah akan mendengar suara rakyat atau justru mengabaikan potensi terbaik putra daerahnya sendiri?
Sementara itu, Humas PLN Suluttenggo ketika dikonfirmasi via Whatsup tidak merespon. (Roma)






