MANADO — Kehormatan dan nama baik aktivis sekaligus Ketua ARMAK Sulut, Calvin Castro, dinilai ternoda parah akibat tuduhan tak berdasar yang disebarkan lewat media sosial. Tulisan yang ditujukan oleh Samsul Malonda pada Jumat (31/7/2026) lalu, menuduh Calvin menipu sejumlah kontraktor hingga menjadikan mereka bak “ATM berjalan”, sekaligus menyeret nama kembar Kapolda Sulut.
Menanggapi hal itu, Calvin Castro angkat bicara dengan tegas dan lugas.
“Saya sangat dirugikan oleh informasi yang tidak bisa dipertanggungjawabkan ini. Saya tidak pernah melakukan hal memalukan itu, apalagi membawa-bawa nama kembar Kapolda Sulut, Pak Recky Langie,” tegas Calvin atau akrab disapa CC.
Ia menegaskan hubungan persahabatan dengan Recky Langie murni untuk hal positif. “Kami berteman baik, saling berdiskusi dan bertukar pikiran demi kemajuan Sulawesi Utara. Ide-ide yang bagus sering kami sampaikan kepada Gubernur lewat jalur yang benar—bukan untuk menipu atau mengambil keuntungan sepihak,” jelasnya.
Tantangan Terbuka: Samsul Malonda, Tunjukkan Bukti!
Calvin tak tinggal diam. Ia secara terbuka menantang Samsul Malonda untuk mengemukakan satu bukti sah bahwa dirinya pernah menipu kontraktor atau menjadikan mitra usaha sebagai sapi perah.
“Jika tuduhan itu tak bisa dibuktikan, ini jelas pencemaran nama baik besar-besaran. Meski nama ditulis dengan inisial yang tak jelas, wajah saya terpampang nyata dalam unggahan tersebut,” tegasnya.
Siap Lapor ke Polda Sulut, Kasus Terindikasi Langgar UU ITE
Calvin menegaskan tidak akan main-main. Ia berencana melayangkan laporan resmi ke Polda Sulut atas perbuatan Samsul Malonda yang dinilai menyebarkan berita bohong dan fitnah.
“Saya tidak mau berdebat tak berujung, tapi ini sudah masuk ranah hukum. Tulisan tersebut jelas melanggar UU ITE dan merugikan kehormatan saya,” tandasnya.
Kini mata publik tertuju: Mampukah Samsul Malonda mempertanggungjawabkan tuduhannya di hadapan hukum? Atau justru ia yang harus mempertanggungjawabkan penyebaran informasi sesat tersebut?





